Defisit APBD Madina Perlu Dianalisa

Defisitnya anggaran APBD Madina, yang diperkirakan mencapai Rp45 miliar lebih perlu dianalisa dan dikaji kembali.

Hal itu dikatakan anggota DPRD Madina, Zubeir Lubis, pagi ini. Menurutnya, terkait masalah defisit anggaran itu bisa saja terjadi karena pemasukan anggaran yang sudah direncanakan tidak terealisasi karena beberapa hal. Namun perlu dikaji kenapa anggaran itu tidak masuk padahal sudah ada perencenaan dari awal.

“Setiap SKPD sudah membuat proyek anggaran setiap tahunnya, kenapa biaya keluar membengkak banyak sekali, inikan jadi pertanyaan”, katanya.

Zubeir melanjutkan, kinerja Dispenda Madina juga perlu dipertanyakan,  sebab Dinas ini merupakan ujung tombak di lapangan untuk memperoleh pemasukan dana PAD.

“Kita  berharap Dinas ini  lebih giat lagi menggali  dana PAD dan memasang target kalau perlu sampai ke kecamatan. Dinas yang punya pendapatan seharusnya dirangsang untuk lebih banyak memberikan PAD,” katanya.

Selain itu, katanya, secara administrasi pelaporan instansi yang memperoleh PAD ke Dinas Keuangan  agar lebih transparan disertai bukti-bukti yang akurat dari mana PAD itu berasal, berapa banyak PAD yang diperoleh.

“Sebab, kita khawatir terkadang Dinas yang ada PAD-nya tidak menyetor secara keseluruhan ke pada Dinas Keuangan, misalnya PAD pajak yang didapat dari masyarakat Rp200 juta, tapi yang disetor hanya Rp100 juta.

Sumber: http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=146651:defisit-apbd-madina-perlu-dianalisa&catid=15:sumut&Itemid=28

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Masyarakat Muara Batang Toru Adukan Kasus Keterangan Palsu Amdal Tambang G-Agincourt Resources

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*