Demo Kantor Wali Kota, Mahasiswa Bawa Keranda – Tuntut Penyelesaian Kasus Dugaan Korupsi di Pemko Padangsidimpuan

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pemberantas Korupsi Kolusi Nepotisme (AMP KKN) Kota Padangsidimpuan (Psp), menggelar unjuk rasa di kantor Wali Kota Psp dan Kejari Psp, Selasa (1/6). Dalam aksi yang menuntut penyelesaian sejumlah kasus dugaan korupsi di Pemko Psp ini, mahasiswa membawa keranda mayat.

Selain membawa keranda mayat sebagai pertanda duka atas maraknya kasus dugaan korupsi di Psp, mahasiswa yang tiba di kantor Wali Kota Psp sekitar pukul 10.00 WIB ini, juga membawa puluhan spanduk tangkap koruptor.

Pimpinan aksi, Saharuddin Sagala, koordinator aksi, Rudymansyah Ritonga, dan koordinator lapangan, Abdul Aziz, dalam orasinya mengatakan, masyarakat Kota Psp menginginkan pejabat yang bersih, bukan pejabat yang suka korupsi apalagi korupsi berjamaah.

“Kami dari AMP KKN telah melakukan pengkajian, penelitian, investigasi, analisa APBD Kota Psp, dan kami menemukan ada dugaan korupsi penyalahgunaan wewenang, dugaan proyek fiktif yang mengakibatkan lambatnya pertumbuhan ekonomi rakyat berbanding lurus dengan kurangnya kesejahteraan rakyat,” sebut mahasiswa.

Mahasiswa menambahkan, Pemko Psp harus bersih dari KKN. Hal itu merupakan harga mati, maka usut tuntas kasus dugaan korupsi. Misalnya, di sekretariat daerah Kota Psp sebesar Rp10 miliar lebih diduga fiktif dan pemborosan anggaran, koruspi di Dinas Pertanian Psp, di sana ada dana sekitar Rp2 miliar, namun dana yang disalurkan hanya Rp1,7 miliar, korupsi di Dinas PU Psp sebesar Rp2 miliar, beberapa di antaranya diduga fikitf seperti pengadaan kendaraan roda 4 jenis pick up.

Baca Juga :  Pemkab Tapsel Bagi-bagi Mobil

Selanjutnya, kasus dugaan korupsi di Badan Ketahanan Pangan (Hanpang) yang diduga fiktif sebesar Rp1,49 miliar.

“Kami minta agar semua kasus dugaan korupsi ini diusut tuntas,” teriak mahasiswa.

Di gedung pemerintahan ini, aksi mahasiswa tidak mendapatkan perhatian wali Kota Psp dan Sekdako Psp. Sebab, keduanya tidak berada di kantor karena sedang mengikuti sidang LKPj di DPRD Psp.

Akhirnya mahasiswa membubarkan diri dengan tertib dan sambil menaiki becak dan membawa keranda, juga baliho dan spanduk melanjutkan aksi demo ke Kejari Psp.

Di Kejari Psp, mahasiswa kembali membacakan pernyataan sikap di hadapan pejabat teras Kejari Psp, di antaranya Kasi Pidsus, Yudha SH, Kasi Intel Polim Siregar SH dan lainnya sekaligus menyerahkan pernyataan sikap yang mereka bacakan.

Mahasiswa menuntut kepada Kejari Psp untuk mengusut tuntas kasus dugaan korupsi di Pemko Psp tanpa padang bulu sehingga kepercayaan masyarakat terhadap hukum tidak luntur.

Usai membacakan pernyataan sikap, mahasiswa kembali berlalu dari halaman kantor Kejari Psp, sementara pihak Kejari Psp tidak ada

memberikan tanggapan apapun terkait pernyataan sikap dari mahasiswa.

“Kita akan tindak lanjuti,” singkat Kasi Intel, Polim Siregar SH, kepada METRO, Selasa (1/6), usai aksi demo.

Sumber: http://metrosiantar.com/sidimpuan_raya_/Demo_Kantor_Wali_Kota_Mahasiswa_Bawa_Keranda

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Kondisi RSUD P.Sidimpuan Memprihatinkan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*