Dampak pencabutan aturan pembatasan detail gambar satelit – Gambar Google Maps dan Bing Bakal Lebih Detail

Pengguna aplikasi peta seperti Google Maps dan Bing Maps bakal lebih dimanjakan dengan gambar detail dan kualitas tinggi.
Pasalnya, pemerintah Amerika Serikat, melalui Departemen Perdagangan telah mencabut pembatasan pencitraan satelit pemetaan .
Keputusan itu membuka peluang pengguna internet bisa menikmati citra peta satelit secara lebih detail dan kualitas tinggi.
Melansir BBC, Selasa 17 Juni 2014, perusahaan pemetaan itu sebelumnya terbentur kendala untuk menyajikan kualitas gambar yang detail. Sebab aturan yang ada melarang perusahaan pencitraan menyediakan gambar yang lebih kecil dari 50 cm.
Namun sekarang pembatasan itu tak berlaku lagi.
Merespon keputusan pemerintah AS itu, salah satu perusahaan pencitraan, Digital Globe, menyambut dengan gembira. Perusahaan ini bahkan berjanji menyediakan gambar citra satelit lebih detail, hingga 31 cm.
Digital Globe mengatakan tak sabar untuk segera meluncurkan satelit baru, Worldview-3, pada Agustus ini, dengan mengambil manfaat dari pencabutan detail gambar satelit.
“Di masa lalu, pengumpulan resolusi dibawah 50 cm membutuhkan pengerahan pesawat terbang. Itu jelas mahal, boros waktu dan terbatasi ruang udara atau kondisi bahaya,” jelas Digital Globe.
Kepala Eksekutif Digital Globe, Jeffrey Tarr menyabut positif keputusan Departemen Perdagangan AS itu. Keputusan itu dianggap mengubah pembelajaran dan kebijakan nasional itu akan mendatangkan inovasi, menciptakan lapangan kerja baru dan sangat penting bagai industri vital.
Selain itu, Tarr mengatakan gambar yang lebih detail dan kualitas tinggi, akan berguna bagi upata pertolongan pertanian dan bencana.
“Konsumen kami akan segera meyadari keuntungan pembaharuan regulasi itu, karena untuk pertana kalinya, kami akan mampu menyediakan pencitraan yang sangat bagus bagi pasar komersil,” jelas Tarr.
Namun keputusan pencabutan itu juga menyisalan problem, misalnya hal privasi, yang tak ingin terganggu dengan gambar detail satelit.
Kantor hukum terkenal yang berbasis di London, Inggris, Pinsent Masons termasuk yang memperingatkan dampak pencabutan pembatasan gambar satelit.
Perwakilan kantor hukum itu, Marc Dautlich mengatakan perlunya ‘pertimbangan keamanan nasional’, untuk menangani gambar satelit yang lebih detail.
Google juga akan meraih keberkahan dari keputusan pemerintah AS itu. Sebab belum lama ini, Google mengumumkan rencana pembelian perusahaan satelit pencitraan, Skybox, dengan kocek US$500 juta setara Rp5,9 triliun.
Skybox diketahui telah memiliki satu satelit yang beredar di orbit bumi, Skysat-1, dan masih berharap akan meluncurkan total 24 satelit.
Satelit itu mungkin diposisikan Google untuk menyediakan akses internet bagi daerah tertentu di belahan dunia. (adi)/vivanews.com
CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Hacker Bikin Fan Page Palsu Mark Zuckerberg

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*