Danau Laut Tador Obyek Wisata Potensial di Batubara

Danau Laut Tador
Danau Laut Tador

LAUT TADOR adalah salah satu dari 20 desa dan kelurahan di Kecamatan Sei Suka Batubara. Saat ini dipimpin Kepala Desa (Kades) Syaifuddin Lubis. Dilihat dari kondisi daerahnya, Laut Tador cukup potensial. Selain sebagai tempat tinggal dan pemukiman, warga memanfaatkan lahan desa ini menanam komoditi yang pernah menjadi primadona, yaitu sawit.

Demikian juga rambung dan rambutan. Hasilnya cukup untuk memenuhi kebutuhan dan kesejahteraan hidup keluarga. Termasuk biaya sekolah putra-putri warga. Sebagian lagi ada yang menjadi karyawan perkebunan Laut Tador yang merupakan bagian dari Kebun PT Paya Pinang Tebingtinggi.

Jadi warga Desa Laut Tador tidak ada yang pergi jauh meninggalkan rumah mencari nafkah kehidupan, ujar Syaifuddin Lubis saat dijumpai, Sabtu (19/7).

Lalu, apalagi? Potensi berikutnya adalah sebuah obyek wisata yang bila dikelola secara baik jelas akan mampu mengangkat harkat dan martabat desa menjadi gemilang.

Danau tersebut terdapat di kawasan sekitar Batu Tohap dekat perbatasan dengan Desa Tanjung Perapat. Meski tidak luas seperti Danau Toba, kondisi lingkungannya cukup nyaman dan menyenangkan.  Puluhan tahun sebelumnya, Danau Laut Tador itu sebenarnya sudah pernah dipromosikan sebagai obyek wisata. Tapi entah apa sebabnya, danau ini kemudian tertinggal.

Tahun lalu, barulah Danau Laut Tador kembali ditata. Pemerintahan desa menyerahkan penataan tersebut kepada ormas pemuda, Gerakan Pemuda (GP) Anshor) Desa Laut Tador.

Baca Juga :  19 Jenis Ulos Batak Dan Fungsinya

Eceng gondok, kelayau dan berbagai jenis  rerumputan yang menyemak di Danau Laut Tador dibersihkan. Demikian juga lingkungan sekitar danau. Pepohonan yang tidak menguntungkan ditebang dan kemudian dibangun berbagai tempat istirahat bagi tamu dan wisatawan yang berkunjung.

Demikian juga di pulau mini yang terdapat di tengah-tengah danau. Jadi di manapun beristirahat tidak ada masalah. Kawasan pinggir danau dan pulau mini di tengahnya sudah ada tempat istirahat, ujar Ketua GP Anshor Laut Tador, Albakti Hasibuan.

Menjaga kelestarian lingkungan sekaligus membuka peluang berusaha bagi warga, itulah yang menjadi motivasi GP Anshor menata Danau Laut Tador. Mudah-mudahan selama setahun ini, terutama sekali pada hari libur, Danau Laut Tador tidak sunyi kunjungan wisatawan meski baru sebatas wisatawan lokal dan domestik.

Aman

Menurut Albakti Hasibuan, keamanan mudah-mudahan tidak perlu diragukan. GP Anshor yang memiliki barisan angkatan muda Bansernya siap dalam pengamanan kawasan dan lingkungan Danau.

Fasilitas makanan tengah hari juga ada. Warga sengaja membuka usaha warung di sekitar Danau.  Meski demikian, wisatawan yang sengaja membawa menu makanan dari rumah, juga tidak dipermasalahkan. Makan bersama keluarga seenaknya jelas lebih menghidupkan suasana, arti dan makna berwisata.

Pada libur tertentu, panitia juga merencanakan akan mengisi waktu dengan acara hiburan. Tentu saja hiburan yang bersifat santun dan tidak mengundang kejelekan.

Baca Juga :  Isu Begu Ganjang Taput - Polisi Tetapkan 42 Tersangka

Itulah Danau Laut Tador yang sebenarnya memiliki legenda menarik. Dahulunya disebutkan, ada seorang putri raja menggelar pesta.Dari kejauhan, suara hiburan dan gendang pesta putri raja itu  terdengar berbunyi, “Marhup-hup Maho Tador”. Katanya, itulah asal nama Danau Laut Tador./analisadaily.com

Benarkah itu? Albakti Hasibuan sendiri tidak berani berspekulasi. Biarlah saya berkonsentrasi untuk memajukan dan mengembangkan obyek wisata ini. Soal sejarahnya, sampai kini belum ada yang pasti, katanya.

Yang pasti, bila berkembang, jelas obyek wisata Danaui Laut Tador akan mendatangkan inkam bukaan hanya bagi desa tapi juga bagi Pemkab Batubara. Makanya, Albakti Hasibuan minta dukungan semua pihak mengembangkan dana memajukan obyek wisata Danau Laut Tador. Mudah-mudahan.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. Sewaktu d kelola GP ANSOR memang danau laut tador
    Bersih,tapi kenapa d kelola karang taruna desa laut tador
    Jadi sekarang ktor kembali dan semak.seharus nya
    Tetaplah di kelola oleh GP ansor

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*