Di Desa Batunanggar, Bt.Onang, Paluta – Raskin Rp. 35Ribu per 15 Kg, Warga Desa Batunanggar Protes

Selasa, 29 Desember 2009 – www. metrosiantar.com

RASKIN

PALUTA-METRO; Sejumlah warga Desa Batunanggar, Kecamatan Batang Onang, Kabupaten Padang Lawas Utara, mengeluh dengan tindakan aparat desa. Pasalnya, beras miskin (Raskin) yang diperuntukkan kepada warga yang kurang mampu dijual oknum kepala desa (Kades) berinisial ADH dengan harga tinggi. Yakni, sebesar Rp35 ribu per karung (15 kilogram, red) atau melampaui harga eceran tertinggi (HET) senilai Rp1.600 per kilogram.

Salah seorang warga, P Siregar kepada METRO Sabtu (26/12), mengatakan, oknum kades berinisial ADH, diduga memperjual-belikan raskin dari program pemerintah pusat dengan harga mencapai Rp2.500 per kilogram. Harga ini melampaui harga eceran tertinggi (HET), yakni senilai Rp1.600 per kilogram.

“Ini sudah keterlaluan dan sudah pemerasan. Beras untuk orang miskin saja pun masih digerogoti, sebab yang kami ketahui harga raskin sampai pada titik distribusi paling bawah (di tingkat masyarakat) ditetapkan pemerintah hanya sebesar Rp1.600 per kilogram,” tegasnya.

Hal senada diungkapkan S Harahap. Menurutnya, harga raskin yang mahal di Desa Batunanggar tersebut telah lama dikeluhkan warga. Namun, hingga kini belum ada perhatian maupun tindakan dari pihak terkait termasuk pemerintah Kabupaten Padang Lawas Utara.

“Akibat mahalnya harga raskin yang dijual di desa kami dek, terpaksa beberapa rumah tangga miskin (RTM) mengurangi jatah pembelian. Bahkan, sebagian warga miskin tidak bisa membeli raskin tersebut,” ucapnya.

Baca Juga :  Pemko Boroskan Uang Rakyat - Terminal Batunadua dan Pijorkoling Tak Berfungsi

Oleh sebab itu, keduanya meminta agar pihak terkait segera membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi.

“Harus ada tindakan tegas kepada oknum kades di desa kami, agar tidak menimbulkan keributan. Pihak terkait diimbau mengambil alih kasus tersebut dan menangkap kades yang diduga memperkaya diri sendiri dengan menyengsarakan masyarakat,” tegas keduanya.

Sementara Kepala Desa Batunanggar, ADH, yang dikonfirmasi METRO membantah dengan tegas, bahwa dirinya menjual raskin di atas HET. “Itu bohong semua. Tidak benar raskin saya jual di atas HET,” pungkasnya singkat. (thg)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

2 Komentar

  1. Terimakasih atas Konfirmasi anda, kami anggap penjelasan anda sebagai KLARIFIKASI dan selanjutnya Kami meneruskan komentar dan KLARIFIKASI anda tersebut ke www.metrosiantar.com, sebagai sumber dari berita tersebut…

    terimakasih
    salam
    admin

  2. asslkum…. saya adalah warga batunanggar kec.Batangonang kab.PALUTA. disini Saya akan beritahukan fakta yg sebenarnya terjadi di desa tersebut dan saya pasti tahu betul kondisi desa kami yg sesungguhnya.pertama yang perlu saya tegaskan disini masyarakat Batunanggar tidak ada yang merasa di peras, sekali lgi tidak ada yg merasa di peras karena pemerintah mengutamakan orang2 yg paling miskin untuk mendapatkan bantuan tersebut.kedua : setelah kades batunanggar saya konfirmasi tentang harga raskin tersebut memang harganya dinaikkan sedikit sebagai bahan perongkosan . itukan hal yang wajar…. menurut saya ini berita mohon di tinjau kembali …
    wasslm

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*