Dana Terbatas, Mobil Sampah Tak Difungsikan

Kamis, 12 November 2009 – www.metrosiantar.com

truk+sampah Dana Terbatas, Mobil Sampah Tak Difungsikan
truk sampah

MADINA-METRO; Menyikapi keluhan masyarakat seputar banyaknya sampah yang menumpuk di lingkungan sekitar Kota Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, Dinas kebersihan berpendapat bahwa ketiadaan dana menjadi faktor utama penyebab minimnya penanggulangan kebersihan. Akibatnya, dua dari lima unit mobil pengangkut sampah yang ada tidak dioperasikan atau difungsikan.

Hal ini disampaikan Kepala Seksi (Kasi) penanggulangan dan pembinaan kebersihan, Rahmadsyah Lubis ST, di ruangan kerjanya, Kelurahan Dalan Lidang, Panyabungan, Rabu (11/11).

Diungkapkan Rahmad, banyaknya tumpukan sampah bukan disebabkan karena pihaknya tidak siap menangani kondisi tersebut. Pasalnya, yang menjadi persoalan adalah alokasi dana yang ditampung APBD untuk penanggulangan kebersihan tidak cukup. “Dana kita hanya cukup untuk kebersihan di jalan sepanjang protokol saja,” katanya.

Dijelaskannya, alokasi dana untuk operasional kebersihan tahun 2009 hanya senilai Rp350 juta dengan rincian Rp250 juta untuk operasional 2 unit mobil yang beroperasi di jalan protokol dan Rp100 juta untuk 1 unit mobil yang beroperasi mengangkut sampah yang ada di pasar. Sedangkan mobil beroperasi hanya 1 kali dalam 1 hari untuk wilayah kerjanya, yakni di jalan protokol dan pasar, sedangkan untuk sampah yang ada di pemukiman masyarakat, sampah hanya diangkut 2 kali seminggu, bahkan terkadang hanya 1 kali dalam seminggu.

“Kita memiliki 5 unit mobil pengangkut sampah. Namun hanya tiga unit yang difungsikan, sedangkan 2 unit lagi tidak dioperasikan mengingat minimnya dana,” sebutnya.

Sampah yang diangkut, ucapnya, akan direlokasikan ke Bukit Kemuning. Bagi pengangkutan sampah di pemukiman masyarakat atau di luar wilayah kerja akan dipungut biaya sebesar Rp5 ribu per bulan setiap rumah tangga.

“Itupun tidak semuanya yang bayar. Terkadang masyarakat ketika ditagih menjawab bahwa ia tidak pernah buang sampah di tempat itu. Padahal biayanya akan kita serahkan untuk penambahan PAD Madina, kalaupun masyarakat tidak bayar tidak masalah,” tuturnya.

Rahmad juga mengatakan, kalau ada sampah di pemukiman masyarakat di sekitar Kota Panyabungan yang menimbulkan bau dan membuat warga resah pihak nya siap untuk membersihkannya. “Kalau ada laporan, kita siap menjemputnya,” sebutnya.

Mengingat tempat sampah yang ada tidak pada tempatnya seperti yang ada di Jalan Pendidikan Lingkungan 6 Kelurahan Sipolu-polu, Kecamatan Panyabungan, maka pihaknya, siap memindahkan tong sampah sesuai dengan permintaan warga. “Kalau masyarakat mau menyediakan tempatnya, kita akan pindahkan tong sampah tersebut. Persoalan biaya ganti ruginya, kita tidak ada untuk itu,” tuturnya.

Rahmad berharap kepada Pemkab Madina Madina, agar mengalokasikan dana yang lebih besar lagi untuk Dinas Kebersihan karena dinas ini langsung menangani sosial. “Dan apabila kurang dalam penanganan, Dinas Kebersihan sangat disoroti masyarakat,” tegasnya. (mag-02)

POST ARCHIVE: This content is 8 years old. Please, read this content keeping its age in Mind
google Dana Terbatas, Mobil Sampah Tak Difungsikanfacebook Dana Terbatas, Mobil Sampah Tak Difungsikantwitter Dana Terbatas, Mobil Sampah Tak Difungsikanlinkedin Dana Terbatas, Mobil Sampah Tak Difungsikanemail Dana Terbatas, Mobil Sampah Tak Difungsikanprint Dana Terbatas, Mobil Sampah Tak Difungsikan