DBD Serang Sidimpuan, 2 Meninggal

Padangsidimpuan, (Analisa). Demam Berdarah Dengue (DBD) menyerang Kota Padangsidimpuan, akibatnya dua warga meninggal dunia, sedangkan belasan lainnya dirawat intensif di Rumah Sakit Daerah (RSUD) setempat.

Pantauan Analisa Kamis (21/6), belasan anak-anak yang terserang DBD terbaring lemas disejumlah kamar di RSUD seperti ruang teratai I, II hingga Intalasi Gawat Darurat (IGD).

Selain itu, banyak juga anak-anak yang terjangkit penyakit masih dirawat di rumah masing-masing. Rata-rata badan mereka mengalami demam tinggi dan menggigil.

Menurut Masniari orangtua korban DBD Rosa Resika, badan anaknya tiba-tiba panas disusul dengan menggigil. “Melihat kondisi itu, saya langsung membawanya ke rumah sakit, untung cepat tertolong,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota P.Sidimpuan Doriah Hafni Lubis mengakui, jika sudah ada dua warga yang meninggal akibat serangan DBD sepekan belakangan ini.

“Dari data kami, sudah dua orang yang meninggal akibat diserang DBD, sedang belasan lainnya masih mendapat perawatan intensif di RSUD,” terangnya.

Disinggung tindakan dari Dinkes atas serangan DBD itu, Kadis mengatakan, jika pihaknya sudah melakukan survey jentik ke daerah-daerah yang terindikasi endemik DBD.

“Umumnya, jentik itu ditemukan di dalam dispenser atau lemari es. Selain itu, jentik juga ditemukan di kolong rumah warga” katanya.

Ditegaskannya, dalam waktu dekat pihaknya akan segera melakukan fogging dikawasan yang sudah teridentifikasi nyamuk penyebab DBD.

Baca Juga :  6 Ketua Parpol Gagal Duduk di DPRD Sidimpuan

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Padangsidimpuan H Khoiruddin Nasution, mendesak pihak Dinkes untuk segera melakukan pencegahan penyebaran DBD.

“Saya minta Dinkes segera melakukan foging, jangan hanya melulu melakukan survey, DBD sudah merebak, makanya tidak ada alasan lagi untuk menunggu melakukan foging, ” ujarnya. (hih/sah)

Sumber: analisadaily.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*