Demo Kenaikan BBM di Sidimpuan Ricuh – Rombongan Gubsu Dihadang, 1 Tanki Pertamina Disandera

(Analisa/hairul iman hasibuan) Duduki: Sejumlah orator mahasiswa menduduki plang merk kantor DPRD P. Sidimpuan guna berorasi menolak kenaikan harga BBM, Kamis (20/11).

Padangsidimpuan, Demonstrasi ratusan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UMTS), di halaman kantor DPRD Kota Padangsidimpuan berakhir ricuh, Kamis (20/11).

Pantauan Analisa, ratusan massa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UMTS itu, tiba di kantor DPRD Kota P. Sidimpuan sekitar pukul 10.30 WIB, mengendarai puluhan sepeda motor dan dua unit angkutan umum.

Selanjutnya, tiga orator aksi naik ke atas plang merk kantor DPRD Kota P. Sidimpuan untuk berorasi mengecam pemerintahan Jokowi-JK yang menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Sementara, sebagian massa membakar ban bekas dibadan jalan Sudirman (depan kantor DPRD P. Sidimpuan) sehingga asap hitam mengepul dan situasi terlihat mencekam.

Aparat kepolisian terpaksa mengalihkan jalur lalu lintas di depan Kantor DPRD akibat aksi bakar ban itu.

Usai berorasi sekitar setengah jam, massa merengsek masuk ke halaman kantor dewan di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian dan Satpol PP. Setelah berada di pelataran gedung dewan, massa memaksa masuk ke dalam kantor.

Upaya paksa mahasiswa itu mendapat perlawanan aparat kepolisian dan Satpol PP. Akibatnya, bentrokan tidak terhindarkan, adu jotos mahasiswa dan Satpol PP terjadi, meski tidak berlangsung lama karena seorang personel intel Polres P. Sidimpuan menarik personil Satpol PP yang tersulut emosi itu.

Baca Juga :  14 Januari hingga 13 Pebruari, Listrik Padam DI MADINA

Setelah kondisi reda, melalui pengeras suara fasilitator dari Polres mengimbau mahasiswa untuk mengutus perwakilannya berdialog dengan dewan di ruang gedung DPRD.

Iimbauan tersebut, ditolak massa yang lebih memilih melanjutkan aksi dengan parade mengelilingi pusat kota.

Dalam pernyataan sikap yang ditandatangani Ketua, Wakil, Sekjend BEM dan MPM UMTS masing-masing, Parlindungan Harahap, M.Ali Sofyan Pasaribu, Mardan Eriansyah Siregar serta Thomas Ady Saputra itu disebutkan, kecaman terhadap pemerintah Jokowi-JK yang menaikkan harga BBM.

Meminta, DPRD dan masyarakat Kota P. Sidimpuan ikut mengecam kebijakan kenaikan harga BBM dengan menandatangani surat penolakan yang dilayangkan kepemerintah pusat.

Kecam

Dalam pernyataan sikapnya, mahasiswa juga mengancam menurunkan Jokowi-JK, jika harga BBM tidak diturunkan. Dihadang Ratusan mahasiswa BEM menghadang iring-iringan kenderaan mobil Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Gatot Pudjo Nugroho saat hendak meninggalkan Mess Pemprovsu di Jalan Kenanga Kota P. Sidimpuan, usai menghadiri penutupan Hari Aksara Internasional tingkat Provinsi Sumatera Utara.

Mahasiswa, sempat naik kea tas salah satu iring-iringan mobil Gubsu, sembari meneriakkan penolakan kenaikan harga BBM.

Laju kenderaan Gubsu dan rombongan sempat terhenti sekitar 10 menit, hingga aparat kepolisian berhasil mengendalikan situasi.

Sandera

Aksi mahasiswa UMTS itu berlanjut dengan menyandera satu unit truk tanki Pertamina yang sedang melaju di Jalinsum SM Raja tepatnya depan pos Lantas Batunadua.

Mahasiswa kemudian berorasi diatas truk tanki pertamina mengecam kenaikan harga BBM.

Baca Juga :  Dinas PU Diminta Perhatikan Jalan di Madina

Meski aksi penyanderaan truk tanki pertamina itu hanya berlangsung sekitar 15 menit, namun sempat terjadi kemacetan di kawasan itu.

Setelah puas menggelar aksi penolakan kenaikan harga BBM dengan beragam cara tersebut, ratusan mahasiswa UMTS itu membubarkan diri dengan tertib. (hih)

/(Analisa)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*