Dengan Tiga Bintang, Susno Membela Diri

Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Komisaris Jenderal Susno Duadji saat tiba di Markas Besar Polri untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi terkait dengan kasus penangkaran arwana, Jakarta, Senin (10/5/2010).

KOMPAS.com – Dengan pakaian dinas Polri, Komisaris Jenderal Susno Duadji mendatangi Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (24/2/201 ) siang. Kali ini, Susno tak dikawal jaksa penuntut umum seperti sidang-sidang sebelumnya. Susno berjalan bebas didampingi tim pengacara.

Mantan Kepala Bareskrim Polri itu juga tak berangkat dari Rumah Tahanan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok. Sebelum ke pengadilan, Susno sempat menghadap Kepala Polri Jenderal Timur Pradopo di Mabes Polri. “Abis ngantor ini,” kata Susno singkat.

Susno enggan berkomentar banyak kepada puluhan wartawan sebelum ia membacakan pledoi atau pembelaan pribadi terkait dua perkara yang menjeratnya. “Nanti saja,” kata Susno.

Tak lama setelah ia masuk ke ruang sidang utama, majelis hakim menyusul masuk. Charis Mardiyanto, Ketua Majelis Hakim langsung mempersilakan Susno membacakan pledoi. Tak seperti para terdakwa lain, Susno memilih berdiri saat membacakan pledoi. Dengan tiga bintang masih terpasang di pundak, Susno lalu membela diri.

Untuk diketahui, Susno untuk pertama kali mengenakan pakaian dinas setelah ditahan oleh institusinya pada Senin (11/5/2011). Susno mengenakan pakaian dinas setelah ia dibebaskan demi hukum dari tahanan PN Jaksel.

Susno memberikan pembelaan terkait tuduhan menerima uang senilai Rp 500 juta dari Haposan Hutagalung melalui Sjahril Djohan saat menjabat Kabareskrim Polri. Menurut jaksa, uang itu agar kasus ikan arwana yang dilaporkan klien Haposan, Ho Kian Huat, segera ditangani penyidik Bareskrim Polri.

Baca Juga :  Sepuluh Butir Kesepakatan Damai Rusuh Tarakan

Selain itu, Susno akan memberi pembelaan terkait tuduhan memotong dana pengamanan pemilukada Jawa Barat Tahun 2008 saat menjabat Kepala Polda Jabar. Menurut jaksa, Susno memerintah Maman Abdulrahman selaku Kepala Bidang Keuangan Polda Jabar untuk memotong dana sekitar Rp 8,5 miliar dari total dana hibah Pemprov Jabar senilai Rp 27,7 miliar.

Terkait dua perkara itu, Susno dituntut jaksa dengan hukuman tujuh tahun penjara ditambah denda Rp 500 juta subsider enam bulan kurungan. Susno juga dituntut membayar uang pengganti sebesar Rp 8,5 miliar.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*