Dana Bergulir UKM Dinas Koperasi Madina “Mandek“ – Pjs Bupati Madina Harus Bertindak

Pjs Bupati Madina Ir Aspan Sofyan Batubara

Empat orang tokoh pemerhati koperasi mengharapkan Pjs Bupati Madina Ir Aspan Sofyan Batubara untuk melakukan tindakan tegas dan melakukan audit terhadap jajaran Dinas Koperasi Dan UKM Madina yang diduga telah membagi-bagikan anggaran koperasi ke berbagai pihak yang kurang berkompeten yang mengakibatkan pengembalian anggaran pinjaman di koperasi Mandek sehingga menjadi kredit macet.

“Selama 11 tahun Kabupaten Madina Kadis Koperasi tidak tersentuh hukum meskipun telah banyak dugaan penyelewengan di instansi itu yang di buktikan dengan ratusan juta rupiah anggaran Koperasi dari Tahun 2008-2009 tidak tepat sasarannya,” ujar empat orang tokoh pemerhati Koperasi kepada Berita, Rabu (27/10) di Halaman Kantor DPRD Madina ketika hendak mengadukan Kadis Koperasi ke DPRD.

Mhd. Ikhnulkan Nasution, warga Kota Panyabungan mengutarakan, Kadis Koperasi Dam UKM Madina YN selama 11 tahun ini menjadi pimpinan kantor Koperasi boleh dikatakan tidak pernah  terusik oleh siapapun yang dimungkinkah dia berhasil menjadika koperasi di wilayah ini bagus sehingga pada waktu Kabupaten Madina menjadi Kabupaten tahun 1999 lalu oleh Amru Daulay mempercayakan koperasi kepadanya sampai akhirnya Amru Daulay berakhir masa jabatannnya.

Dari pandangan itu, ujarnya, berarti persoalan Koperasi di daerah kita sudah mantap dan menghasilkan, tapi nyatanya omong kosong semuanya, hanya karena kedekatannya dengan Bupati lah makanya dia bertahan, buktinya kita mennatang Kejaksaan maupun Polisi untuk membuka persoalan Kredit Macet tentang anggaran pinjaman dari kantor itu kepada masyarakat yang sebenarnya tidak berhak menerimanya.

Baca Juga :  Pembangunan TPA Baru Di Kota Padangsidimpuan, Prioritas 2012

Makanya, ujar dia, ketika kita mendengar sejumlah wartawan juga ikut mencicipi anggaran di instansi dengan berbagai besaran jumlahnya antara Rp 10 -20 juta/orang adalah telah mengagetkan semua pihak dan memang selama ini persoalan Koperasi tidak pernah terusik oleh siapapun sampai akhirnya beberapa pemerhati koperasi melayangkan protes ke Pjs Bupati Madina untuk mendapat tindakan dan audit dari pihak berkompeten.

Ungkapan yang sama di sampaikan oleh Lukman Tarik Lubis, warga Kecamatan Panyabungan Utara di halaman Kantor Camat Panyabungan Utara, merasa yakin kepada Pjs.Bupati Madina Aspan Sofyan akan mengaudit Kadis Koperasi dan stafnya, sebab informasi yang berkembang Dinas Koperasi akan di gabungkan ke Dinas lain dalam waktu dekat ini, makanya warga yakin Bupati akan melakukan audit yang benar-benar kepada dinas tersebut.

Karena itu, ujarnya, adanya dugaan pemotongan kepada setiap pihak yang mendapat kredit sebesar Rp1.000.000, juga harus menjadi perhatian Bupati, sebab anggaran dana bergulir yang dipinjamkan Kadis Koperasi kepada sejumlah wartawan juga merupakan langkah yang salah disebabkan ada dugaan Kadis Koperasi takut boroknya diungkap wartawan sehingga memberikan pinjaman kepada sejumlah wartawan yang akhirnya pinjaman itu selain tidak dapat digulirkan juga pengambaliannya mandek.

“Jalan terbaik untuk menyelamatkan anggaran yang dikelola oleh Dinas Koperasi sudah sebaiknya bupati melakukan tindakan tegas dengan meminta lampiran kredit macet untuk ditagih kembali guna untuk kas daerah,” ujarnya.

Baca Juga :  Gelar-Perkara Kasus PT. Toba Pulp Lestari di Polres Tapsel : Dishut Tak Mampu Bantah Tuduhan Rakyat

Anggota DPRD Madina Iskandar Hasibuan yang diminta komentarnya, merasa kaget dengan laporan masyarakat tentang anggaran koperasi yang jumlahnya ratusan juta rupiah diduga disalahgunakan sehingga menjadi kredit macet yang bias merusak nama baik Bupati di tingkat Provsu dan Pusat rusak. “Kita mintak kepada Kejaksaan dan Polisi untuk dapat melakukan pengusutan dan menyeret Kadis Koperasi ke meja hijau,” ujar Iskandar Hasibuan. (isk) (beritasore.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*