Demo Tolak Pipa Limbah Tambang Emas PT G-Resource di Tapsel Berakhir Bentrok

Medan Aksi demo ribuan warga desa asal Kecamatan Muara Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara (Sumut) diwarnai bentrokan dengan aparat kepolisian, Rabu (5/9/2012) siang. Bentrokan akibat buntut penolakan warga atas pembangunan pipa limbah perusahaan tambang emas milik PT G Resource.

Bentrokan itu terjadi di Desa Tanotiris, beberapa kilometer dari lokasi pembangunan pipa limbah PT G Resource, sekitar pukul 12.00 WIB. Pemicu bentrokan, karena warga dilarang mendekat ke lokasi penanaman pipa limbah.

Warga kemudian melempari petugas dengan batu. Petugas kemudian membalas, dan berikutnya saling pukul.

“Dari pihak kita ada tiga orang yang luka ini. Ada satu cukup lumayan lukanya di bagian kepala,” kata
Segar Pardede, warga Mabang 1, yang ikut dalam demo itu.

Bentrokan mereda setelah Wakil Kepala (Waka) Polres Tapsel, Kompol Zainuddin menyatakan proyek penanaman pipa limbah PT. G Resource tidak dilakukan. Berikutnya warga kemudian melanjutkan perjalanan menuju Pulo Godang, Batangtoru, dan berkumpul di sana.

“Sekarang ini lebih dari 2.000 warga di sini, dan makin banyak yang datang,” kata Pardede.

Warga bermaksud menggagalkan rencana pemasangan jaringan pipa pembuangan limbah G Resource. Jalur pipa limbah ukuran besar itu mengarah ke Sungai Batang Toru, yang merupakan urat nadi kehidupan warga.

(rul/try)  –  Sumber: Detik.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Keputusan Komite Banding Dipengaruhi Ancaman

2 Komentar

  1. Konflik belum selesai bahkan masih akan terus berkepanjangan, walau Wakapolres Kompol Zaenuddin bilang proyek penanaman pipa limbah tidak dilakukan, karena terkesan cuma lips-service ulur waktu jinakkan rakyat. Buktinya ratusan aparat bersenjata dari berbagai instansi keamanan dan pertahanan –yg dah khianati fungsi dasarnya amankan dan pertahankan negara dan rakyat, tapi amankan dan pertahankan konglomerat– masih tetap bertahan di lokasi selama 3 minggu ke depan, waktu yg cukup utk mengawal pemasangan pipa menunggu rakyat letih dan lengah.
    Biarkan saja rakyat itu berjuang sendiri mempertahankan sumber hajat hidupnya, klu nanti dah ada korban rakyat mati kan datang sendiri perhatian dari pusat.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*