Desa Bornang Kec. Sipirok Dilanda Demam Chikungunya

Kamis, 05 November 2009 – www.metrosiantar.com

chikungunya 26 Desa Bornang Kec. Sipirok Dilanda Demam ChikungunyaPuskemas 7 KM, Berobat Tak Ada Biaya
SIPIROK-METRO; Selama dua bulan terakhir, sedikitnya separuh warga Desa Barnang Koling, Kecamatan Sipirok, Tapanuli Selatan yang berpenduduk 44 kepala keluarga secara bergantian mengalami sakit dengan gejala chikungunya. Penderita mengaku persendian ngilu disertai meriang, kepala sakit, serta sulit menggerakkan anggota tubuh. Ironisnya banyak warga yang tak sanggup berobat karena ketiadaan biaya dan jauhnya jarak tempuh ke puskesmas.

Dikatakan Kepala Desa Barnang Koling, Hadan Siregar, Selasa (3/11) lalu, penyakit dengan gejala tersebut melanda warga desa sejak bulan puasa yang  lalu. “Gejala yang dialami, persendian terasa ngilu disertai meriang, kepala sakit dan berat serta sulit menggerakkan anggota tubuh.. Kami tak tahu secara pasti jenis penyakitnya, namun kami menduga chikungunya. Memagn sebagian sudah berangsur pulih karena sudah berobat. Tapi kami berharap ada penangan serius” kata Hadan Siregar.

Hal senada juga disampaikan Borkat Siregar (35) yang mengaku sempat menderita sakit dengan gejala seperti yang disebutkan tersebut. Namun setelah berobat ke puskesmas, Borkat akhirnya sembuh.

“Bulan puasa lalu saya sempat mengalaminya. Dan saya pun berobat ke puskesmas. Namun petugas yang mengobati tidak menjelaskan jenis penyakit yang saya alami. Kami menduga chikungunya,” katanya.

Dijelaskan Borkat, selama dua bulan terakhir ini jenis penyakit tersebut telah menjangkiti lebih dari separuh warga desa yang berpenduduk sekitar 44 kepala keluarga. “Lebih dari setengah warga desa sudah terjangkiti, mulai dari anak anak, orang tua bahkan yang muda sekalipun. Bahkan sekarang masih ada yang terbaring selama 3 minggu yaitu Tia Harahap (60),’’ terang Borkat.

Baca Juga :  Priok Berdarah, 134 Korban !

Penderita lain Masna Pohan (46) dan anaknya Marieti (17) yang masih terbaring ketika disambangi METRO di rumahnya mengaku sudah mengalami penyakit tersebut sekitar seminggu. Namun akibat keterbatasan dana, ibu 9 anak yang baru sebulan ditinggal mati suaminya ini belum mendapatkan perawatan. Bahkan dua hari terakhir, putrinya Marieti mengalami sakit dengan gejala yang sama.

Parsendian sude hacit inda targulotkon. Pat dohot pamatang borat. Ulu hacit muse dok-dok. Marubat inda adong biaya dope hepeng anggi. sojungada karejo. Persendian semua sakit, tidak tergerakkan. Kaki sama badan berat. Kepala sakit dan berdenyut-denyut.

erobat belum ada biaya karena belum bekerja,” keluhnya.

Disebutkan Kades, warga memang sangat kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan karena sekitar 10 tahun terakhir tidak ada lagi tenaga kesehatan di tempatkan di desa mereka. Maka untuk mendapatkan perawatan medis setidaknya harus menempuh jarak 7 km ke Desa Saba Tarutung Kecamatan Sipirok.

Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Masalah Kesehatan (PMK) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tapsel, dr Ismail Fahmi kepada METRO, Rabu (4/11) mengatakan, pihaknya belum ada menerima laporan dari Puskesmas Dano Marsabut yang membawahi desa tersebut. Namun pihaknya sudah memerintahkan Kepala Puskesmas untuk turun langsung memastikan penyakit yang diderita warga tersebut.

“Nanti kalau sudah pasti akan kita beritahukan,” terang dr Ismail Fahmi. (ran/phn)

Link: https://apakabarsidimpuan.com/2009/11/desa-bornang-kec-sipirok-dilanda-demam-chikungunya/

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Warga Madina Padati Lokasi ‘Marpangir’

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*