DBD Serang P. Sidimpuan, Satu Balita Meninggal

Penyakit Demam Berdarah (DBD) menyerang Kota Padangsidimpuan, satu balita tewas dan dua orang lainnya dirawat intensif di Rumah Sakit Daerah (RSUD) setempat.

Informasi dihimpun Analisa Kamis (30/9), balita yang meninggal akibat DBD tersebut Aisyah Fitri (5) warga Melati Seberang, Kecamatan Padangsidimpuan Utara. Balita tersebut meninggal setelah sebelumnya mengalami demam tinggi.

“Saat terjangkit, orang tua korban tidak langsung membawanya ke puskesmas atau rumah sakit namun malah dibawa berobat ke orang pintar. Akibatnya balita itu terlambat diberi pertolongan, “ujar Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan (PMK) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota P.Sidimpuan

Dijelaskan, selain Aisyah, dua warga juga dipastikan terjangkit DBD, namun keduanya sudah mendapatkan perawatan intensif di RSUD kota Padangsidimpuan.

Diakuinya, dalam kurun waktu satu bulan, Dinkes sudah menemukan tiga kasus DBD sehingga pemerintah dan masyarakat harus lebih berhati-hati karena penyakit ini bisa saja merebak dan mewabah.

“Dari data Dinkes P.Sidimpuan, jumlah kasus DBD selama satu tahun sebanyak 13 kasus. Ini mengharuskan kita lebih hati-hati terhadap wabah DBD ini, “imbuhnya.

Ditambahkan, untuk mencegah merebaknya penyakit DBD di kota P.Sidimpuan, Dinkes sudah melakukan beberapa tindakan seperti penyemprotan dan penyuluhan kepada masyarakat.

“Dinkes sudah melakukan fogging di daerah sekitar tempat tinggal korban. Tapi ingat fogging tidak menjamin warga untuk terhindar dari penyakit yang mematikan itu, “terangnya.

Baca Juga :  Pemerintah Daerah di Tapanuli bagian selatan Kurang Optimalkan Peran Praktisi Hukum

Guna memutus rantai penyebaran DBD kata Khairani, masyarakat harus rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus yakni mengubur, menutup dan membersihkan tempat-tempat yang menjadi genangan air secara massal serta ikanisasi di bak-bak penampungan air baik diluar ruangan maupu di dalam rumah sehingga diharapkan tidak ada kesempatan bagi nyamuk untuk bertelur.

Kabid Promosi Kesehatan (promkes) Khairul Harahap mengungkapkan, kondisi cuaca yang labil di kota Salak akan menimbulkan genangan air yang bisa digunakan sebagai media pertumbuhan jentik nyamuk.

“Cuaca yang kadang-kadang hujan kemudian panas atau hujan yang hanya sebentar akan menimbulkan genangan air yang bisa digunakan sebagai tempat berkembang biak,”tuturnya.

Lalai

Sementara ketua Fraksi Demokrat Khoiruddin Nasution menilai, Dinkes kota P.Sidimpuan lalai mengantisipasi penyakit DBD. Padahal biaya antisipasi berbagai penyakit termasuk DBD cukup besar dianggarkan tahun ini.

“Tahun 2010, DPRD menganggarkan Rp 276 juta lebih untuk kegiatan antisipasi penyakit dan penyebarannya. Jadi aneh, jika korban DBD masih terus berjatuhan di kota ini, “ujar Khoir.

Selain itu, Khoir juga menyayangkan sistem kerja yang diterapkan P2KP di daerah Pemko P. Sidimpuan.

“Dari delapan tufoksi P2KP, salahsatunya adalah pencegahan penyakit diwilayah kerjanya. Tapi hal itu nampaknya tidak dijalankan secara optimal , “katanya.

Diharapkannya, masyarakat P. Sidimpuan dapat menjaga kebersihan dilingkungan dan pekarangan rumah masing-masing untuk mencegah meluasnya penularan wabah DBD . (hih)

Baca Juga :  KORAMIL X BARTENG DENGAN PONPES GUNUNG SELAMAT MENGADAKAN PENANAMAN POHON MAHONI DI LINGKUNGAN PESANTREN

Sumber: http://www.analisadaily.com/index.php?option=com_content&view=article&id=70627:dbd-serang-p-sidimpuan-satu-balita-meninggal&catid=51:umum&Itemid=31

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*