Demo di Kejatisu, Mahasiswa Tuntut Adik TSO Ditangkap

Massa GPP-Sumut menggelar aksi unjuk rasa di Kejatisu menuntut adik TSO ditangkap, Rabu (26/11).

PALAS – Puluhan mahasiswa dari Gerakan Pemuda Pemerhati Sumatera Utara (GPP-Sumut) menggelar unjuk rasa di Kantor Kejaksaan Tinggi Negeri Sumut (Kejatisu), Rabu (26/11). Mereka menuntut penahanan terhadap tersangka Aminuddin Harahap Korupsi Bantuan Bencana Daerah Kabupaten Palas.

Koordinator aksi Khairul Habibi didampingi koordinator Lapangan Ismadi AP Siregar dalam pernyataan sikapnya membeberkan keprihatinan terhadap penegakan hukum di Sumut, khususnya penanganan terhadap tersangka korupsi. Pasalnya hingga kini 1 dari 7 tersangka yang ditetapkan masih saja bebas menghirup udara segar hingga duduk santai di kursi parlemen Palas.

“Ada apa gerangan penyidik kejaksaan tinggi yang sering berkomentar sana sini bahwa yang bersangkutan Aminuddin Harahap alasan sakit hingga ditunda penyidikannya. Alasan lain akan segera dijemput paksa atau dinaikkan berkasnya, ternyata bohong. Atau warga negara yang bernama Aminuddin Harahap ini mendapatkan perlakuan istimewa di depan hukum.

Ataukah pihak Kejatisu telah bermain mata dengan yang bersangkutan? Orang yang nyata-nyata mengembalikan kerugian negara tidak dihukum? Bukankah ini menjadi catatan buruk bagi penegak hukum di Negeri ini?” teriak Khairul Habibi.

Dalam hal ini massa juga mempertanyakan Aminuddin Harahap masih bebas berkeliaran dan dilantik menjadi anggota DPRD Palas yang dinilai telah menipu pihak kejaksaan.

Menanggapi masalah tersebut Staf Humas Kejatisu Novrianto SH menyampaikan persoalan yang telah berulang-ulang dipertanyakan sejumlah LSM ini telah pernah dipanggil. Namun, melalui kuasa hukumnya menyampaikan yang bersangkutan sedang dalam keadaan sakit. Meski demikian pihak Kejatisu lebih lanjut akan melakukan cross chek kelapangan guna memanggil kembali yang bersangkutan.

Baca Juga :  Pemko Padangsidimpuan Diminta Tunda Pemekaran Kecamatan

“Sudah berulang-ulang Lembaga Swadaya Masyarakat datang ke sini mempertanyakan permasalahan ini, tetapi memang sudah pernah kita panggil dan tersangka melalui Kuasa Hukumnya telah menyampaikan yang bersangkutan sedang sakit, dibuktikan dengan surat sakit dari Dokter Setempat. Setelah ini kita akan periksa kembali. Jika memang benar akan kita panggil, jika mangkir akan kita panggil lagi, dan jika mangkir lagi kita akan jemput paksa, tidak ada persoalan, mau dia adik ataupun anak Bupati, semua sama di mata hukum,” ujarnya.

Mendapatkan jawaban posistif dari pihak Kejatisu, selanjutnya massa membubarkan diri dengan tertib usai menyampaikan aspirasi selama hampir 2 jam.

Diketahui kasus dugaan tindak pidana korupsi Dana Bantuan Bencana Daerah tahun anggaran 2010 Kabupaten Palas yang bersumber dari dana bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat sebesar Rp5 miliar.

Dana tersebut diperuntukkan untuk pembuatan beronjong yang dipecah menjadi 11 paket, lalu 5 dari 11 paket tersebut berdasarkan temuan penyidik dan hasil audit BPKP telah terjadi kecurangan tindak pidana korupsi yang mana telah merugikan negara sebesar Rp2 miliar.

Kemudian pada tanggal 14 Maret 2013 pihak kejaksaan tinggi telah menetapkan tersangka sebanyak 7 orang; lima orang merupakan rekanan atau pihak ketiga sedangkan dua orang lagi merupakan pegawai negeri sipil.

Mereka adalah Muhammad Zein Nasution direktur perusahaan CV Usaha Dagang, Aswin Matondang direktur dari CV Hamido Utama, Malkan Hasibuan direktur CV Asoka Piramid, Endang Daniati direktur CV Kurnia Agung, Aminuddin Harahap direktur CV Gading Mas, Darman Hasibuan pejabat pembuat komitmen, dan Muhammad Fahmi pejabat penanggung jawab kegiatan. (tan)

Baca Juga :  Bank Sumut Beri Hadiah Siswa Berprestasi SMPN 1 Panyabungan

/METROSIANTAR.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*