Di Dinas Pertamanan, Kebersihan, dan Pemadam Kebakaran P.Sidimpuan – THL Digaji Rp.18 Ribu per Hari

3720844p Di Dinas Pertamanan, Kebersihan, dan Pemadam Kebakaran P.Sidimpuan THL Digaji Rp.18 Ribu per Hari Sedikitnya 265 tenaga harian lepas (THL) di Dinas Pertamanan, Kebersihan dan Pemadam Kebakaran (DPKPK) Kota Padangsidimpuan (Psp), hanya digaji Rp18 ribu per hari. Sedangkan 55 pegawai lainnya digaji Rp550 ribu per bulan. Padahal, sesuai upah minimum kota (UMK) Psp, seharusnya mereka digaji Rp974.500 per bulan.

“Para THL digaji dengan jumlah tersebut karena mereka bekerja hanya sekitar 5 sampai 6 jam bukan 8 jam seperti yang ditetapkan bagi penerima UMK,” kata Sekretaris DPKPK Kota Psp, M Ahyar Hasibuan.

Adapun sistem penggajiannya, sambung Ahyar, terbagi dalam dua, yakni digaji harian dan bulanan. Namun, kebanyakan dengan sistem pembayaran gaji harian, utamanya di bidang kebersihan.

“Ada yang bulanan dan ada juga yang harian, tapi kebanyakan harian khususnya di bidang kebersihan,” ucapnya.

Adapun rincian sistem penggajian, lanjut Ahyar, sekitar 265 THL digaji Rp18 ribu per hari. Mereka hanya bekerja setengah hari alias tidak penuh sehari, kemudian sekitar 55 orang lainnya digaji per bulan sebesar Rp 550 ribu per bulan.

“THL yang gajinya Rp18 ribu per hari ada sebanyak 265 dan sebanyak 55 orang lagi bulanan dari total THL sekitar 320 orang dari 3 bidang yang ada di DPKPK ini,” katanya.

Selain honor, para THL ini juga mendapatkan tunjangan kesejahteraan dan uang makan Rp10 ribu setiap hari. “Ada uang kesejahteraan dan uang makan Rp10 ribu setiap hari diterima oleh THL ini,” tambah Ahyar.

Baca Juga :  Gempa 7,2 SR di Aceh, Gempa Dirasakan di Padang Sidempuan, Sumut

Sementara itu anggota DPRD Psp dari Komisi II, Azhari Harahap, Khoiruddin Nasution, Sopian Harahap, dan M Isnandar Nasution, dalam kunjungan kerja ke DPKPK belum lama ini menuturkan, Komisi II sebagai mitra kerja berkunjung untuk mencari jalan keluar tentang masalah persampahan yang ada di Kota Psp.

Dan mencari solusi bagaimana agar TPA bisa nyaman bagi warga sekitar dan juga bagaimana jika sistem persampahan dialihkan kepada pihak ketiga untuk diusahakan menjadi ekonomis atau bisa dibuat menjadi pupuk kompos, seperti di daerah di Pulau Jawa.

“Ada daerah di Pulau Jawa yang menyerahkan pengolahan persampahan kepada pihak ketiga dan hasilnya menjadi pupuk kompos, menghemat biaya APBD, mendatangkan PAD, apakah itu bisa kita coba di Psp ini, tentunya itu butuh komunikasi, maka perlu kita ketahui apa saja kendala yang ada, kalau memang bisa kenapa tidak kita perjuangkan anggarannya di DPRD,” tutur mereka.

Sumber: http://metrosiantar.com/sidimpuan_raya_/THL_Digaji_Rp18_Ribu_per_Hari

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*