Dana Desa Digulirkan Pemuda di Palas Dapat Pekerjaan

Palas. Para pemuda di Padang Lawas (Palas) merasakan manfaat dana desa yang telah digulirkan pemerintah pusat. Apalagi program padat karya ini dijalankan dengan melibatkan peran serta masyarakat di desa khususnya kegiatan pembangunan fisik. Rudi Ilham Soleh Hasibuan (19), seorang pemuda di Desa Tanjung Botung Kecamatan Sosa ini mengaku, dengan adanya program pembangunan jalan rabat beton di desanya yang bersumber dari dana desa ini, dia memiliki kesempatan bekerja dan menciptakan peluang ekonominya.

“Alhamdulillah, pak. Biasanya nggak ada kerja, sekarang setiap hari aku sudah ada kerjaan ikut kerja di sini. Kerjanya mulai jam 9 pagi sampai jam 12 siang, istrahat dan sholat. Kemudian jam 1 siang sampai jam 4 sore, dihitung 1 hari kerja (HK),” ujarnya.

“Upahnya setiap 1 HK sebesar Rp 80.000. Kan lumayan, pak. Kita sudah punya penghasilan segitu setiap harinya, dari pada ke sana kemari tidak ada hasil, malah menyusahkan pikiran orang tua saja,” sebut pemuda yang masih berstatus jomblo ini.

Pantauan MedanBisnis di lokasi kegiatan pembangunan jalan rabat beton di desa ini, terlihat sekitar 20-an masyarakat desa yang dilibatkan dalam kegiatan ini, rata-rata pekerjanya didominasi oleh kalangan pemuda desa setempat.

Share on facebook Share on twitter Share on email Share on print Share on gmail Share on pinterest_share More Sharing Services Mulai Pengerjaan Kepala Desa Tanjung Botung Asran Nasution terlihat mengawasi sejumlah pemuda desa setempat saat memulai pengerjaan pembangunan jalan desa rabat beton dari anggaran alokasi dana desa. Program ini dinilai efektif memberi kesempatan bekerja bagi para pemuda desa. (medanbisnis/maulana syafii)
Baca Juga :  Polres Tapsel Amankan Truk Bawa Mayat

Sementara itu, didampingi Ketua BPD Sayuti Ali Akbar Hasibuan, Bendahara Agus Salim Hasibuan, Tim Pelaksana M Hannan Hasibuan dan Ali Syahbana Hasibuan, Kepala Desa Tanjung Botung Asran Nasution mengatakan, alokasi dana desa yang diterima pihaknya sebesar Rp 256 juta.

“Namun, tahap pertama ini baru diterima sebanyak 40% atau sekitar Rp 96 jutaan. Sesuai RAB, dana desa itu dialokasikan untuk pembangunan jalan desa rabat beton sepanjang 360 meter, lebarnya 2,5 meter dan tebalnya 25 sentimeter. Pengerjaan rabat beton ini melibatkan 20-an tenaga kerja,” jelas Asran.

“Pembuatan jalan ini melanjutkan pembangunan jalan rabat beton sebelumnya, tujuannya untuk kemudahan akses jalan masyarakat ke kebun dan perladangan. Terutama akses jalan masyarakat mengantarkan anak-anak ke sekolah. Ini hasil musyawarah desa,” sebutnya.

Senada, Sekdes Tanjung Botung M Sahwadi Hasibuan mengakui, pembangunan jalan desa rabat beton ini sudah direncanakan oleh masyarakat desa sejak tahun 1998 lalu. Mengingat akses jalan ini merupakan kebutuhan bagi masyarakat untuk angkutan hasil produksi pertanian dan perkebunan.

“Sedikitnya, ada sekitar 60-70-an rumah masyarakat yang akan merasakan manfaat langsung dengan dibangunnya jalan rabat beton ini, yang selama ini mereka merasa sulit melalui jalan ini, apalagi saat hujan turun kondisi jalannya becek. Terpaksa masyarakat bila ingin antar anak sekolah atau hendak ke kebun memutar jalan yang jaraknya lebih jauh,” ujarnya.

Baca Juga :  2012, Jalur Alternatif Aek Latong Selesai

Sahwadi menilai hal ini sebagai kegiatan positif. Selain pembangunan jalannya sudah ditunggu lama oleh masyarakat, pengerjaannya juga melibatkan pemuda desa yang tidak punya kerja. “Semoga pengerjaannya sesuai dengan rencana anggaran belanjanya (RAB), pemuda desa dapat lapangan kerja dan hasil pembangunannyaa bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya. (maulana syafii)<hr/>MedanBisnis –

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*