Demo Tolak Kenaikan Harga BBM – Abang Becak: Kami jadi Gigit Jari

Para demonstran saat menyampaikan apirasi terkait penolakan kenaikan harga BBM di depan Kantor DPRD Kota Psp, Rabu (19/11). (Oryza)

SIDIMPUAN – “Dulu kami bangga dengan salam dua jari, tapi sekarang kami jadi gigit jari,” teriak para demonstran. Puluhan massa itu merupakan gabungan abang becak dan pengurus Karang Taruna yang menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Kota Psp menolak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Ketua Karang Taruna Ammar Ghozali Lubis melalui Wakil Ketua Muhammad Ridwan Siregar dalam orasinya menyampaikan, DPRD Kota Psp selaku perwakilan rakyat diharapkan bisa menyampaikan aspirasi masyarakat Kota Psp kepada pemerintah pusat bahwa kebijakan pemerintah untuk menaikkan BBM sangat membuat masyarakat tersakiti khususnya abang becak (Parbetor). Karena nasib ekonomi abang becak akan terancam disaat pemerintah menaikkan BBM subsidi.

“Kami datang ke sini untuk menyampaikan isu nasional, bukan isu yang berkaitan dengan APBD Kota Psp. Kami harapkan kepada anggota DPRD sebagai tempat bernaungnya masyarakat bisa menyampaikan aspirasi ini. Bahwa kenaikan BBM ini menyakitkan bagi kami khususnya abang-abang becak di Kota Psp,” ujarnya.

Pantauan Metro Tabagsel, awal mula aksi, mereka Karang Taruna menyampaikan aspirasi di Jalan Merdeka depan Kantor DPRD Kota Psp dengan para abang becak. Di sisi lain, becak-becak dari Parbetor tersebut langsung parkir sejara memanjang di depan kantor lembaga perwakilan rakyat tersebut.

Karena aspirasi tidak disahuti, kemudian massa yang melakukan aksi unjukrasa masuk ke dalam halaman Kantor DPRD untuk menyampaikan aspirasinya agar pihak DPRD menerima kedatangan mereka (demonstran).

“Bagaimana nasib abang becak, hanya Rp1.000 dinaikkan ongkos becak, penumpang sudah keberatan kepada kami. Tolong sampaikan aspirasi kami ini anggota dewan, jangan hanya makan gaji buta yang bisa,” tambah Ridwan sesampainya di halaman Kantor DPRD.

Baca Juga :  Gubsu Dinobatkan Marga Hasibuan

Para demonstran masuk ke halaman kantor DPRD, namun anggota DPRD yang ada di dalam gedung lembaga legislatif tersebut tidak ada yang keluar menyahuti aspirasi para abang becak. Kemudian, mereka mengambil sikap untuk melakukan bakar ban di halaman tersebut agar para anggota dewan keluar menyambut mereka (demonstran).

Di sela-sela aksi unjuk rasa, pihak kepolisian mencoba memediasi demonstran agar beberapa orang masuk ke dalam untuk duduk bersama dengan anggota dewan. Akan tetapi harapan dari demonstran untuk berjumpa dengan anggota dewan tidak tersahuti, karena keinginan mereka (demonstran) bahwa anggota dewan harus keluar menerima aspirasi dari abang becak. Aksi yang berlangsung dari pukul 09.30 WIB hingga selesai sekitar pukul 11.30 WIB tidak mendapat sambutan dari anggota dewan.

“Kalaupun kalian (anggota dewan) tidak menyahuti kami, kami akan datang lagi melakukan aksi unjukrasa di hadapan semua orang ketika Gubernur Sumatera Utara datang. Jadi tunggulah aksi kami karena permasalahan ini merupakan masalah masyarakat marjinal yang harus disampaikan kepada pemerintah pusat,” terangnya sembari membubarkan abang becak.

Tarif Baru Angkot Bervariasi

Pasca kenaikan harga BBM, tarif angkutan umum di wilayah Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) turut melonjak. Seperti angkutan antar kecamatan CV Gutex yang biasa beroperasi dengan trayek Pasar Gunung Tua menuju Kecamatan Simangambat, dari Rp25 ribu menjadi Rp30 ribu per orang.

Dorlan Harahap salah satu supir angkot kepada Metro Tabagsel menyebutkan, ongkos dari Pasar Gunung Tua menuju Kecamatan Simangambat alami kenaikan 10 persen. Katanya, ia dan supir lainnya terpaksa menaikkan ongkos sewa dari tarif sebelumnya, berhubung harga BBM telah resmi naik, Selasa (17/11) lalu.

Baca Juga :  Di Padangsidimpuan; Oknum Jaksa Diduga Peras Terdakwa Rp 3,5 Juta

Kenaikan ongkos ini, sambungnya, adalah hasil kesepakatan sesama supir, dalam kesepakatan itu tarif ongkos trayek Pasar Gunung Tua menuju Kecamatan Simangambat.

Sementara itu, Alamsyah supir PO Anatra mengatakan tarif angkutan umum naik. Untuk jurusan Pasar Gunung Tua menuju Batang Baruhar dari Rp5 ribu rupiah per orang kini naik menjadi Rp6 ribu. Sedangkan trayek Pasar Gunung Tua menuju Sipupus naik menjadi Rp9 ribu, sebelumnya Rp7 ribu per orang.

Dan, kenaikan tersebut mulai berlaku Rabu (19/11) dan kenaikan ini pun adalah hasil kesepakatan bersama sesama pengusaha jasa angkutan umum yang ada di Paluta.

Berbeda dengan jasa angkutan CV Padang Bolak dengan trayek Pasar Gunung Tua menuju Pasar Sipiongot, Kecamatan Dolok. Ongkos menuju Pasar Sipiongot setelah harga BBM resmi naik, masih menggunakan argo lama, yakni Rp40 ribu per orang. Hal ini dikatakan oleh agen CV Padang Bolak A Harahap di Gunung Tua, Rabu (19/11). “Ongkos ke Sipiongot belum naik, masih dengan tarif lama, 40 ribu rupiah per orang,” katanya. (mag-02/bsl)

/METROSIANTAR.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*