Demo Tuntut Camat Tutup Kandang Ayam – Kalau Masih Beroperasi Akan Kami Bakar!

Ratusan warga Kelurahan Pasar Pargarutan Batu Kecamatan Angkola Timur saat berunjuk rasa, Jumat (9/1) lalu. (Oryza)

SIDIMPUAN – Meski sudah menerima surat pernyataan langsung dari camat, namun warga masih tidak percaya. Mereka mengancam akan melakukan pembakaran jika menemukan kendaraan yang masuk dan membawa anak ayam untuk diternak kembali.

“Begitupun kami tetap menunggu tindakan dari pihak pemerintah Tapsel. Jangan salahkan warga jika ada yang bertindak anarkis. Jika kami masih menemukan kendaraan yang masuk dan membawa anak ayam untuk diternakkan kembali, maka akan kami bakar mobilnya,” ancam warga di depan Kantor Camat Angkola Timur, Jumat (9/1) lalu.

“Jangan sudah ada pernyataan seperti ini, tapi tetap saja ada aktivitas memasukkan kembali anak-anak ayam yang akan diternakkan lagi. Kalau itu kami temukan akan kami bakar mobilnya,” tegas warga kembali. Jumin (45), salah seorang warga Kelurahan Pasar Pargarutan, Lingkungan V, mengatakan, usaha peternakan ayam yang ada di sekitar tempat mereka sudah berlangsung hampir satu tahun.

Dan, sudah selama enam bulan mereka mendesak camat untuk menutupnya. Menurut Jumin, sudah ada empat usaha peternakan ayam yang berdiri di sekitar tempat mereka, bahkan, ada satu tempat lagi yang rencananya akan dibuka.

“Padahal sudah jelas usaha peternakan itu ilegal dan tidak ada izinnya dari Pemerintah, tapi anehnya kenapa bisa berdiri, berarti ada apa di balik itu?” tanyanya.

Baca Juga :  Pemkab Dituding Lebih Memihak PT AR

Meskipun begitu, warga tetap menghargai surat pernyataan yang telah dibuat camat dan menggaransi akan menutup kandang yang sudah tidak ada lagi ayamnya dan memberikan kesempatan bagi yang masih ada ditunggu sampai masa panen dan setelah itu juga turut ditutup. Kita tunggu saja sampai di ana komitmen pihak pemerintah,” tukas warga. (yza)


METROSIANTAR.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*