Di duga Jadikan Kegori Dua (K2) Ajang Bisnis, Plt. Sekdakab Palas Ancaman Besar Kemajuan Palas

Sibuhuan | Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah (Plt. Sekda) Kabupaten Padang Lawas Syaiful Bahri Siregar, SH yang juga Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Padang Lawas diduga menjadikan Tenaga Honorer Kategori Dua (K2) ajang penghasilan. Bupati Padang Lawas harus Sigap dalam menanggapi Rumor dikalangan Masyarakat demi menjaga nama baik kepemimpinan untuk lima tahun kedepan agar tercapai filosopi Padang Lawas “BERCAHAYA”.

Ketua DPC LSM GEMrAK Padang Lawas M. Edi R. Tasosa menyebutkan, beredarnya rumor buruk dikalangan Masyarakat khususnya peserta Kategori Dua (K2) tentang banyaknya pelanggaran yang terjadi akan menjadikan Citra Buruk kepemimpinan Bupati TSO.

“kalo sampai saat ini masyarakat selalu menuding ada ketidak beresan akan pengangkatan Kategori Dua, maka tumpuan penilaian masyarakat ini kan Bupatinya” terangnya

Sampai saat ini, persoalan Katogori Dua (K2) diduga belum jelas titik persoalannya, merujuk banyaknya pelanggaran yang terjadi, diantaranya banyak yang diangkat dengan tidak sesuai prosedur. Harapan masyarakat, Bupati  bertindak tegas untuk persoalan yang menyangkut hak dari pengabdian seseorang. tambah Edi

Berdasarkan surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor : B/789/M.PAN/2/2014, tanggal 9 Februari 2014 perihal pengumuman kelulusan peserta seleksi CPNS Tahun 2013 dari Tenaga Honorer Kategori II, dari pantauan Wartawan, di Padang Lawas masih banyak yang lulus padahal belum memenuhi Kriteria yang diatur.

Saat dikonfirmasi Sekdakab Padang Lawas, Syaiful Bahri Siregar, SH menyangkal hal tersebut. Dia menerangkan prosedur K2 sudah berjalan dengan sesuai peraturan yang dituangkan. Sayangnya, kekesalan masyarakat ini akan membuat ketidak percayaan masyarakat kepada Pemerintah Kabupaten Padang Lawas apabila tidak segera disikapi.

Baca Juga :  BBM di Sidimpuan mulai langka

Penulis : (edi)/Tasosa Group

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*