Desa Batu Satail Belum Tersentuh Program Pembangunan Pemkab Tapsel

*) Di kirimkan Oleh Pembaca melalui email dengan sedikit koreksi kata yang dilakukan admin untuk tidak menghilangkan maksud dari surat tersebut.

Batu satahil, Sebuah Desa kecil yang terletak di wilayah Kecamatan Sipirok, dekat dengan kebun teh milik Almarhum Raja Inal Siregar. Desa ini telah ada kurang lebih seratusan tahun, tetapi walaupun begitu daerah ini belum atau minim tersentuh oleh program kerja pembangunan dari pemerintahan Kabupaten Tapanuli Selatan.

Seratusan rumah tangga yang dengan kurang lebih lebih 300 jiwa yang tinggal di kampung ini nampaknya telah pasrah kalau desanya ini tidak akan tersentuh oleh program kerja Pembangunan dari pemerintahan Kabupaten Tapanuli Selatan.

Ironisnya PLN juga belum masuk, sehingga masyarakat di desa ini hanya bisa menikmati listrik dari sebuah genset yang mereka mereka bangun secara patung-patungan, yang mana listrik nya hanya bisa di nikmati pada malam hari saja mulai dari jam 6 sore sampai jam 11 malam saja.

Jalan menuju desa tersebut juga masih berupa tanah dan sebagian onderlakh batu batu cadas sehinggaa ketika hujan deras datang mereka akan merasa kesulitan berjalan untuk melakukan aktifitas pekerjaan mereka sehari hari untuk bertani dan mengelolah gulah merah / gula aren.

Masyarakat Di desa ini banyak bertani dan menanam tanaman-tanaman karet, dan menurut masyarakat disana banyak kulit pohon kareta itu terkelupas walau tidak di deres bahkan masih muda pun umur pohon nya kulit nya sudahh terkelupas, dan di ccurigai akibat pengaruh dari Tambang mas Batang Toru, Tambang mas batang toru sangat dekat dengan kampung ini, berjarak sekitar 4 jam jalan kaki, bahkan kalau sudah malam kita bisa lihat lampu tambang mas itu sangat terang dari ujung kampung ini

Baca Juga :  Polda Sumut Periksa Tiga Warga Tapsel Soal Tambang Mas PT.G-AR

Selain itu masyarakat juga sangat kesulitan mendapatkan air bersih. satu minggu pun hujan tidak datang maka masayarakat akan kesulitan untuk mendapatkan air bersih, karena sumber mata air nya kering, penduduk desa ini masih mengharapkan mata air dari gunung untuk di minum dan di gunakan untuk memasak makanan.

Masayarakat Di desa ini sangat berharap pemerintah kabupaten Tapanuli Selatan mau membangun Desa ini, dan untuk awalnya masayaraat sangat membutuhkan:

1.Puskesmas bisa di dirikan di kampung ini, supaya masayarakat yang sakit tidak kesulitan lagi untuk mendapatkan obat obatan. Knapa harus Puskesmas? karena menurut penututran mereka, mereka sudah tidak tahan melihat tingkah laku sombong seorang Bidan Desa yang di tempatkan di desa tersebut dan sudah pergi mungkin mereka tidak tahan tinggal di kampung ini karena kampung ini masih pelosok atau karna setiap masyarakat brobat hanya bisa ngutang dulu.

2. Tenaga Guru Pendidik dan Sekolah SMP sederajat dan SMA sederajat. karena di kampung ini hanya ada SD yang di mana guru yang status nya Pegawai Negri hanya satu saja yaitu Kepala sekolah nya saja selebih nya hanya honor honor saja yang tamatan SMA. Ketika anak anak tamat dari sekolah SD maka harus menyambung sekolah mereka ke tingkat SMP sederajat dan Tingkat SMA sederajat ke luar dari kampung/Desa ini yang di mana di Sipirok atau pun ke Padang Sidimpuan dengan membuat mereka kost di daerah yang mereka pilih untuk sekolah, dan ketika sebagian orang tua yang berpenghasilan pas pasan tidak akan sanggup melanjutka sekolah anak nya yang telah lulus SD ke tingkat SMP sederajat karena harus mikirkan biaya kost dan uang makan nya dan biaya sekolah nya.

Baca Juga :  Korban Kebakaran Saba Jae Panyanggar Mendapat Santunan

3.Sarana jalan di kampung ini di perbaiki supaya memudah kan untuk menjual hasil pertanian langsung ke pasar kapan saja sehingga tidak mengharap harapkan kedatangan toke masuk ke kampung kami ini untuk membeli hasil tani dan gula yang di mana ketika menjual nya ke toke harga nya kadang tidak layak. Yang paling membuat tercengang adalah soal beras raskin atau beras miskin bantuan pemerintah untuk mendapatkannya maka warga harus bayar ke pada Kepala desa per Enam kilonya untuk setiap rumah tangga sejumlah delapan puluh ribu rupiah dengan alasan biaya transportasi beras nya. namun sekarang kebanyakan dari masyarakat tidak ambil karena merasa jumlah uangnya sangat besar. Paling ketika beras di rumah sudah tidak ada maka mereka bisa ngutang beras Raskin ke kedai. Meneurut Infomasi Penjual beras raskin tersebut mendapatkan beras tersebut sampai 20 goni dari toke dari Pasar Sipirok yang biasa masuk ke sini, untuk harga perkarung nya di jual seratus ribu.

er1 Desa Batu Satail Belum Tersentuh Program Pembangunan Pemkab Tapsel
er2 Desa Batu Satail Belum Tersentuh Program Pembangunan Pemkab Tapsel
er3 Desa Batu Satail Belum Tersentuh Program Pembangunan Pemkab Tapsel
er4 Desa Batu Satail Belum Tersentuh Program Pembangunan Pemkab Tapsel
er5 Desa Batu Satail Belum Tersentuh Program Pembangunan Pemkab Tapsel
er6 Desa Batu Satail Belum Tersentuh Program Pembangunan Pemkab Tapsel

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

6 Komentar

  1. Batusatail merupakan salah satu desa yang sangat minim untuk dikunjung Ioleh para pemerintah setempat, makanya dalam proses pembangunan pun sangat kurang…
    mari Bapak pemerintah sipirok maupun pemkab Tapsel segera lah bangun desa ini, demi kepentingan dan kesejahteraan warga BATUSATAIL.
    terutama dalam pembangunan puskesmas, jalan,pln dan juga tidak kalah pentingnya Air Bersih.

    Kami warga Batusatail sangat-sangat mengharapkan perhatian desa kami dari para pemerintah setempat.
    Terimakasih..

  2. Koreksi buat Komen pak Feber Sormin :
    Kepedulian Pemda Sipirok terhadap wilayah ini sangat menyedihkan, bahkan baru mulai terangkat nama kedua desa ini kepermukaan tingkat Kecamatan Sipirok, tingkat masyarakat Kabupaten dan Nasional setelah mulai banyak yang berkunjung ke wilayah 2 desa dengan rasa kepedulian sosial serta memberitahukan melalui tulisan informasi tentang kedua Desa ini diberbagai media masa yang ada.
    Kalau Masyarakat dan Pemda Kec. Sipirok kurang peduli terhadap kehidupan masyarakat desa ini dari jaman dahulu, maka masyarakat Kec. Marancar terutama desa-des terdekat dengan kedua desa ini sangat peduli dan menjalin hubungan masyarakat dengan baik dalam menunjang roda kehidupan di kedua desa ini.
    Maaf, SEJAK KAPAN ADA PEMDA KECAMATAN SIPIROK ? Yang ada PEMDA TAPSEL karena Pemerintah Daerah itu adanya ditingkat Kabupaten/Kota pak

  3. Batusatahill setahu saya itu daerah tidak asing lagi bagi BUPATI Sahrul yang nota benenya punya kambung berdekatan dengan desa batusatahill tapi kenapa tidak ada kepeduliannya ??? dan saya melihat secara umum pembangunan di Tapanuli Selatan dari dulu masih Jalan di tempat,, Kebetulan saya punya kakek di Sugi Julu sehingga dari saya masa kecil sering ke Kampung Kakek saya dan saya tahu persis mulai jaman dulu Marancara udik masih pake kuda kuli jalan kaki dari Pangarongan ataupun dari Sibio-bio angkola jae,, sekarang saya di sulawesi dan slalu membandingkan pembanguan disulawesi dgn tapsel,, percepatan pembangunan di sulawesi jauh lebih cepat dibandingkan dengan tapsel,, Wahai Pemkab TApsel,,, lakukan pembangunan yang pro rakyat.. kemajuan suatu daerah harus dimotori oleh Pemkab jangan slalu menyalahkan rakyat tdk mau berpartisipasi dalam pembangunan…

  4. Maaf kepada pak budi,emang batu satahil itu jauh dari sentuhan program kerja pemerintahaan.saya sudah banyak konfirmasi langsung dengan para masyarakat batu satahil lombang dan batu satahil dolok saat saya mengunjungi daerah tersebut.kalau bapak bilang daerah batu satahil itu menjadi sasaran program kerja pememerintahan kabupaten tapanuli selatan dengan masuk program kerja pembangunan pedesaan tahun 2012 itu tidak benar,karena kemarin sempat di bangun sebuah turbin di sana tapi tidak berhasil atau asal jadi,karena aliran air nya kurang deras untuk memutar turbin nya.bapak bisa lihat poto pipa besar di bawah jembatan itu bekas aliran turbin yang gagal.tks

  5. Desa Batusatail, Salah satu Desa tertinggal dan termasuk salah satu desa yang belum bebas dari buta huruf.
    Uluran Tangan yang peduli melalui berbagai upaya ke Desa ini sangat di diperlukan, baik di Desa Batusatail Lombang maupun di Desa Batusatail Dolok.
    Yang diperlukan di Desa ini Sarana Transportasi, Sarana Penerangan dan Sarana Pendidikan serta Pengairan. Tanah di wilayah ini dari dulu sangat Subur dengan hasil perkebunan, pertanian dan hasil hutan yang ada disekitarnya. Pemerintahan Sipirok dengan perkembangan yang sudah merasa maju termasuk Orang-orang pejabatnya, sepertinya melupakan kalau wilayah ini adalah bahagian dari wilayah kecamatan Sipirok yang harus diperlakukan sama dengan desa-desa lainnya yang ada di kecamatan Sipirok Kab. Tapanuli Selatan.

    Masyarakat ke dua Desa ini dari jaman dulu sampai sekarang masih menggantungkan kehidupannya dengan mengandalkan sarana pasar dan komunikasi masyarakat dengan Desa-desa yang ada di Kec. Marancar yang lebih peduli dengan kehidupan di kedua desa ini. Dulu dikala pemetaan wilayah, menurut cerita-cerita masyarakat, Pemerintahan Kecamatan Sipirok dan orang-orang sipirok berusaha menarik wilayah ini ke wilayah Kec. Sipirok, padahal kalau dilihat dari jarak wilayah dan kedekatan hubungan masyarakat yang berpuluh-puluh tahun terbentuk wilayah ini harusnya masuk wilayah kec. Marancar. Masyarakat Kec. Marancar merasa Desa Batusatail ini merupakah bahagian dari kehidupan sosial masyarakatnya walaupun secara wilayah dan Pemerintahan telah menjadi wilayah Kec. Sipirok.

    Kepedulian Pemda Sipirok terhadap wilayah ini sangat menyedihkan, bahkan baru mulai terangkat nama kedua desa ini kepermukaan tingkat Kecamatan Sipirok, tingkat masyarakat Kabupaten dan Nasional setelah mulai banyak yang berkunjung ke wilayah 2 desa dengan rasa kepedulian sosial serta memberitahukan melalui tulisan informasi tentang kedua Desa ini diberbagai media masa yang ada.

    Kalau Masyarakat dan Pemda Kec. Sipirok kurang peduli terhadap kehidupan masyarakat desa ini dari jaman dahulu, maka masyarakat Kec. Marancar terutama desa-des terdekat dengan kedua desa ini sangat peduli dan menjalin hubungan masyarakat dengan baik dalam menunjang roda kehidupan di kedua desa ini

    Batusatail 15 tahun yang akan datang, seperti apakah?????

    Batusatail huta na jogi na so tartabunihon…..

  6. Batusatahil itu lokasi pembangunan tenaga listrik, bahkan hari ini sekolah di batusatahil dibangun meskipun proyek 2012 lalu. bukan tak disentuh pembangunan, tapi pembangunan memeang tak masuk ke Sipirok. Bukan masalah orang batusatahil saja, tapi seluruh orang Sipirok.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*