Dari Target Rp. 77.252 Miliar, PAD Tapsel Capai 76,46 Persen

TAPSEL – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tapanuli Selatan per 30 Agustus 2014 telah mencapai angka 76,46 persen atau Rp59.696.917.592,02 dari target sebanyak Rp77.252.840.461,00.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan, Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Tapsel H Sulaiman Lubis SE melalui Kepala Bidang (Kabid) Pendapatan, Aswin Rangkuti SH kepada wartawan, Selasa (30/9).

Berdasarkan data yang disampaikan Kabid Pendapatan tersebut, pajak dan retribusi capaiannya 45,77 persen atau Rp9.104.964.050,00 dari target Rp19.891.453.688,00. Rinciannya, untuk pajak daerah, realisasinya 58,78 persen atau Rp6.711.855.995,00 dari target Rp11.419.000.000,00. Itu terdiri dari pajak hotel dengan capaian 23,71 persen atau Rp14.224.371,00 dari target Rp60 juta. Pajak restoran capaiannya 68,22 persen atau Rp1.807.866.017,20 dari target Rp2,65 miliar. Pajak hiburan capaiannya 23,75 persen atau Rp950 ribu dari target Rp4 juta. Pajak reklame capaiannya 56,30 persen atau Rp61.932.500,00 dari target Rp110 juta.

Sedangkan, pajak penerangan jalan realisasinya 84,19 persen atau Rp2.946.664.442,00 dari target Rp3,5 miliar. Pajak mineral bukan logam dan batuan realisasinya 33,46 persen atau Rp1.171.162.289,00 dari target Rp3,5 miliar. Pajak air bawah tanah 86,96 persen atau Rp8.696.325,00 dari target Rp10 juta.

Pajak sarang burung walet realisasinya 1,43 persen atau Rp500 ribu dari target Rp35 juta. Pajak bumi dan bangunan pedesaan dan perkotaan realisasinya 41,50 persen atau Rp622.457.396,00 dari target Rp1,5 miliar dan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) realisasinya 154,81 persen atau Rp77.402.655,00 dari target Rp50 juta.

Baca Juga :  Bupati Harus Copot Inspektorat Madina

Sedangkan dari sektor retribusi daerah, realisasinya 28,25 persen atau Rp2.393.108.055,00 dari target Rp8.472.453.688,00, berupa retribusi jasa umum dengan realisasi 30,86 persen atau Rp1.705.574.605,00 dari target Rp5.526.427.438,00.

Rincian retribusi jasa umum yaitu, retribusi pelayanan kesehatan realisasinya 31,30 persen atau Rp987.900.241,00 dari target Rp3.156.427.438,00, retribusi pelayanan persampahan/kebersihan realisasinya 23,46 persen atau Rp18.764.000 dari target Rp80 juta, retribusi penggantian biaya cetak KTP dan Akte Capil realisasinya Rp1,4 juta dengan target yang belum ditentukan.

Seterusnya, retribusi parkir di tepi jalan umum realisasinya 26,57 persen atau Rp26.565.000,000 dari target Rp100 juta, retribusi pelayanan pasar realisasinya 25,25 persen atau Rp439.267.500,00 dari target Rp1,74 miliar, retribusi pengujian kendaraan bermotor realisasinya 58,96 persen atau Rp79.592.500,00 dari target Rp135 juta, retribusi penggantian biaya cetak peta realisasinya nol dengan target kosong, retribusi pelayanan pendidikan realisasinya 130,00 persen atau Rp3,9 juta dari target Rp3 juta serta retribusi pengendalian menara telekomunikasi realisasinya 47,50 persen atau Rp148.185.364,00 dari target Rp312 juta.

Sementara retribusi daerah di kelompok retribusi jasa usaha realisasinya 21,41 persen atau Rp247.384.000,00 dari target Rp1.155.499.750,00. Rinciannya, retribusi pemakaian kekayaan daerah realisasinya 17,10 persen atau Rp170.990.000,00 dari target Rp1 miliar, retribusi Rumah Potong Hewan (RPH) realisasinya 72,80 persen atau Rp3.640.000,00 dari target Rp5 juta, retribusi tempat rekreasi dan olahraga realisasinya 108,08 persen atau Rp5.404.000,00 dari target Rp5 juta, retribusi penjualan produk usaha daerah realisasinya 47,86 persen atau Rp31.350.000,00 dari target Rp65.499.750,00 serta retribusi tempat penginapan/pesanggerahan/villa realisasinya 45 persen atau Rp36 juta dari target Rp80 juta.

Baca Juga :  2012 Jalan Penghubung 2 Kecamatan; Hutabargot Ke Penyabungan akan Dibangun

Lalu, retribusi daerah yang masuk dalam kelompok retribusi perizinan tertentu dengan realiasi 24,58 persen atau Rp440.149.450,00 dari target Rp1.790.536.500,00. Rinciannya, retribusi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) realisasinya Rp3,46 persen atau Rp51.957.900,00 dari target Rp1,5 miliar, retribusi Izin Gangguan (HO) realisasinya 134,65 persen atau Rp377.741.550,00 dari target Rp280.526.500,00, serta retribusi izin trayek realiasinya 104,50 persen atau Rp10.450.000,00 dari target Rp10 juta.

Dimana, target PAD Kabupaten Tapsel tahun 2013 lalu Rp64,086 miliar atau PAD tahun 2014 ini mengalami kenaikan Rp13 miliar lebih. (ran)

/METROSIANTAR.com

 

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*