Dengan Alasan; Tak Tau Mengoperasikan dan Takut Digondol Maling, Komputer Bantuan Pemerintah Disimpan di Rumah Guru

Komputer bantuan pemerintah yang disalurkan ke sejumlah sekolah di pelosok tanah air seharusnya dimanfaatkan dengan baik. Agar para pelajar tidak lagi gagap teknologi (gaptek) dan bisa mengikuti perkembangan zaman. Namun, beberapa sekolah di Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) justru menyimpan komputer tersebut di rumah. Alasannya, para guru tidak ada yang tau mengoperasikan komputer dan takut digondol maling.

Sejumlah SD yang memiliki komputer bantuan pemerintah yang dijumpai METRO mengaku belum memanfaatkannya. Seperti yang diutarakan Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) 10275 Sibadoar, Kecamatan Sipirok, Ansyoriah Siregar.

Menurut Ansyoriah Siregar, sejak komputer ada di sekolah yang dipimpinnya, mereka sama sekali belum pernah menjadikan perangkat lunak tersebut sebagai alat pembelajaran terhadap muridnya. Sebab, di antara guru yang ada hingga saat ini belum bisa mengoperasikannya. Bahkan, komputer itu disimpan di rumah dengan alasan takut dicuri.

“Saya takut komputer itu hilang kalau disimpan di sekolah. Jadi, lebih bagus disimpan di rumah saja. Saya sudah mencoba untuk mempelajarinya, tapi bagaimanalah belajar di usia saya bagaikan mengukir di atas air,” sebutnya kepada METRO, Selasa (12/10).

Hal senada disampaikan Kepala SDN 100690 Kecamatan Arse, Salamah. Menurutnya, komputer di sekolah yang dipimpinnya juga masih tersimpan rapi karena tidak ada yang sanggup mengoperasikannya. “Kami guru saja tak mampu mengoperasikan apalagi murid, terpaksa kami simpan saja,” kata Kasek.

Baca Juga :  Persoalan Izin PT Sorikmas Mining - Pansus: Kinerja Pemkab Kurang Maksimal

Sementara itu, Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Tapsel, Marasaud, melalui Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar, Hj Masni, kepada METRO, menyebutkan, keberadaan komputer di sekolah yang memilikinya seharusnya berfungsi dan difungsikan, tidak ada alasan tidak bisa mengoperasikannya.

“Komputer itu harus di sekolah, seharusnya berfungsi. Untuk itu kita harus belajar Aktivis LSM Lepanri NGO, Drs Baginda Muda Siregar, menyampaikan, sesuai dengan temuannya di lapangan, seperti SDN Pangurabaan, SDN Paranjulu, dan SDN Sibadoar Kecamatan Sipirok, keberadaan komputer jelas tidak difungsikan untuk anak didik bahkan komputer tersebut tidak berada di sekolah alias dibawa ke rumah seolah milik pribadi dengan alasan yang tidak pasti.

“Dengan tidak ditempatnya inventaris negara tersebut untuk waktu yang lama, apapun alasan kepala sekolah itu sudah terindikasi korupsi atau penyalah gunaan peruntukan barang dan jabatan,” tegasnya.

Sumber: http://metrosiantar.com/Metro_Tabagsel/Tak_Tau_Mengoperasikan_dan_Takut_Digondol_Maling_Komputer_Bantuan_Pemerintah_Disimpan_di_Rumah_Guru

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

2 Komentar

  1. Dasar paliong bisa ngeles dengan alasan takut hilang, Sekalian aja buku2 dan lemari sekolah semuanya disimpan di rumah Kerpala sekolah.
    Sekecil apapun harus ada tindakan dari instansi terkait

  2. Kalau boleh kasih komentar…..

    Apa yang disampaikan oleh Kepala sekolah itu, untuk sementara waktu sangat masuk akal dan masih bisa diterima akal jika kita melihat kondisi sekolah tersebut, hanya apakah selamanya dibuat begitu??
    Sebaiknya kita tidak boleh berpikiran negatif terlebih dahulu mengingat kondisi sekolah di daearah/desa-desa sangat banyak yang tidak layak dari segi keamanan.

    Jikalau dilihat dari segi SDMnya, sangat logika juga jika SDM yang sudah diatas 50 tahun keatas akan kesulitan menggunakan komputer tanpa ada pelatihan khusus terhadap tehnology tersebut. Mungkin solusinya lebih baik jika ada SDM/anak sekolah tingkat SMP/SMA atau yang mengerti bisa diberdayakan untuk memamfaatkan komputer tersebut untuk mendukung program kerja dari sekolah. Kalau masalah tempat penyimpanan, sebaiknya untuk melihat kondisi sekolah2 di Desa-desa serta segi keamanan perlu kita sikapi secara arif dan bijaksana mengapa ada beberapa penanggung sekolah melakukan hal tersebut. Apalagi kalau kondisi sekolah tersebut jauh dari perumahan perkampungan atau kondisi gedung kantor sekolah yang sangat minim dari segi keamanan.

    Bagi pihak terkaid (Bidang penanggung jawab pendidikan) sebaiknya melihat ini arif dan bijaksana serta memberikan pelatihan yang cukup untuk mengoperasikan komputer tersebut sehingga bisa digunakan oleh sekolah untuk mengenal tehnology/komputer tersebut.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*