Dana Rp1,5 M Pemeliharaan Jalan Pemko Padangsidimpuan Diragukan

SIDIMPUAN-Dana pemeliharaan jalan Kota Padangsidimpuan tahun 2011 di APBD Pemko sebesar Rp1,5 miliar diragukan kebenarannya. Pasalnya, masih banyak jalan di kota tersebut yang berlubang tidak diperbaiki.

Pengurus Lembaga Konsultase Kesejahteraan Keluarga (LK3) Psp Baun Aritonang kepada METRO, Kamis (22/9) mengatakan berdasarkan hasil pantauan di sejumlah ruas jalan khususnya di sepanjang jalan utama di Kecamatan Psp Utara, Psp Selatan, Batunadua dan Hutaimbaru, beberapa diantaranya masih berlubang. Jalan tersebut tidak diperbaiki atau ditambal.

“Dugaan kita malah dana sebesar Rp1,5 miliar itu tidak dilaksanakan, karena banyak jalan yang berlubang tapi tidak direhab dan tetap berlubang. Makanya kita menduga dana pemeliharaan jalan Kota Psp tahun 2011 diragukan penggunannya,” katanya.

Diakuinya, menjelang lebaran lalu sejumlah ruas jalan di Kota Psp ada yang diperbaiki. Namun, sepengetahuannya hanya di jalan pusat kota seperti Jalan Imam Bonjol dan Jalan Sudirman. Padahal, jika dilihat dari besaran dana yang ditampung untuk anggaran pemeliharaan jalan, sangat tidak sesuai.

“Ya itu tadi, masa iya dana sebesar Rp1,5 miliar habis hanya untuk dua ruas jalan itu. Enggak masuk akal kan. Terus kenapa jalan lainnya tidak diperbaiki atau direhab dan dibiarkan tetap berlubang. Lantas kemana uang itu habisnya,” tanyanya. Dirinya meminta kepada pemerintah khususnya Dinas Pekerjaan Umum selaku intsnasi tekhnis yang melaksanakannya untuk mempertanggungjawabkannya atau benar-benar mempergunakan uang Rp1,5 miliar tersebut.

Baca Juga :  2012, Pemkab Madina Bangun Pelabuhan

Pengamat kebijakan publik Kota Psp Arman Badrsiyah Hasibuan menambahkan adanya dugaan diragukannya pelaksanaan rehab jalan di Kota Psp dengan anggaran Rp1,5 milliar bukan tanpa dasar, tapi karena sudah dilakukannya survei ke sejumlah jalan di Psp.

Kemudian, katanya, biasanya modus dugaan korupsi dilakukan oleh dinas terkait khususnya untuk pemeliharaan jalan ini, apalagi dengan adanya dana dari provinsi atau PNPM. Sehingga dalam suatu pekerjaan terkadang bisa tumpang tindih anggarannya.

“Yang membuat kita ragu dana pemeliharaan jalan benar-benar dilaksanakan ya karena setiap kali kita jalan keliling Kota Psp, kita bisa lihat sendiri masih banyak jalan-jalan yang berlubang. Lantas jalan mana yang dipelihara itu? Uangnya habis buat pemeliharaan jalan yang mana,” tuturnya.

Dirinya meminta DPRD Psp untuk mempertanyakan penggunaan anggaran pemeliharaan jalan tersebut dengan menggunakan hak pengawasannya dan meminta secara terperinci penggunaan dana tersebut. Sebab DPRD juga terkait dalam hal ini sebagai pihak yang mensahkan anggaran tersebut di APBD.

“Kita tidak tahu apakah DPRD tahu persoalan ini. Sangat kita sayangkan jika sampai tidak tahu. Padahal nantinya kan harus juga dipertanggungjawabkan penggunaan anggaran ini oleh wali kota kepada DPRD. Kita minta DPRD untuk mempertanyakan dana pemeliharaan jalan Psp tahun 2011 sebesar Rp1,5 miliar,” tuturnya.

Sementara itu Ketua Fraksi Partai Demokrat (FPD) DPRD Psp Khoiruddin Nasution yang juga anggota Badan Anggaran (Banggar) membenarkan anggaran pemeliharaan jalan tahun 2011 sebesar Rp1,5 miliar yang sumber dananya berasal dari BDB provinsi.

Baca Juga :  Pemkab Harus Berantas Pungli di Dinas Pendidikan Palas

Namun soal adanya keraguan dana pemeliharaan jalan tersebut tidak digunakan sebagaimana mestinya, dirinya bersama DPRD akan mencoba untuk mendalami persoalan itu. “Kita akan coba mendalaminya dulu dengan melakukan peninjauan lapangan kemudian baru kita akan panggil dinas terkait yakni Dinas PU untuk menjelaskannya secara rinci ruas jalan mana saja yang diperbaiki dengan menggunakan dana sebesar Rp1,5 miliar itu,” tegasnya. (phn)

Metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*