Desa Batahan Kotanopan Potret Desa Tertinggal di Madina

Panyabungan, Desa Batahan, Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) merupakan salah satu potret desa tertinggal yang ada di Kabupaten Madina. Pasalnya, untuk mencapai desa yang berjarak sekitar 17 Km dari pusat kecamatan itu harus menempuh perjalanan dengan berjalan kaki sejauh 9 Km dari Desa Pagar Gunung.

“Karena, kondisi jalannya tanah liat dan tanjakan. Bukan itu saja, kalau lagi hujan, jalan ke desa itu sama sekali tidak bisa dilewati karena licin dan becek,” ungkap Kepala Desa Batahan, Samuel, Senin (19/11).

Dilihat dari keberadaannya, kata Samuel, desa tersebut termasuk salah satu desa tertua di Kotanopan. Ironisnya, sebut Samuel, jalan dan kondisi ekonomi warga setempat sangat jauh terpuruk. “Dari 75 KK yang tinggal di daerah itu taraf ekonominya jauh di bawah rata-rata,” katanya.

Aktifitas keseharian warga, sambung Samuel, hanya bertani. Tetapi, hasil pertaniannya tidak bisa dijual ke pasaran, karena kondisi sarana jalan yang sangat buruk.

“Kalaupun bisa, mereka harus rela membayar ongkos hasil alamnya sebesar Rp3000/Kg agar sampai di Kotanopan. Akibat kondisi itu, harga bahan pokok menjadi melambung,” ujarnya.

Buruknya kondisi infrastruktur itu, tambah Samuel, membuat warga jarang keluar dari desa dan tidak mungkin membawa anak-anaknya berjalan sejauh 9 Km. “Akibatnya, anak-anak mereka tertinggal dari pendidikan dan informasi,” sebutnya.

Sedangkan untuk sekolah, lanjut Samuel, hanya ada SD dan SLTP satu atap, namun masih jauh dari kekurangan tenaga guru. “Untuk SD hanya mempunyai dua guru berstatus PNS. Itupun jarang masuk, karena mereka tinggal di luar daerah Batahan. Agar proses belajar mengajar tetap berlangsung, tenaga guru dibantu dua orang guru honor dengan gaji yang tidak layak,” ungkapnya.

Baca Juga :  Kwarcab Palas akan Gunakan Tor Sipira Manuk Untuk Kegiatan program Ke-Pramuka-an

Samuel berharap Pemkab Madina agar segera memperbaiki kondisi jalan, karena sudah dibuka selebar 2-3 meter melalui dana PNPM. “Terus terang, 5 tahun lalu jalan ke desa itu masih setapak. Alhamdulillah, belakangan ini ada dana PNPM dan diperuntukkan untuk memperlebar jalan, tapi itu belum cukup,” terangnya. (TRI/YEZ)

Sumber: starberita.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*