Desa Sibio-bio dan Muara Sibunton Peroleh Bantuan dari Tambang Martabe

(Analisa/istimewa) Tim Tambang Emas Martabe menyerahkan langsung bantuan logistik barang kebutuhan pokok kepada masyarakat Desa Sibio-Bio dan Muara Sibuntuon.

Sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat yang terkena dampak bencana banjir bandang di Desa Sibio-Bio dan Muara Sibuntuon, Tambang Emas Martabe menyerahkan bantuan kebutuhan hidup dasar untuk bertahan dan menata kehidupan normal kembali. Penyerahan dukungan logistik dilakukan di kedua desa, Selasa (25/11).

“Kami prihatin atas banjir bandang yang mempengaruhi kehidupan masyarakat di desa Sibio-Bio dan Muara Sibuntuon. Kami turun langsung dan memberikan bantuan logistik barang-barang kebutuhan hidup pokok kepada masyarakat yang terkena banjir sebagai bentuk kepedulian Tambang Emas Martabe. Besar harapan mereka dapat menggunakan bantuan ini hingga keadaan kembali normal dan mereka dapat melanjutkan aktivitas seperti biasa.” ungkap Tim Duffy Direktur Operasional Tambang Emas Martabe.

Tambang Emas Martabe memberikan bantuan logistik antara lain gula pasir 50 kilogram, kopi instan 100 pak, teh 50 boks, minyak goreng 150 liter, air mineral sebanyak 50 kotak, dan 22 unit kasur kepada masyarakat di desa Sibio-Bio dan Muara Sibuntuon. Pemberian bantuan yang disaksikan langsung oleh berbagai unsur Muspika Kec. Sibabangun.

Kepala Desa Sibio-Bio, Dani Agus Zendato berkata, ”Kami menerima dengan terbuka bentuk kepedulian Tambang Emas Martabe bagi masyarakat kami yang terkena dampak langsung bencana banjir. Kasur dan dukungan logistik lainnya akan amat berguna karena ada beberapa keluarga yang telah kehilangan tempat tinggal dan berbagai kebutuhan pendukung hidup standar.”

Baca Juga :  Di Padangsidimpuan; Oknum Jaksa Diduga Peras Terdakwa Rp 3,5 Juta

Desa Sibio-Bio berpenduduk sekitar 300 jiwa dan Desa Muara Sibuntuon sekitar 1.000 jiwa. Kedua desa ini termasuk dalam Kecamatan Sibabangun yang berjarak 20 km dari Tambang Emas Martabe. Desa tersebut dilewati aliran Sungai Garoga. Beberapa hari lalu, bencana banjir ini telah merenggut lima jiwa, tujuh rumah rusak, dan kerusakan lainnya. (Damayanti)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*