Demo BBM, Mahasiswa Bakar Pos Polisi

Lima polisi nyaris menjadi sasaran amuk mahasiswa. Pos polisi nyaris dibakar.

Demonstran tolak BBM bakar Pos Polisi di Makassar (VIVAnews/RHA)

VIVAnews – Aksi anarkisme kembali dilakukan oleh massa demonstran yang menolak kenaikan harga bahan bakar minyak. Kali ini, massa mahasiswa dari Universitas Negeri Makassar (UNM), Sulawesi Selatan, membakar pos polisi yang terletak di Jalan Alauddin, Selasa 28 Maret 2012.

Awalnya, massa mahasiswa memblokade Jalan AP Pettarani, sejak pagi hingga sore hari. Sekitar pukul 15.00 WITA, mahasiswa melakukan konvoi menuju pertigaan Jalan Alauddin.

Saat tiba di Jalan Alauddin, massa berubah menjadi beringas. Mereka menyerbu sebuah pos polisi yang tengah dijaga lima polisi. Kelimanya nyaris menjadi sasaran amuk mahasiswa sebelum akhirnya diusir. Karena merasa kalah jumlah, kelima polisi itu mundur dengan teratur, tanpa perlawanan.

Tanpa dikomando, mahasiswa itu merusak pos polisi tersebut. Dengan menggunakan balok kayu dan batu, mereka memukul kaca pos hingga berantakan. Belum puas, mahasiswa berniat membakar pos tersebut. Namun untung, sebagian mahasiswa berhasil meredam teman-temannya yaang bertindak anarkis itu.

Mahasiswa yang sebagian membawa busur panah dan bom molotov itu kemudian meninggalkan pos yang dirusak. Pecahan kaca dan batu berserakan di sekeliling pos tersebut.

Salah satu dari lima polisi yang menjaga pos itu, Aiptu Eko Susanto, mengatakan terpaksa meningggalkan pos itu. “Massa mahasiswa menyerang tiba-tiba. Karena merasa terancam kami meninggalkan pos jaga. Setelah itu saya tidak tahu lagi bagaimana kondisi pos,” ujar dia.

Baca Juga :  NATAL 2011: 1.450 anggota Banser amankan Natal di 3 kota

Aksi unjuk rasa menentang kenaikan harga bahan bakar minyak juga terjadi di depan Kampus Universitas Islam Muhammadiyah (UNISMU) dan UIN Makassar. Hingga sore ini, masih terlihat konsentrasi massa mahasiswa. Bahkan, mahasiswa memblokade dua jalur jalan di UNISMU dengan palang kayu. Mahasiswa juga membakar ban-ban bekas. (adi)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*