Demo PMMI Madina Ricuh, Mahasiswa dan Satpol PP Saling Dorong

Kabag Ops Cekcok dengan  Anggota Dewan

14864271a06d2b2af355b8dae3736090be2a3209 Demo PMMI Madina Ricuh, Mahasiswa dan Satpol PP Saling Dorong
Massa PMII Madina terlibat aksi dorong dengan petugas Satpol PP, kemarin. Dalam unjuk rasa ini, Kabag Ops Polres Madina Kompol Safaruddin dan anggota dewan Erwin Lubis terlibat adu mulut.

Kompol Safaruddin yang menjabat Kabag Ops di Polres Madina terlibat adu mulut dengan anggota dewan Erwin Lubis, Senin (17/10). Bahkan, keduanya cekcok mulut di hadapan puluhan mahasiswa yang berunjuk rasa ke DPRD.

Mahasiswa yang berunjuk rasa itu tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Madina. Kemarin, mereka mendatangi DPRD menuntut wakil rakyat segera memanggil Kepala Badan Lingkungan Hidup, Pertamanan dan Kebersihan. Tujuannya, untuk menjelaskan alasan dan penyebab kesemrawutan Kota Panyabungan sebagai ibukota Kabupaten Madina.

Massa tiba di halaman DPRD Madina sekira pukul 11.30 WIB. Begitu bergerak dari Sekretariat PC PMII Madina di Kelurahan Dalan Lidang, Kecamatan Panyabungan, massa menerima pengawalan dari personel Polres Madina dan Satpol PP.
Sebelum menyampaikan orasinya, mahasiswa menyanyikan lagu Indonesia Raya, usai itu massa meringsek masuk ke dalam gedung DPRD Madina tetapi dilarang petugas. Akibatnya, mahasiswa dam petugas terlibat aksi saling dorong sekitar 15 menit.

Saat unjuk rasa berlangsung, koordinator keamanan yang juga Kabag Ops Polres Madina, Kompol Safaruddin, berusaha menenangkan massa. Ia meminta mahasiswa berorasi secara tertib. Dan, kalau pun mau masuk menemui anggota DPRD harus melalui perwakilan. Namun, massa menolak dan meminta seluruh massa dilibatkan.

Tiba-tiba muncul anggota DPRD Madina dari komisi 2, Erwin Lubis. Ia langsung menarik mikropon yang dipegang tangan perwira dari Polres Madina, sementara Kabag Ops belum selesai berbicara.

Baca Juga :  Polres Sidimpuan Tangkap Bandar Sabu

Tentu saja aksi main rebut anggota DPRD tersebut membuat Kabag Ops yang sedang menenangkan massa naik pitam. Ia langsung menghempaskan mikropon yang dipenggangnya ke tanah di hadapan seluruh mahasiswa, tapi tidak sampai rusak.
”Anda siapa, kenapa langsung main tarik, saya kan lagi berbicara,” kata Kabag Ops. Erwin menjawab, ia adalah anggota DPRD Madina yang ingin menenangkan massa. ”Saya anggota DPRD Madina dan saya ingin menjumpai mahasiswa ini,” katanya.
Situasi panas antar perwira dengan wakil rakyat mereda setelah salah seorang personel Polres Madina menarik Erwin Lubis keluar dari adu-mulut tersebut.

Usai insiden tersebut, massa tetap ngotot ingin masuk menemui pimpinan dan anggota DPRD Madina. Tidak lama kemudian, Erwin Lubis bersama dua anggota dewan lainnya, Ja’far Rangkuti dan Harminsyah Batubara menemui massa dan mengajak mahasiswa berdialog

Menurut Ja’far, 16 anggota DRPD sedang mengikuti agenda pansus ke luar kota dan yang lainnya sedang kunjungan lapangan sehingga hanya mereka bertiga yang menerima mahasiswa untuk berdialog.

“Kita bukan tidak serius menanggapi tuntutan aspirasi adek-adek mahasiswa, tetapi sebagian besar anggota DPRD kita sedang tugas di luar kota. Jadi, saya harap adek-adek dapat memakluminya,” ucap Ja’far.

Akhirnya massa mau berdialog dengan tiga anggota DPRD Madina di ruang sidang paripurna. Namun, karena pihak Pemkab tidak ada khususnya dinas yang menangani kondisi kesemrawutan Kota Panyabungan, mahasiswa mengambil keputusan keluar dari ruang sidang paripurna. (wan)

Baca Juga :  Soal Larangan Pengutipan Biaya Masuk Sekolah - Disdik Tapsel Terbitkan Surat Edaran

metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*