Dana Pemekaran Kabupaten Mandailing Natal Yang Dikorupsi, Harus Segera Di Usut

Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) didesak untuk menyelesaikan kasus dugaan korupsi dana pemekaran Mandailing Natal sebesar Rp 2 miliar. Jika dalam dua minggu tak ada tindakan, kasus tersebut akan dibawa ke Kejaksaan Agung RI.
Pernyataan sikap itu disampaikan puluhan masa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat (AMPR) dalam aksi di depan gedung Kejatisu, Senin (1/3).
”Kami tengat 2 minggu, jika dalam dua minggu tidak ada tindak lanjutnya, maka kami bersumpah akan melakukan unjuk rasa ke Kejagung dan Cikeas,” tegas koordinator aksi, Halomoan Harahap dalam orasinya.
Disebutkannya pada dalam APBD 2009 tercantum anggaran pemekaran sebesar Rp 2 miliar. Dan anggaran ini sudah dikucurkan sedangkan tahapan pemekaran harusnya belum pernah dilaksanakan. Karenanya, pihaknya meminta Kejatisu segera merespons dugaan tindak pidana korupsi dan sigap dalam melakukan penyelidikan. Sedangkan data lengkap akan diserahkan ke ke Kejatisu untuk membantu pengusutan.
Salah seorang pendemo lainnya, Hajrul Aswat menambahkan uang senilai Rp 2 miliar itu diduga hanya untuk menyejahterakan diri pribadi ketua panitia pemekaran Madina. “Uang ini ditelan oleh Ketua Panitia pemekaran Madina, G Pulungan,” sebutnya dan menyebutkan sejumlah nama dan instansi yang terlibat dalam dugaan korupsi yakni di Dinas Pemuda dan Olah Raga dengan modus tenaga ahli, khususnya pemeliharaan kolam renang dan dana kesebelasan PSKPS.
Pihak Kejatisu mengaku baru menerima informasi tersebut dan berjanji akan menindaklanjuti dugaan tindak pidana korupsi itu.

Baca Juga :  Bupati Tapsel Hadiri Hari Ulang Tahun Kec. Tano Tombangan Angkola

SumberL http://www.harian-global.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*