Data Korban Banjir Banjir di Sulangaling Belum Jelas

Kondisi banjir bandang di wilayah Sulangaling, Kecamatan Muara Batang Gadis yang terjadi awal Januari 2010 lalu.

MADINA – Kondisi warga empat desa di wilayah Sulangaling, Kecamatan Muara Batang Gadis (MBG), Kabupaten Mandailing Natal (Madina), belum diketahui pasca banjir Kamis (5/6) pagi. Info sementara, hanya satu desa yang terendam banjir, sementara tiga desa lainnya aman.

Akses telekomunikasi dan akses transportasi ke lokasi ini sangat sulit. Tim SAR dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madina masih berada di lokasi banjir, namun belum bisa dihubungi via telepon seluler.

“Kita belum bisa pastikan data-data korban banjir, dan tim masih berada di lokasi, di sana tidak ada akses komunikasi, makanya kita kesulitan. Cuma tadi ada laporan masuk desa yang terendam banjir hanya satu yaitu Desa Hutaimbaru, tiga desa lainnya tidak begitu parah,” ujar Kepala BPBD Madina Rispan Juliardi, Jumat (6/6) yang mengaku sedang berada di pusat Kecamatan MBG menunggu tim dari lokasi banjir.

Disebutkan Rispan, dari informasi awal yang mereka terima, kondisi banjir tidak separah yang diberitakan sebelumnya, dan yang memang terendam banjir hanya satu desa, sementara tiga desa lainnya tidak begitu parah dan rumah warga tidak ada yang rusak.

“Hanya satu desa saja yang terendam, tiga desa lainnya tidak parah. Kami masih menunggu data,” pungkasnya.

Baca Juga :  Demo Tuntut Pemindahan Kantor Bupati Tapsel ke Sipirok Berlanjut - Blokir 5 Jalan, 2 Alat Berat Dibakar OTK, 20 Warga Diamankan

Seperti diketahui, empat desa di Sulangaling yaitu Desa Ranto Panjang, Lubuk Kapundung 1, Lubuk Kapundung 2, dan Desa Hutaimbaru, memang sangat sulit akses komunikasi, selama ini masyarakat hanya mengandalkan pemancar komunikasi bantuan untuk desa tertinggal.

“Dulunya pemancar itu ada di setiap desa, tapi sekarang tidak berfungsi lagi, karena alatnya sudah diambil oleh pihak operator atau perusahaannya, dan sekarang masyarakat sudah kesulitan berkomunikasi,” ucap tokoh masyarakat Muara Batang Gadis H Amiruddin Nasution belum lama ini.

Dan hal ini memang terbukti pada kejadian banjir kali ini, tak seorangpun di lokasi yang bisa dihubungi. Sementara, empat desa ini terpisah dengan sejumlah desa lainnya di Kecamatan Muara Batang Gadis. Keempat desa itu tidak mempunyai jalur transportasi darat.

Dan untuk tiba ke sana harus menggunakan perahu robin melewati sungai Parlampungan selama kurang lebih 3-4 jam. Dan waktu tempuh dari Panyabungan ke Kecamatan MBG saja sudah menelan waktu selama 4 jam. (wan)

Sumber: METROSIANTAR.com,

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. sekedar info saja buat pemerintah bahwa desa itu belum merasakan arti kemerdekan,itu desa tidak mendapatkan pasilitas dari pemerintah,paling dibutuhkan adalah kesehatan,didesa it sangat tinggi rasiko kematian akibat melahirkan,tolong dong pemeritah buka mata,trutama buat bupati mandailing natal,jgn cuma disaat kampanye saja di ingat !.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*