Dampak Letusan Sinabung, Pasokan Sayur Mayur ke Pusat Pasar Medan Berkurang, Harga Terus Naik

Para pedagang di Pusat Pasar Medan,tampak sedikit lesu mengingat pasokan mulai menurun sebagai dampak tidak dapat dipanennya sayur-mayur dari lahan sekitar lokasi bencana meletusnya Gunung Sinabung.

Memasuki hari ketiga meletusnya Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Selasa (31/8) pasokan sayur mayur ke berbagai pasar tradisional di Medan berkurang, akibatnya harga bergerak naik.

Sejumlah pedagang yang dimintai keterangannya kemarin mengungkapkan, kurangnya pasokan sayur mayur itu dikarenakan cukup  luas lahan sayur di Karo yang tidak dapat lagi dipanen akibat ditutupi debu vulkanik Gunung Sinabung.  Mereka memperkirakan pasokan sayur-mayur kini berkurang antara 20 hingga 30 persen dibandingkan sebelumnya.

Namun kekurangan pasokan sayur mayur itu masih dapat diatasi dengan mendatangkannya dari sejumlah daerah sentra produksi alternatif, di samping produk lokal.
Dari hasil pantauan Analisa di sejumlah pasar tradisional Medan kemarin, hanya beberapa jenis sayuran saja mengalami kenaikan cukup tinggi, antara lain kubis, brokoli, bunga kol dan kacang arcis yang selama ini memang mayoritas didatangkan dari Tanah Karo.

Sedangkan harga jenis sayuran lain masih tergolong stabil meskipun tidak tertutup kemungkinan akan mengalami kenaikan bila letusan Gunung Sinabung terus mengancam warga di lokasi bencana. Bahkan para pedagang memperkirakan bisa saja akan terjadi kelangkaan sayur-mayur kalau seluruh lahan di Tanah Karo benar-benar tidak dapat dipanen akibat ditutupi debu vulkanik.

Dari hasil pantauan kemarin harga kol naik dari Rp2.500 menjadi Rp3.500, sawi putih dari Rp3.000 menjadi Rp4.000, sawi hijau dari Rp5.000 menjadi Rp7.000, brokoli dari Rp6.000 menjadi Rp8.000, bunga kol dari Rp8.000 menjadi Rp10.000  dan kacang arcis dari Rp8.000 menjadi Rp12.000 per kilogram, bayam Rp2.500 dan daun ubi Rp1.000 per ikat.

Baca Juga :  DIKNAS DIMINTA HENTIKAN PEYALURAN DANA PROYEK DAK PENDIDIKAN TAPSEL

Sedangkan wortel antara Rp5.000 hingga Rp8.000, buncis Rp3.000, kentang Rp5.000, tomat Rp6.000, cabe merah Rp30.000, cabe hijau Rp16.000, cabe rawit Rp22.000, bawang merah Rp14.000 dan bawang putih Rp28.000 per kilogram.

Kenaikan harga juga dialami berbagai jenis buah, seperti jeruk madu ukuran sedang dari Rp6.000 menjadi Rp8.000 dan ukuran jumbo dari Rp10.000 menjadi Rp14.000 per kilogram dengan peluang naik lagi cukup terbuka mengingat cukup luas kebun jeruk milik warga di Tanah Karo tidak dapat lagi dipanen pasca-meletusnya Gunung Sinabung. Begitu pula berbagai jenis buah lainnya rata-rata mengalami kenaikan harga antara 25 hingga 50 persen, sehingga membuat daya beli masyarakat menurun.

Naik Lagi

Sementara itu, harga beras harga beras di pasaran dilaporkan naik lagi rata-rata Rp100 per kilogram meskipun musim panen sedang berlangsung di sejumlah daerah. Sejumlah pedagang bahan-bahan pokok yang dimintai keterangannya membenarkan kenaikan harga beras tersebut disebabkan pasokan kurang lancar.  Harga beras kualitas rendah saat ini tercatat Rp5.800 dibandingkan sebelumnya Rp5.700, kualitas sedang dari Rp6.300 menjadi Rp6.400 dan kualitas terbaik dari Rp7.400 hingga Rp7.500 per kilogram.

Sementara itu, dengan meningkatnya harga CPO di pasaran dunia, harga minyak goreng di Medan terus melonjak hingga para ibu rumah tangga rata-rata mengeluh.
Apalagi lonjakan harga juga diikuti gula pasir yang merupakan bahan kebutuhan pokok rumah tangga setiap hari. Pada tingkat eceran harga beli minyak goreng curah sudah menembus Rp10.000 dan minyak goreng kemasan Rp11. 000, sedangkan gula pasir sudah mencapai Rp11.500 per kilogram.

Ini berarti masing-masing mengalami kenaikan Rp500 dibandingkan sebelumnya, bahkan para pedagang mengungkapkan, peluang harga minyak goreng dan gula pasir untuk naik kembali cukup besar menjelang tibanya Hari Raya Idulfitri 1431 H yang sudah di ambang pintu.  Kenaikan harga juga terjadi pada tepung terigu, gula merah, kacang tanah dan sejumlah bahan kebutuhan lain akibat tingginya permintaan menyambut Lebaran.

Berfluktuasi

Baca Juga :  Melahirkan 2 Kali dalam Setahun, Berat 8 Kg Dijual Rp2,5 Juta - Beternak Kambing Etawa Menjanjikan

Sedangkan harga ikan basah sejauh ini terus berfluktuasi sebagai dampak hasik tangkapan para nelayan menurun, dengan perincian bawal merah Rp40.000, kakap Rp32.000, gembung kuring Rp24.000, aso-aso Rp20.000, pari Rp 22.000, sembilang Rp20.000, dencis Rp18.000, tamban Rp15.000 dan udang ukuran sedang Rp 35.000 per kilogram.

Ikan air tawar seperti mas bertahan pada posisi Rp24.000, gurami Rp30.000, mujahir Rp 15.000, lele dumbo Rp16.000 dan gabus Rp26.000 per kilogram.
Daging sapi Rp65.000, daging kambing Rp48.000 per kilogram. Ayam boiler Rp17.000  dan ayam kampung Rp35.000 per kilogram.

Sumber: http://www.analisadaily.com/index.php?option=com_content&view=article&id=67447:pasokan-sayur-mayur-ke-pasar-berkurang-harga-terus-naik&catid=3:nasional&Itemid=128

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 12 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*