DANA PENGEMBANGAN BANDARA DI SUMATERA UTARA 2014

Berdasarkan perencanaan Pemerintahan untuk tahun 2014 dalam hal pengembangan Bandara khususnya di Sumatera Utara, sering muncul pertanyaan beberapa kalangan, apakah ada Dana Pengembangan Bandara di Sumatera utara di 2014 diberikan oleh pemerintah Pusat melalui APBN yang diajukan menteri perhubungan  untuk mempercepat sarana transportasi dan meningkatkan ekonomi masyarakat di daerah-daerah tertinggal khususnya di Sumatera Utara?

 

Menurut informasi dari berbagai sumber termasuk berita-berita di berbagai media  sebelumnya, menyebutkan bahwa ada 6 (enam) bandara di Sumatera Utara yang kemungkinan mendapat Anggaran pengembangan Bandara di 2014 untuk mempercepat pertumbungan transportasi dalam mendukung perekonomian di daerah, yaitu:

1. Bandara Aek Godang di Padang Lawas Utara (Paluta).

2. Bandara Sibisa di Toba Samosir.

3. Bandara Pulau-pulau Batu di Nias Selatan.

4. Bandara Silangit di Tapanuli Utara.

5. Bandara DR FL Tobing di Tapanuli Tengah.

6. Bandara Binaka di Gunung Sitoli.

 

Dari ke 6 (enam) bandara di atas, tentunya porsi anggaran yang disisihkan, tentunya berbeda-beda sesuai dengan mana yang lebih prioritas sesuai dengan pertimbangan-pertimbangan yang sudah dibuat oleh pihak terkait. Pemberian Dana ini hendaknya didukung oleh semua pihak dan masyarakat dalam hal pemamfaatan dana yang diberikan andaikan sudah benar-benar mendapat persetujuan dalam APPBN 2014, dan keterbukaan tentang berapa jumlah yang diberikan ke masing-masing bandara juga perlu dipublikasikan ke masyarakat agar memahami tentang adanya rencana pemerintah mengembangkan bandara-bandara di Sumatera Utara secara bertahap sesuai dengan kondisi dan kemampuan yang ada.

Saat ini, diantara 6 bandara Sumatera di atas, yang lebih baik dan perlu dipercepat pengembangannya adalah Bandara Silangit di Tapanuli Utara, Bandara DR FL Tobing di Tapanuli Tengah, Bandara Binaka di Gunung Sitoli. Masyarakat sangat mengharapkan Percepatan pengembangan 3 Bandara ini di 2014 semoga dapat dilalui secara langsung dari bandara-bandara propinsi lain khususnya penerbangan dari Jakarta ke tujuan 3 bandara di atas tanpa harus melakukan penerbangan secara bersambung lagi.
Namun, harapan masyarakat dan dukungan departemen terkait di pemerintahan pusat (Dephub/Menteri BUMN) melalui dukungan penyediaan dana pengembangan yang sudah diberikan, sering terkendala dan tidak mendapat dukungan yang penuh dari pemangku jabatan di pemerintahan-pemerintahan setempat yang memerlukan pengembangan sarana transportasi. Kita masih ingat menurut berita dan informasi, seperti bandara Silangit yang terkendala dengan Pembebasan Lahan dari Pemda Setempat. Belum lagi koordinasi dan dukungan dari beberapa Bupati/DPRD yang diperlukan untuk mempercepat pengembangan bandara sering terkendala karena banyak faktor seakan-akan acuh tidak acuh adanya dukungan penyisihan dana yang diberikan.
Ke 3 (tiga) Bandara di atas, sangat diharapkan masyarakat bisa lebih cepat pengembangannya dengan membuka jalur-jalur penerbangan dari Jakarta atau dari Bandara propinsi lain atau bahkan Jalur International. Namun sampai saat ini, semua masih sulit direalisasikan dikarenakan banyaknya ego, kepentingan-kepentingan dan kurangnya koordinasi diantara pihak-pihak yang terkait.
Sementara 3 bandara lainnya (Aek Godang, Sibisa, Bandara pulau pulau di Nias Selatan), diharapkan menjadi penopang bandara perintis dalam mendukung bandara-bandara lainnya yang ada di Sumatera Utara. Misalkan Bandara Aek Godang yang tadinya lebih strategis dikembangkan karena berada di tengah-tengah beberapa kabupaten Tapanuli Bagian Selatan, dapat menjadi penopang bandara FL Tobing dan Bandara Silangit, namun kurangnya koordinasi Bupati dan pihak-pihak terkait untuk pengembangan bandara dimasing-masing daerah membuat pengembangan bandara di Sumatera Utara ini sangat lambat pengembangannya.
Pengembangan Bandara di Sumatera Utara, tidak mungkinlah dapat dikembangkan bila sumber daya yang diharapkan sebagai pendukung untuk memprosesnya tidak tersedia seperti dana yang disishkan dari APBN. Disamping itu, upaya-upaya Pemerintahan setempat dan masyarakat juga sangat diperlukan untuk mempercepat realisasi terhadap rencana demi rencana yang sudah dibuat oleh masing-masing pihak terkait. Berdasarkan informasi yang pernah disampaikan  atau dijelaskan Kepala Bagian Hukum dan Humas Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Israful Hayat, menjelaskan bahwa dana APBN untuk departemen perhubungan yang ada, akan lebih diprioritaskan untuk pembangunan dan pengembangan bandara yang berada dalam wilayah terisolasi, perbatasan NKRI, daerah rawan bencana, dan yang belum diusahakan dan diselenggarakan Unit Penyeleanggara Bandar Udara Pemerintah.
Dalam hal 6 (enam) Bandara yang kemungkinan mendapaat jatah dana APBN pengembangan Bandara di Sumatera Utara di 2014 , maka seturut dengan itu, sangat diharapkan kerjasama dari semua pihak masyarakat di daerah-daerah terutama peran dukungan Bupati, DPRD setempat dan masyarakat agar bersedia dan mau mendukung secara bersama-sama dalam hal pengembangan sarana transportasi khususnya Bandara yang ada di Sumatera Utara, khususnya dalam hal pembebasan lahan, perpanjangan landasan, peningkatan akses / jalur transportasi jalan ke Bandara serta sarana dukungan-dukungan dari berbagai pihak yang mungkin banyak diperlukan. Sehingga dengan adanya aktivitas-aktivas dalam pengembangan ini, dengan sendirinya akan muncul usaha-usaha mikro maupun makro yang dengan sendirinya memunculkan pengembangan ekonomi di wilayah setempat. Perkembangan ekonomi itu yang diharapkan bisa membangun daerah melalui pengembangan ekonomi, Contohnya, dengan makin baiknya penerbangan Bandara tersebut, maka seiring meningkatnya jumlah penumpang, maka akan muncul bentuk bentuk usaha jasa seperti Jasa Transportasi, jasa pergudangan, Penginapan, usaha dalam makanan/minuman, usaha-usaha jual beli oleh-oleh dan bentuk bentuk usaha masyarakat lainnya.

Untuk itu, Dana pengembangan Bandara di Sumatera Utara 2014, sangat diharapkan dapat dimamfaatkan secara baik oleh pihak-pihak terkait melalui mekanisme sistem dan prosedur yang baik demi tercapainya harapan masyarakat dalam mengembangkan ekonomi masyarakat di Sumatera utara, sehingga percepatan daerah tertinggal khususnya di Tapanuli wilayah Selatan dan pesisir pantai sumatera bagian Utara secara perlahan dapat berkembang dengan baik sesuai dengan yang diharapkan. Horas (fs).

Baca Juga :  Pemburu Harimau Sumatera beraksi, tebar jerat di Hutan Kerinci
CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*