DBD Mulai Merebak di Sosa – Pemerintah Diminta Bertindak

Meskipun petugas kesehatan sudah melakukan pengasapan beberapa waktu lalu, sejumlah warga di Kecamatan Sosa, Palas diduga terjangkit penyakit Demam Berdarah Dangue (DBD). Wabah ini sudah mulai merebak dari desa-ke desa.

Seorang tokoh masyarakat di wilayah Sosa, Ahmad Sanusi Daulay, Minggu (23/10) mengatakan sejumlah korban yang diduga terjangkit penyakit DBD adalah Muhammad Darul Daulay (25) warga Desa Ujung Batu serta seorang anak kelas dua SD warga Desa Parau Sorat. Keduanya saat ini dirawat secara intensif di RSU Pekanbaru.

Selain itu, kata Ahmad, ada laporan bahwa dua orang lagi anak SD di Desa Ujung Batu, serta perempuan beusia 30 tahun warga Desa Tanjung Bale sudah meninggal dunia dan dinyatakan positif terjangkit penyakit DBD oleh dokter.

“Kondisi ini sudah berlangsung dalam tiga pekan terakhir ini. Virus ini merebak desa ke desa virus. Kita khawatir jika tidak ada tindakan dari Pemkab Palas, kondisi ini akan terus berlangsung dan masyarakat di daerah ini sudah mulai khawatir,” ujar Sanusi yang juga pengurus PC Nadhatul Ulama (NU) Palas ini.

Diungkapkannya, sebulan lalu pihak petugas kesehatan melakukan pengasapan  di sekitar wilayah Desa Parau Sorat, Desa Aek Bale dan Tanjung Bale. Sedangkan ke desa lainnya yang riskan terjangkit DBD, seperti Desa Ujung Batu sebagai Pusat Kecamatan Sosa belum ada dilakukan pengasapan seperti desa lainnya.

Baca Juga :  Panwaslu Temukan Oknum Halangi Proses Pilgubsu di Desa Jambur Padang Matinggi

“Untuk mencegah merebaknya DBD ini, kami minta kepada pemerintah agar mengintensifkan pengasapan dan penanggulangan sejak dini. Karena, warga sudah mulai merasa resah dan khawatir. Termasuk upaya pemda menurunkan tenaga medis untuk penanganan DBD, karena banyak warga miskin tidak mampu berobat ke luar daerah,” harapnya. Sedangkan Kadis Kesehatan Kabupaten Palas, Ahmadin Hutagalung mengaku belum mengetahui informasi tersebut dan harus diperiksa dulu apakah benar-benar warga yang disebutkan tersbeut memang terjangkit DBD.

“Jangan dulu terus disimpulkan DBD. Senin (besok, red) kami akan turun ke lokasi untuk menceknya dan menindak lanjutinya agar tidak merebak, jika terbukti DBD, kita akan melalukan pengasapan.

Namun, kata Ahmadin Hutagagulung, seluruh lapisan masyarakat harus mewaspadai penyebaran penyakit DBD. Caranya, memberantas sarang nyamuk dengan membersihkan lingkungan masing-masing.

Harus diingat penyakit DBD menyerang manusia tanpa mengenal usia, status, jabatan dan yang lainnya. Walau bagaimanapun usaha pemerintah, tanpa adanya usaha dari masyarakat, akan percuma bahkan akan menambah jumlah pasien DBD. Tidak ada kata tidak, kita harus serius dan selalu waspada untuk menjaga kemungkinan yang terjadi dengan menjaga kebersihan lingkungan masing-masing.

“Walaupun imbauan ini sudah terlalu sering saya lakukan, karena memang itulah yang harus dilakukan. Lebih baik mencegah daripada mengobati,” tegas Ahmadin Hutagalung.

Tokoh-tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh organisasi yang jelas mempunyai massa, hendaknya selalu mensosialisasikan cara pencegahan penyakit DBD dan mengkampanyekan bahaya penyakit DBD. (amr/mer)

Baca Juga :  Naskah UN terlambat datang di Madina

metorosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*