Desa Simandolam Terisolir

MADINA – Jalan menuju Desa Simandolam, Kecamatan Kotanopan, Madina, sering mengalami longsor, sehingga desa yang dekat dengan Tor Sihite itu terisolir. Masyarakat berharap Pemkab Madina bisa segera memperbaiki jalan menuju desa penghasil sayur-mayur di Kecamatan Kotanopan itu.

Demikian disampaikan Kepala Desa Simandolam, Muslih kepada Metro Tabagsel, Sabtu (22/11) lewat telepon seluler. Menurut Kades, belakangan ini, curah hujan cukup tinggi di tempat tinggal sekitar 300-an jiwa itu, akibatnya jalan yang sebagian masih berupa tanah merah dan sebagian sudah disirtu itu sering mengalami longsor, karena di sepanjang pinggir jalan menuju desa yang berada di bukit itu, ada tebing dan jurang, dan badan jalan sering mengalami amblas.

“Belakangan ini curah hujan tinggi sehingga badan jalan amblas dan longsor, ýapalagi jalan menuju desa kami yang berjarak sepuluh kilometer dari pusat pasar Kotanopan, masih dihimpit jurang dan bukit, karena diguyur hujan, tanah lembab dan longsor,” sebut Muslih.

Dijelaskan Muslih, akibat beberapa titik longsor itu, masyarakat kini kesulitan untuk mengangkut hasil bumi dari desa itu, terutama sayuran yang dijual ke pekan Kotanopan setiap Sabtu.

Sebab saat ini, tidak ada kendaraan roda empat pengangkut warga ke pekan yang berani melewati jalan amblas dan longsor itu. Dan terpaksalah, warga Desa Simandolam berjalan kaki hingga persimpangan Aek Marian atau sekitar 5 kilometer. Dari Simpang Aek Marian ke pekan Kotanopan, warga bisa naik angkutan, itupun hanya ada satu unit mobil angkutan jenis pick up yang mengangkut warga.

Baca Juga :  Walikota P.Sidimpuan: PNS Harus Miliki Dedikasi Tinggi dalam Menjalankan Tugas

“Masyarakat kami sudah kesulitan dengan kondisi ini, karena untuk mengangkut hasil bumi yang akan dijual ke pekan Kotanopan harus berjalan kaki dan memikul sendiri. Itupun setengah perjalanan baru ada mobil yang menunggu warga, dan mobil angkutan hanya ada satu unit, itupun hanya untuk hari pekan. Sementara di hari biasa tidak ada mobil angkutan, waktu jalan masih bagus ke desa kami, masih ada mobil angkutan yang sampai ke desa ini, itupun satu trif di pagi hari dan satu trif sorenya,” ungkap Muslih.(wan)

/METROSIANTAR.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*