Danau Gayambang, Wisata Alami nan Murah Meriah

Nikmati Pemandangan Alam Empat orang anak warga dari Kecamatan Sosa, Palas, senang menikmati pemandangan alami di Danau Gayambang dari atas sampan. Di saat ekonomi sulit seperti kini, danau alami ini menawarkan fasilitas hiburan nan murah meriah. (medanbisnis/maulana syafii)

Palas. Di saat gejolak ekonomi tidak menentu beberapa bulan terakhir, mungkin membuat sebagian masyarakat di Kabupaten Padang Lawas (Palas), tidak terpikir untuk meluangkan waktu liburan guna menghibur diri, seperti pergi ke lokasi objek wisata yang tersedia di daerah ini, karena keterbatasan ekonomi. Namun sepertinya hal tersebut bisa diatasi, bila masyarakat di Palas mengetahui perihal keberadaan lokasi wisata alami Danau Gayambang yang terletak di Desa Ujung Batu, Kecamatan Sosa, berjarak sekitar 20 kilometer dari Sibuhuan, ibukota Kabupaten Palas.

Lokasi wisata alam yang belum ditata rapi oleh pemda setempat ini menyajikan hiburan tersendiri yang bisa dinikmati, bagi setiap pengunjung. “Di sini pemandagannya bagus. Udaranya sejuk, ada sampan kecil yang bisa dipakai bersama anak-anak, untuk mengelilingi danau. Lumayan jauh lintasannya, sekitar 2 kilometer,” ujar Masriah kepada MedanBisnis, Rabu (9/9) sore.

“Sampannya bisa didayung sendiri atau didayung orang lain, warga sini. Sekali mutar-mutar di danau, kita bayar ke si pendayung sampan seikhlasnya, cuman Rp 5.000. Di atas sampan, anak-anak bisa sambil memancing dan menikmati pemandangan sekelilingnya dari atas permukaan danau,” bebernya.

Baca Juga :  USU Tolak Mahasiswa PMP dari Tabagsel

Dikatakan, dia bersama keluarganya baru kali ini mengunjungi danau alami ini, setelah mendapat informasi dari warga. “Ingin melihat-lihat saja awalnya, sambil makan siang di tepi danau, menghibur diri bareng keluarga. Ternyata memang suasananya cukup menghibur di saat kondisi ekonomi sulit,” tambahnya.

Marwan Nasution, warga Ujung Batu, yang kesehariannya sebagai pencari ikan dari danau ini mengatakan, sedikitnya dua kiloan lebih ikan gabus didapatnya dari memancing di danau ini. Ikan itu dijual atau dimakannya bersama warga setempat.

“Mancingnya terkadang di pinggiran danau, kadang juga pakai sampan di tengah danau. Ikan gabusnya besar-besar di danau ini. Dua ekor aja dapat dah 2 kiloan lebih timbangannya,” ujarnya sambil menunjukkan lengan tangannya, menunjukkan keadaan besarnya ikan gabus yang didapatnya.

Marwan berpikir, bila sampan sepanjang 4 meter lebih dengan lebar 1 meter milik warga desa itu, diberi mesin diesel atau premium berkapasitas 15 PK, tentu bisa membawa penumpang sebanyak 10 orang dewasa atau 15 orang anak-anak/remaja.

“Bila saja setiap penumpang sampan dikenakan tarif Rp 5.000/orang, dan dia dapat mengelilingi danau selama 15-20 menit lamanya. Tentunya ini juga bisa menjadi lahan usaha bagi kami, untuk meningkatkan ekonomi. Sederhananya, 10 dikali Rp 5.000, dah 50 ribu kita dapat per 15 menit sampai 20 menit,” sebut pemuda yang belum miliki pekerjaan tetap ini.

Baca Juga :  Harga Bahan Bangunan di Palas Tinggi

Dia bersama pemuda di desanya yang belum memiliki pekerjaan, berharap ada perhatian dari pemerintah setempat untuk membangun lokasi wisata alam ini, sehingga menjadi lapangan kerja dan mengurangi angka pengangguran warga desa. Seperti mengadakan sarana perahu kecil atau sampan, sebagai penunjang sarana pengunjung menikmati Danau Gayambang ini.


MedanBisnis – (maulana syafii)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 4 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*