Demo Masalah Pembangunan Pasar Sitinjak, Kantor DPRD Tapsel Dilempati Telur dan Tomat.

Padangsidimpuan, Kantor DPRD Tapanuli Selatan Jalan Sudirman exs merdeka di lempari telur dan tomat Selasa 05/06 oleh Aliansi Mahasiswa Masyarakat Peduli Birokrasi Bersih (AMMPBB) karena kesal tidak satupun anggota DPRD Tapsel yang menyahuti Aspirasi mereka, terkait pembangunan Pasar Sitinjak yang terancam Rubuh sebelum diresmikan menelan dana sebesar Rp 1.498.300.000.

Massa kesal karena sudah dua kali melakukan unjuk rasa maupun investigasi dan analisa namun belum mendapat tanggapat yang positip, pemerintah tapsel sepertinya enggan untuk menanggapinya. Padahal masyarakat sitinjak kecamatan angkola barat telah menanda tangani surat penolakan hasil pembangunan pasar sitinjak tanggal 24 maret 2012 yang ditujukan kepada kepala kejaksaan tinggi sumatera utara.setelah melakukan aksinya ke kantor DPRD Tapsel Tanpa Tanggapan,Massa kemudian melanjutkan aksunya ke Kantor Bupati Tapsel,Jalan Kenanga Padangsidimpuan,langsung diterima oleh wakil Bupati Tapsel Ir Aldinz Rapolo Siregar, Sekda Tapsel Aswin Efendi Siregar, Asisten III Aswad Daulay.SH.MH.

Wakil bupati tapsel dalam tanggapannya mengatakan sangat berterimakasih atas kehadiran mahasiswa dengan tertib,perlu diketahui pasar sitinjak sudah aman karena kita telah memanggil Dinas Prindag Tapsel,Konsultan Perencana,Konsultan Pengawas,serta Kontarktor CV Roro sada riski.solusi yang ditawarkan menurut ketiganya sudah dilaksanakan dengan sangat baik.karena waktu kejadian pasar sitinjak mau ambruk,itu masih dalam tahap pemeliharaan selama 6 bulan.tangapan dari wakil bupati tapsel ini sangat bertolak belakang dari keinginan para mahasiswa,contohnya siapa yang berani memberikan garansi bahwasanya pasar sitinjak aman dari ke khawatiran ambruk.dan kami akan melanjutkan aksi kami ke kejatisu ungkap mahasiswa dengan kesal.(Mara Iman Rambe)

dscf4022 Demo Masalah Pembangunan Pasar Sitinjak, Kantor DPRD Tapsel Dilempati Telur dan Tomat.dscf4009 Demo Masalah Pembangunan Pasar Sitinjak, Kantor DPRD Tapsel Dilempati Telur dan Tomat.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Hasil Panen di Madina Capai 5,23 Ton/Ha

4 Komentar

  1. Apa benar Alasan bencana Alam sehingga banyak kegiatan yang tidak selesai di Tapsel…?? Apakah bencana Alam benar2 terjadi atau hanya alasan menutupi ketidakmampuannya membanguan Tapsel ??
    Kalau benar alasannya itu berarti para elite yg membuat alasan itu adalah orang2 yang berdoa dan menginginkan agar bencana alam terjadi di tapsel,, Ini perlu adek2 mahasiswa bergerak dari alasan itu jelas2 Pemkab tdk peduli dengan pembangunan di Tapsel bahkan ingin tapsel kena bencana ,,

  2. Kepada adik2 mahasiswa yg tergabung di AMMPBB di dpr ada dua orang yg mau jadi walkot, Rahmad nasution dan isnan nasution……. jumpai dan tuntut mereka sebagai wakil rakyat….agar mendengar dan menindak lanjuti masalah pasar sitinjak ini……kalo tak ditanggapi…..suarakan kepada koum dohot warga di sidempuan……biar jangan memilih mereka…..untuk walkot….kalau mereka tidak menanggapi masalah ini……selamat berjuang….adik adik mahasiswa semuanya….ditangan kalian lah masa depan negeri ini…..kita mengharapkan negeri kita ini…..dipimpin oleh para pemimpim yang Amanah dan bisa berbuat adil…..horas

  3. DPRDnya pun tak terdengar suaranya disetiap teriakan aspirasi rakyat Tapsel yang terdengar dari mereka hanya suara ngorok aliass mukkor …potakko ari..!

  4. Itu alasannya tidak selesai atau amburadul karena adanya bencana alam…heheheheheheeeee. Karena dalam LKPJ banyak kalipun proyek yang tidak selesai karena terjadinya bencana alam….entah kapan dan dimana bencana alam yang dimaksud;

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*