Desa di Paluta belum merdeka

Meski sudah 65 tahun Indonesia merdeka, namun beberapa desa di wilayah Kabupaten Padanglawas Utara masih belum merasakan arti kemerdekaan yang sesungguhnya.

Anggota DPRD Padanglawas Utara, Ashar Efendi Hasibuan dari Partai Pelopor,  tadi malam mengatakan, masih banyak desa di beberapa kecamatan di Padanglawas Utara yang masih belum merasakan arti pembangunan yang berkeadilan, infrastruktur jalan dan penerangan sama sekali belum mereka rasakan.

Dijelaskannya, tak sedikit warga yang merasa belum merdeka, karena jalan menuju desanya belum tersentuh aspal sejak merdeka, seperti di kawasan Ulok Tano, Marlaung, Tanjung Botung, KUD, Sionggoton dan lainnya di wilayah Kec. Simangambat.

“Ironisnya, jika hujan datang, kendaraan sulit melintas, arti kemerdekaan dalam hal pembangunan bagi masyarakat di sana belum berarti,” ucap Ashar.

Ahmad Husein dan Ishak Harahap, anggota DPRD Paluta yang juga asal dari Kecamatan Dolok dan Dolok Sigompulon mengaku prihatin. Selain jalan desa rusak parah, jaringan listrik untuk beberapa desa tidak ada. “Akses jalan menuju berbagai desa di dua kecamatan rusak parah. Laju perekonomian warga jadi terhambat,” kata mereka.

Fenomena stagnasi pembangunan terlihat jelas, setelah 65 tahun merdeka, kawasan Sipiongot belum merasakan arti kemerdekaan, yaitu pembangunan yang berkeadilan.

“Saat ini, setiap hari masyarakat melihat kebobrokan aparat seperti korupsi, persekongkolan (kolusi), dan seakan tidak memperdulikan masyarakat yang ada di dusun sana yang terlalaikan dari pembangunan”, ungkapnya.

Baca Juga :  Tambang Emas Martabe Dukung Pengelolaan Sampah Terpadu

Untuk itu, lanjut Ashar, kepada semua pihak agar memperhatikan warga desa terpencil jauh di sana. “Mereka juga punya hak untuk menikmati arti kemerdekaan yakni keadilan dan kesejahteraan, walaupun itu hanya pembangunan akses jalan, mereka pasti sudah merasa bangga karenanya”, tuturnya.

Sumber : http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=137412:desa-di-paluta-belum-merdeka&catid=15:sumut&Itemid=28

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

3 Komentar

  1. tidak hanya itu saja,seharusnya pemkab paluta juga harus jeli melihat situasi paluta skrang
    yang sarat dg kepentingan,dalan pe nadong najeges,judi mur meraja lela…..
    siapa yang salahhhhhhhhhh……..
    jangan main mata……………..

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*