Dengan teknik ini, era hacker diklaim akan berakhir

Merdeka.com – Salah satu ancaman di era teknologi dan internet saat ini adalah serangan hacker. Namun, sebentar lagi sepertinya semua itu dapat teratasi dan era hacker pun akan meredup.

Kelompok ilmuwan komputer telah menghabiskan waktu mereka selama bertahun-tahun untuk dapat membuat satu cara agar sistem mereka kebal terhadap serangan peretas. Dan, akhirnya mereka mengklaim berhasil.

Dengan menggunakan sebuah teknik baru yang dinamakan “Obfuscating,” Professor Amit Sahai dan para rekan-rekannya, menjelaskan bahwa mereka dapat melakukan aktivitas normal tanpa takut akan serangan hacker karena teknik itu dapat mengacaukan dan mengelabui para peretas.

Teknik Obfuscating, seperti dikutip dari Daily Mail (04/02), menggabungkan berbagai elemen dalam satu software pengkodingan yang mana hanya orang yang menjalankan program ini saja yang dapat mengaksesnya, sementara orang lain hanya akan menemukan elemen-elemen membingungkan saja.

Memang saat ini teknik satu ini belum sepenuhnya sempurna, namun akan diupayakan dapat berhasil 100 persen dalam jangka waktu dekat ini.

Secara garis besar, Obfuscating beroperasi dengan menghasilkan kode-kode khusus yang sangat rumit untuk diatur dan dianalisis oleh orang lain.

Merunut dari arti kata Obfuscating sendiri yang berarti berawan, maka teknik satu ini sangat membingungkan dan ambigu, sehingga orang yang tidak masuk dalam daftar pembicaraan akan kesulitan menerka apa yang sedang dibicarakan.

Para peneliti menggunakan teknik ini karena terinpirasi dari teknik sejenis yang pernah ada di tahun 1970-an silam. Walaupun Sahai mengatakan bahwa apa yang mereka kembangkan belum maksimal, namun sejauh ini, Obfuscating sudah diuji coba dan sangat efisien untuk menangkal serangan hacker.

Sahai berharap apabila nantinya Obfuscating dapat berhasil, maka dapat diterapkan dan dipakai oleh pihak militer sampai dengan pebisnis.Merdeka.com – Salah satu ancaman di era teknologi dan internet saat ini adalah serangan hacker. Namun, sebentar lagi sepertinya semua itu dapat teratasi dan era hacker pun akan meredup.

Baca Juga :  Ini Spesifikasi Smartphone Windows Phone Pertama dari Produsen Lokal India

Kelompok ilmuwan komputer telah menghabiskan waktu mereka selama bertahun-tahun untuk dapat membuat satu cara agar sistem mereka kebal terhadap serangan peretas. Dan, akhirnya mereka mengklaim berhasil.

Dengan menggunakan sebuah teknik baru yang dinamakan “Obfuscating,” Professor Amit Sahai dan para rekan-rekannya, menjelaskan bahwa mereka dapat melakukan aktivitas normal tanpa takut akan serangan hacker karena teknik itu dapat mengacaukan dan mengelabui para peretas.

Teknik Obfuscating, seperti dikutip dari Daily Mail (04/02), menggabungkan berbagai elemen dalam satu software pengkodingan yang mana hanya orang yang menjalankan program ini saja yang dapat mengaksesnya, sementara orang lain hanya akan menemukan elemen-elemen membingungkan saja.

Memang saat ini teknik satu ini belum sepenuhnya sempurna, namun akan diupayakan dapat berhasil 100 persen dalam jangka waktu dekat ini.

Secara garis besar, Obfuscating beroperasi dengan menghasilkan kode-kode khusus yang sangat rumit untuk diatur dan dianalisis oleh orang lain.

Merunut dari arti kata Obfuscating sendiri yang berarti berawan, maka teknik satu ini sangat membingungkan dan ambigu, sehingga orang yang tidak masuk dalam daftar pembicaraan akan kesulitan menerka apa yang sedang dibicarakan.

Para peneliti menggunakan teknik ini karena terinpirasi dari teknik sejenis yang pernah ada di tahun 1970-an silam. Walaupun Sahai mengatakan bahwa apa yang mereka kembangkan belum maksimal, namun sejauh ini, Obfuscating sudah diuji coba dan sangat efisien untuk menangkal serangan hacker.

Sahai berharap apabila nantinya Obfuscating dapat berhasil, maka dapat diterapkan dan dipakai oleh pihak militer sampai dengan pebisnis.Merdeka.com – Salah satu ancaman di era teknologi dan internet saat ini adalah serangan hacker. Namun, sebentar lagi sepertinya semua itu dapat teratasi dan era hacker pun akan meredup.

Kelompok ilmuwan komputer telah menghabiskan waktu mereka selama bertahun-tahun untuk dapat membuat satu cara agar sistem mereka kebal terhadap serangan peretas. Dan, akhirnya mereka mengklaim berhasil.

Baca Juga :  Waspada, Google Image Jadi Alat Penyebar Virus

Dengan menggunakan sebuah teknik baru yang dinamakan “Obfuscating,” Professor Amit Sahai dan para rekan-rekannya, menjelaskan bahwa mereka dapat melakukan aktivitas normal tanpa takut akan serangan hacker karena teknik itu dapat mengacaukan dan mengelabui para peretas.

Teknik Obfuscating, seperti dikutip dari Daily Mail (04/02), menggabungkan berbagai elemen dalam satu software pengkodingan yang mana hanya orang yang menjalankan program ini saja yang dapat mengaksesnya, sementara orang lain hanya akan menemukan elemen-elemen membingungkan saja.

Memang saat ini teknik satu ini belum sepenuhnya sempurna, namun akan diupayakan dapat berhasil 100 persen dalam jangka waktu dekat ini.

Secara garis besar, Obfuscating beroperasi dengan menghasilkan kode-kode khusus yang sangat rumit untuk diatur dan dianalisis oleh orang lain.

Merunut dari arti kata Obfuscating sendiri yang berarti berawan, maka teknik satu ini sangat membingungkan dan ambigu, sehingga orang yang tidak masuk dalam daftar pembicaraan akan kesulitan menerka apa yang sedang dibicarakan.

Para peneliti menggunakan teknik ini karena terinpirasi dari teknik sejenis yang pernah ada di tahun 1970-an silam. Walaupun Sahai mengatakan bahwa apa yang mereka kembangkan belum maksimal, namun sejauh ini, Obfuscating sudah diuji coba dan sangat efisien untuk menangkal serangan hacker.

Sahai berharap apabila nantinya Obfuscating dapat berhasil, maka dapat diterapkan dan dipakai oleh pihak militer sampai dengan pebisnis.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*