Demo, Mahasiswa Bawa Sayur & Telur

MADINA- Hari Sumpah Pemuda di Madina diwarnai aksi demo ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam, Jumat (28/10). Massa menyoroti kinerja SBY yang dinilai gagal memimpin. Uniknya, massa membawa syur dan telur saat berdemo. Untuk apa?

14945861f0c23c311ca2790d5153f8e9bc10fed9 Demo, Mahasiswa Bawa Sayur & Telur
DEMO DPRD: Massa dari PMII Kabupaten Madina berunjuk rasa di kantor DPRD, Jumat (28/10), bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda. Mereka menilai kepemimpinan SBY gagal.

Pantauan METRO kemarin, massa beranjak dari bekas gedung SMPN 1 Panyabungan tepatnya di samping RSUD Panyabungan. Massa berangkat sekitar pukul 10.00 WIB. Tapi, sebelum ke gedung DPRD Madina, massa menyempatkan diri ke salah satu kantor PT Sorikmas Mining di Banjar Sibaguri, Kelurahan Kotasiantar, Panyabungan. Di sana, massa memberikan kado Hari Sumpah Pemuda.

Isi kadonya, sayur sawi, kacang panjang dan telur ayam. Hadiah ini diterima salah satu karyawan PT Sorikmas Mining. Di kantor PT SM, massa hanya meminta iktikad baik PT SM atas pekerjaan tambang yang dilakukannya di bumi Madina.
Tak berselang lama, massa langsung menuju gedung DPRD Madina. Tapi saat itu tidak ada seorangpun anggota DPRD Madina yang menemui pengunjuk rasa Lalu, dalam pernyataan sikapnya, Pelaksana Ketua Umum PKC PMII Sumut, Kurnia Hidayat menyerukan, PMII menilai presiden SBY selama 7 tahun ini dinilai gagal memimpin pemerintahan RI. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya persoalan yang terjadi dan belum terselesaikan bahkan terkesan ditutup-tutupi. PMII menilai SBY gagal dalam menuntaskan tindak pidana korupsi terbukti dengan banyaknya kasus-kasus yang dipetieskan sehingga terlihat telah terjadi kesenjangan di mata publik. ”Banyak sekali persoalan besar yang tak bisa diselesaikan selama pemerintahan SBY, kami menilai SBY gagal memimpin Negara ini, dan kami meminta SBY turun saja dari Presiden,” seru Kurnia.

Baca Juga :  Burangir Mengecam Walikota Padangsidimpuan Membela Diri

Meski hanya dihadapkan dengan pengamanan yang ketat, Kurnia menyuarakan Sumpah Pemuda merupakan awal dari kelahiran bangsa Indonesia. Usai menyampaikan pernyataan sikapnya, sebelum pulang, seratusan massa pengunjuk rasa ini menyempatkan diri untuk mendoakan seluruh pahlawan bangsa.

Ternyata bukan hanya PMII yang melakukan aksi unjuk rasa. Di tempat terpisah, Pengurus Cabang Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Madina juga melakukan aksi unjuk rasa. Massa HMI berdemo di kantor Bupati Madina. Massa tiba di halaman kantor Bupati Madina sekitar pukul 10.30 WIB.

Ketua Umum PC HMI Madina M Yasir Nasution dalam orasinya menyampaikan hari sumpah pemuda merupakan momentum bagi mahasiswa yang juga merupakan bagian dari pemuda untuk menyampaikan apa yang menjadi keresahan dalam memperhatikan bagaimana pemerintah menjalankan kebijakannya.

Dalam pengamatan HMI Madina, sambung Yasir, kepemimpinan HM Hidayat Batubara dan Dahlan Hasan Nasution dinilai masih jauh dari apa yang diharapkan masyarakat terutama pemuda di Madina. Itu ditandai dengan pemerintahan yang masih sarat dengan KKN. (wan)

metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*