Demo Tolak Kenaikan Harga BBM – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Tapsel (UMTS) Padangsidimpuan Sandera Truk Tanki Pertamina

Satu truk milik pertamina yang mengangkut minyak juga menjadi korban ‘sandera’ saat aksi demonstrasi yang dilakukan seratusn mahasiswa di Jalinsum Jalan H Raja Inal Siregar Psp Batunadua Kota Psp, Kamis (20/11). (Samman Pohan)

SIDIMPUAN – Tolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang telah ditetapkan Pemerintah pada Senin (17/11) malam kemarin, seratusan Mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Padangsidimpuan demo ke Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Psp. Selain itu, mahasiswa yang berunjuk rasa pada Kamis (20/11) itu juga sempat sandera truk tanki pertamina.

Awalnya mahasiswa memblokir Jalan Merdeka, tepatnya di Depan Kantor DPRD Kota Psp yang disertai dengan bakar ban. Tak hanya itu, mahasiswa juga sempat menaiki atap gedung DPRD.

Tak juga mendapat respon baik, mahasiswa pun beranjak memasuki bagian halaman Kantor DPRD itu dan menyampaikan orasi hingga sempat terjadi kericuhan dengan petugas keamanan, karena mahasiswa memaksa masuk ke dalam gedung DPRD. Massa pun tenang ketika sejumlah Anggota Dewan seperti Irsan Efendi Nasution dan Timbul Simanungkalit hadir menjumpai mereka.

“Pada hakikatnya, negara kita sudah merdeka. Mulai tahun 1945 atas perjuangan pahlawan bangsa yang diproklamasikan oleh Bung Karno. Akan tetapi, kita lihat sampai saat ini kemerdekaan itu hanya dimiliki segelintir orang-orang yaitu oknum Kapitalis dan penguasa. Maka dengan ini kami sebagai mahasiswa akan merebut kembali kemerdekaan itu. Kita lihat pada hari ini, pemerintah telah menaikkan harga BBM tanpa memikirkan rakyat kecil. Derita rakyat adalah derita kita bersama,” teriak mahasiswa yang diKoordinir Muhammad Ali Sofyan Pasaribu dan Mardan Erwinsyah Siregar itu.

Tak puas karena tidak menemui Ketua DPRD, Mahasiswa menuju Mess Provinsi Sumatera Utara di Jalan Kenanga. Mengetahui Ketua DPRD Kota Psp berada di situ pada saat Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho dengan Unsur Pimpinan Daerahnya lainnya, usai menutup Peringatan Hari Aksara Internasional, mahasiswa pun kembali bersikap. Mereka menaiki bagian atas mobil dinas yang terparkir disitu yaitu mobil Toyota Innova milik Dinas Pendidikan Mandailing Natal dengan nomor polisi BB 466 R dan mobil Helux milik Dinas Perhubungan Madina BB 8525 R.

Baca Juga :  BBM Turun, Harga Sembako Tetap Mahal

Puas dengan aksinya, mahasiswa kembali berorasi hingga akhirnya Ketua DPRD Kota Psp Taty Aryani Tambunan menjumpai mahasiswa tersebut. Mahasiswa pun menyatakan sikapnya.

“Kami mengecam kebijakan Pemerintahan Jokowi-JK yang telah menaikkan harga BBM sebesar Rp2000. Kami meminta kepada DPRD Kota Psp agar bersama-sama mengecam dan mencabut kebijakan pemerintahan Jokowi-JK. Kami meminta agar seluruh DPRD Kota Psp menandatangani bersama atas penolakan kebijakan pemerintah Jokowi-JK yang menaikkan BBM,” teriak mahasiswa.

Menanggapi itu, Taty Aryani Tambunan pun mengatakan akan menindak lanjuti pernyataan sikap mahasiswa. Namun dirinya menolak untuk menandatangani penolakan dan kecaman terhadap kebijakan pemerintah yang diajukan mahasiswa itu.

“Untuk menandatangani ini harus atas nama Lembaga DPRD dan saya perlu berdiskusi dengan Ketua-Ketua Fraksi semua,” jelasnya.

Kapolres Kota Psp AKBP Muhammad Helmi SIK pun akhirnya memberi arahan kepada mahasiswa untuk menjaga keamanan aksi damai.

“Semua harus aksi damai, harus sama-sama menjaga kekondusifan, tetap tenang dan jangan menimbulkan keributan,” ujarnya di hadapan Koordinator Aksi dan Lapangan serta Ketua BEM dan MPM UMTS itu.

Mahasiswa yang tidak mendapat tandatangan penolakan kenaikan harga BBM dari Ketua DPRD, beranjak menuju Persimpangan Jalan Bypass AH Nasution dan Jalan Raja Inal Siregar Batunadua. Pada aksi itu, mahasiswa kembali memblokir sebagian jalan dan membakar ban. Mahasiswa juga menyandera satu Unit Truk Tanki Pertamina bernomor polisi BK 9196 CF. Setelah ada pembicaraan yang baik dengan pihak kepolisian, mahasiswa pun melepaskan truk itu untuk melanjutkan perjalanan.

Pada aksi terakhir itu, mahasiswa itu pun membubarkan diri dengan tertib. Para mahasiswa juga berjanji akan melakukan aksi lagi dengan gabungan bersama BEM-BEM Perguruan Tinggi lainnya di Kota Psp.

(Analisa/hairul iman hasibuan) Duduki: Sejumlah orator mahasiswa menduduki plang merk kantor DPRD P. Sidimpuan guna berorasi menolak kenaikan harga BBM, Kamis (20/11).

Kapolres: Silahkan Demo, Jangan Anarkis

Pasca kenaikan harga BBM yang memicu banyaknya aksi demontrasi dari lapisan masyarakat dan mahasiswa yang terjadi hampir diseluruh Indonesia, terlebih di Kota Psp, Kapolres Kota Psp AKBP Muhammad Helmi Lubis SIK tetap menghimbau untuk tetap kondusif. “Sampai saat ini kami masih terus siaga satu dalam melaksanakan pengamanan pasca terjadinya kenaikan harga BBM, baik di sejumlah SPBU maupun pengamanan terhadap para demonstran yang melakukan aksi unjuk rasa,” ungkapnya, Rabu (19/11) kemarin.

Baca Juga :  Pria Yang Bakar Diri di Jalan Sisingamangaraja Padangsidimpuan Akhirnya Meninggal Dunia

Kapolres juga mengatakan, ia memperbolehkan kepada lapisan masyarakat atau mahasiswa untuk melakukan aksi unjuk rasa, sebab hal itu sesuai dengan aturan undang-undang tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat dimuka umum. Namun, ia juga tetap meminta untuk tidak melakukan tindakan yang mengganggu ketertiban umum, apalagi sampai bertindak anarkis. “Silahkan berdemo, tapi tetap kondusif dan jangan sampai melakukan tindakan anarkis, apalagi sampai mengganggu ketertiban umum,” imbaunya.

Sampai saat ini, Kapolres menyampaikan untuk kondisi di wilayah hukumnya terkait maraknya aksi demontrasi yang dilakukan lapisan masyarakat masih berjalan tertib dan kondusif, dan untuk mengantisipasi terjadinya ancaman-ancaman gangguan yang besar, pihaknya sudah melakukan pengamanan disejumlah tempat-tempat yang dianggap vital.

“Seperti di sejumlah SPBU dan kantor-kantor atau instansi pemerintahan pun terus kami pantau. Mudah-mudahan sampai saat ini situasi keamanan di Kota Psp pasca terjadinya kenaikan harga BBM masih dirasa aman dan kondusif,” pungkasnya. (yza/mag-01)

/METROSIANTAR.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*