Demo Dikantor Wali Kota Psp Ricuh – Pagar Rusak, 2 Mahasiswa Luka-luka

Mahasiswa dan Satpol PP Kota Psp dorong-dorongan pagar hingga rusak saat berunjuk rasa, Senin (26/5). (Oryza Pasaribu/Metro Tabagsel)

SIDIMPUAN – Mahasiswa-mahasiswi yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Padangsidimpuan bentrok dengan petugas Satpol PP, saat berunjuk rasa di depan Kantor Walikota Psp, Senin (26/5). Akibatnya, dua dari tiga mahasiswa mengalami luka-luka di bagian wajah.

Awalnya, aksi unjuk rasa menuntut Perda Nomor 23 tahun 2013 untuk dijalankan masih kondusif. Beberapa mahasiswa berunjukrasa di depan pintu gerbang masuk ke Kantor Walikota Psp, sementara mahasiswi-mahasiswi PMII melakukan aksi blokir Jalan Merdeka depan Kantor Walikota.

Berselang beberapa menit, Asisten I DR Ali Pada menemui mahasiswa. Namun, mahasiswa hanya ingin mendengar tanggapan dari Walikota Psp.“Kami tidak mau perwakilan. Kami ingin Walikota yang datang,” ujar pendemo ketika Asisten I datang menghampiri mereka.

Pemko terus berusaha membujuk pendemo untuk masuk beberapa perwakilan ke dalam Kantor Walikota membahas permasalahan tersebut. Mahasiswa tetap tidak menerima permintaan itu. Akibat tidak diberikan masuk ke dalam Kantor Walikota terjadi dorong-dorongan antara mahasiswa dengan petugas keamanan atau Satpol PP di gerbang masuk.

Setelah itu, mahasiswa berhasil merebut pagar dan menyeret pagar gerbang rusak ke jalan hingga tidak bisa lagi dipergunakan atau rusak. Selesai dorong-dorongan, aksi bertambah panas. Mahasiswa mendorong satu mobil ke badan jalan. Dorong-dorongan antara mahasiswa dengan petugas keamanan kembali terjadi. Bahkan, salah seorang pendemo ada yang teriak dan adu mulut dengan salah seorang petugas Satpol PP.

Baca Juga :  Presiden Siregar Se-Dunia Minta Bangun Tabagsel Lebih Baik

“Kenapa-kenapa,” ujar Gabean Siregar salah seorang pendemo ketika kepalanya dipukul salah seorang petugas Satpol PP pada saat aksi unjuk rasa sedang berlangsung. Mendengar itu, mahasiswa dan aparat keamanan kejar-kejaran di Jalan Merdeka depan Kantor Walikota hingga masuk ke dalam Halaman Kantor Walikota. Di dalam Halaman Kantor Walikota ada seorang mahasiswa yang berteriak-teriak dan bibirnya sudah berlumur darah. “Siapa yang memukul saya, siapa orangnya. Siapa orangnya itu,” teriak Asmad sambil berlari-lari mencari orang yang memukulnya.

Asmad mengatakan, ketika terjadi kejar-kejaran, ia masuk ke Halaman Kantor Walikota. Pada saat itu, ia diamankan dua petugas Satpol PP. “Saya diamankan petugas Satpol PP pada saat masuk ke halaman Kantor Walikotn. Dan, ada satu orang yang memukul saya. Orangnya pake baju warna biru, kalau namanya saya tidak tahu. Tapi orangnya pasti saya kenal kalau saya melihatnya,” jelasnya.

Sementara itu Rahmat Fauzan salah seorang mahasiswa yang mengaku juga dipukul salah seorang oknum Satpol PP mengatakan, ia dipukul di depan gerbang ketika kejar-kejaran petugas dengan mahasiswa. “Tidak tahu saya namanya, tapi saya dipukul salah seorang petugas. Petugasnya Satpol PP, lukanya di hidung saya,” ujarnya ketika selesai unjuk rasa.

Sementara itu Kasatpol PP Samadi mengatakan, pihaknya telah berusaha mengamankan dan mengkondusifkan situasi ketika aksi unjukrasa berlangsung. Namun, pendemo tetap bersikukuh dan anarkis untuk masuk ke dalam halaman Kantor Walikota. Padahal di dalam ruangan sedang ada rapat di Kantor Walikota antara pihak Pemko dengan Kepolisian.

Baca Juga :  Di Pijor Koling P.sidimpuan Tenggara - Tak Dikasih Uang Rokok Anak Gorok Ibu Kandung

“Kita sudah berusaha mengamankan, memediasikan agar beberapa perwakilan pendemo masuk kedalam ruangan membahas permasalahan ini. Tapi mereka tetap anarkis, bahkan merusak pagar dan dorong-dorongan dengan petugas,” jelasnya. (bsl) /

Sumber: METROSIANTAR.com,

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*