Demo Nurdin Halid Kembali Pecah

Demonstrasi kepada Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid terus berlangsung, baik di Jakarta maupun beberapa daerah. Massa pendemo berasal dari pro dan kontra Nurdin.

Sekitar 500 demonstran menggelar aksi di depan kantor Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Massa yang tergabung dalam tiga elemen itu merupakan pendukung Nurdin Halid.

Tiga elemen tersebut yakni Gerakan Muda Indonesia, Barisan Muda Indonesia dan Masyarakat Pecinta Sepakbola Jawa Tengah. Dalam aksinya, Jumat 25 Februari 2011, mereka meminta Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Mennegpora), Andi Alfian Mallarangeng agar tidak mengintervensi PSSI. “Suporter atau Mennegpora jangan intervensi,” ujar Koordinator Aksi, Ujang.

Demonstran meneriakkan agar Mennegpora dan pihak yang tak menyukai PSSI agar tak mewacanakan revolusi di tubuh PSSI. Sebab, kata Ujang, PSSI punya aturan sendiri untuk menyelesaikan masalah yang ada.

“Tidak ada kata revolusi PSSI. Yang ada taat konstitusi atau statuta PSSI. PSSI punya aturan sendiri,” tegasnya.

Demo pendukung PSSI (VIVAnews/Zika Zakiya)

Ujang meminta kasus korupsi yang menjerat Ketua Umum Nurdin Halid tidak dijadikan alat untuk menggagalkan pencalonan Nurdin untuk kembali menjabat Ketua Umum PSSI periode 2011-2015. “Baik Nurdin atau siapa pun sudah terjerat kasus korupsi sebelumnya. Biar PSSI saja yang ngurus sendiri,” ucapnya.

Sebelum melakukan aksi di kantor PSSI, demonstran yang didominasi anak-anak muda ini mendatangi kantor Kemennegpora untuk meminta kunci kantor PSSI yang sebelumnya disegel oleh pihak Mennegpora. Namun, upaya mereka tidak berhasil. Pihak Mennegpora tak memberikan kunci kantor PSSI.

Baca Juga :  Jelang Mudik, Ruas Jalan di Madina Rusak Parah

Di Bogor, tercatat 50 orang suporter Boraholic, Viking Bogor, Kabomania dan Perkesit berdemonstrasi di kawasan Tugu Kujang yang terletak di Jalan Pajajaran, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat. Dalam aksinya tersebut, puluhan massa mendesak revolusi PSSI. Tak hanya itu, massa juga menginginkan pembatalan kongres PSSI pada Maret 2011.

Menurut Rendra, koordinator aksi dari Viking Bogor, aksi mereka dilatarbelakangi tidak adanya prestasi yang diraih Tim Nasional Indonesia di masa kepemimpinan Nurdin Halid. Untuk itu, pihaknya meminta PSSI menurunkan Nurdin Halid, menolak kongres dan hasil kongres PSSI, mempercepat keputusan komisi banding PSSI, tolak intervensi partai dan terakhir stop penggunaan dana APBD untuk penyelenggaraan Liga Sepakbola.

Di Yogyakarta, puluhan suporter Persiba Bantul yang lebih dikenal dengan Paserbumi juga menggelar aksi unjuk rasa penolakan Nurdin. Aksi unjuk rasa puluhan suporter ini berlangsung di perempatan Klodran, Jalan Jenderal Sudirman, Kabupaten Bantul, DIY.

Aksi ini diakhiri dengan menaburi bunga pada mayat yang dibungkus kain kafan sebagai lambang kematian PSSI jika nantinya Nurdin teropilih kembali sebagai ketua.

Lurah Paserbumi, Hanung Raharja menyatakan, pihaknya hanya memberi fasilitas kepada para suporter untuk menyuarakan aspirasi mereka. “Aksi ini murni inisiatif dari suporter Persiba Bantul dan tidak ada pihak yang menggerakkan,” tegasnya.

Laporan: Ronito Kartika Suryani, Ayatullah Humaeni, Juna Sanbawa. (vivanews.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Veteran dan Ulama Tapsel Dukung Kantor Bupati di Kilang Papan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*