Dana Fungsional Guru Kemenag Madina Belum Bisa Dicairkan

Pencairan dana fungsional untuk guru non pegawai negeri sipil (PNS) yang bernaung di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) hingga Minggu (17/10) masih belum bisa dipastikan kapan dibayar. Sebab, masih terkendala di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI.

“Hingga saat ini tak belum diketahui kapan dana fungsional guru non PNS akan ditransfer ke rekening masing-masing,” kata Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Madina, Drs H Muksin Batubara MPd, kepada METRO melalui Kepala Seksi Madrasah dan Pendidikan Agama (Mapenda) Drs Abdussaman, Minggu (17/10).

Padahal, sambung Abdussaman, seluruh persyaratan telah dilengkapi dan telah diserahkan. Namun, sesuai dengan hasil koordinasi dengan Kantor Kemenag wilayah Provinsi Sumatera Utara (Sumut), kendala bukan terletak pada administrasi atau hal lainnya, tetapi belum adanya petunjuk pencairan dari Kementerian Keuangan RI.

“Saya juga belum tahu pasti kapan akan ditransfer uangnya ke rekening guru dan yang pasti hingga saat ini uang fungsional itu belum ada masih terkendala di Kemenkeu RI. Sebab, belum ada petunjuk pencairannya dan hal ini terjadi di seluruh kabupaten/kota di provinsi Sumut bukan kita saja.” kata Saman, panggilan akrabnya.

Disebutkannya, kalau Kemenag Madina telah berulang kali koordinasi dengan Kemenag wilayah Sumut terkait kapan akan dicairkannya uang fungsional tersebut. Sebab, pihak Kemenag Madina juga memahami persoalan yang dihadapi guru dan juga telah sering dipertanyakan guru penerima terkait kapan akan dicairkan dana tersebut.

Baca Juga :  Madrid, City, Ajax, Dortmund di Grup "Neraka"

“Kami memahami kondisi para guru Kemenag yang saat ini sangat membutuhkan uang fungsional, namun wewenang kita hanya sebagai fasilitator saja dan seluruh persyaratan sudah dilengkapi dan persoalan kapan dicairkan bukanlah wewenang kita. Kita hanya menunggu infromasi dari wilayah prosedural, karena yang berwewenang dalam hal ini adalah Kemenkeu RI karena merekalah yang akan menyerahkan uang itu kepada KPPN dan KPPN akan mentransfer ke rekening guru secara langsung,” tambahnya lagi.

Diberitakan sebelumnya, dana fungsional bagi guru kemenag non PNS ini dibayarkan selama 6 bulan terhitung sejak Januari hingga Juni sebesar Rp250 ribu per bulan atau Rp1,5 juta per orang dengan jumlah penerima sebanyak 937 guru.

Sementara itu, sejumlah guru yang sempat ditemui METRO beberapa waktu lalu, mengaku kecewa atas keterlambatan pencairan uang fungsional tersebut. Menurut mereka biasanya uang fungsional ini, selalu dibayarkan ketika sudah memasuki bulan pembayarannya.

“Kalau misalnya dibayarkan selama 6 bulan atau Januari hingga Juni, di awal bulan Juli pasti sudah dibayarkan. Namun yang terjadi saat ini sudah 4 bulan belum juga dicairkan, padahal kami sangat berharap akan uang fungsional ini karena gaji yang peroleh setiap bulan tak mencukupi kebutuhan, untuk ongkos transportasi saja tak cukup,” keluh sejumlah guru.

Sumber: http://metrosiantar.com/Metro_Tabagsel/Dana_Fungsional_Guru_Belum_Bisa_Dicairkan

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Real Madrid Lolos Ke Final Liga Champion Setelah Mempermalukan Bayern Muncehen dengan Agregat 5 : 0

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*