Di Gading Barumun Tengah, 45 Km Jalan Belum Diaspal

Sepanjang 45 kilometer (Km) jalan menuju tujuh desa di wilayah Gading, Kecamatan Barumun Tengah (Barteng), Kabupaten Padang Lawas (Palas), belum diaspal. Untuk itu, pembangunan jalan tersebut harus lebih diprioritaskan pada tahun ini.

Selama ini jalan menuju tujuh desa, yakni Desa Gading Galanggang, Parannapa Jae Pangirkiran, Silenjenga, Gading, Sibontar, Salean, dan Bire, yang menghubungkan Desa Sayur Mahincat, yang berbentuk jalan lingkar masih berupa tanah.

Tokoh masyarakat Galanggang, Takdir Simatupang, didampingi Irpan Harahap, mengatakan, pembangunan jalan ke 7 desa tersebut sudah lama didambakan masyarakat. Sebab, selama ini kendaraan roda empat susah melintas karena kondisi jalan berlumpur dan berlubang-lubang.

“Hampir ada 45 kilometer lagi jalan di wilayah Gading belum diaspal. Untuk pembangunan PNPM, sudah masuk ke daerah tersebut. Namun, belum mampu untuk membangunnya secara merata karena dana terbatas,” ujar keduanya, kepada METRO Rabu (21/1).

Lebih lanjut keduanya menambahkan, potensi hasil SDA berupa komoditas pertanian cukup kaya dari daerah tersebut, seperti sawit, karet dan padi. Namun, karena kendaraan roda empat sulit masuk, apalagi saat musim hujan, maka masyarakat terpaksa mengangkut hasil komoditas pertanian tersebut dengan memanfaatkan dokar (angkutan ditarik ternak hewan kerbau, red).

“Jadi inilah kondisi jalan di wilayah ini, cukup sulit sekali dilalui apalagi saat musim hujan. Padahal, untuk tiap minggunya daerah ini mampu menghasilkan sawit dan karet puluhan ton,” ucap keduanya.

Baca Juga :  Bupati Tapsel: Pembangunan tidak Boleh Berhenti

Sementara itu tokoh pemuda Kecamatan Barteng yang juga penggiat kebijakan pemerintah Kabupaten Palas, Husni Mubarok Nasution, menambahkan, pembangunan yang dilakukan Bupati Palas yang masih tertumpu pada sentral ibukota. Sesungguhnya belum tepat dilakukan mengingat saat ini masih banyak daerah Palas yang kondisi pembangunannya memperihatinkan.

“Selayaknya adalah pembangunan itu dilakukan harus terencana dengan baik dan mendahulukan titik sasaran yang dimulai dari pedesaan, yang akhirnya berbentuk piramida. Sehingga tingkat kinerja target pembangunan secara fisik bisa terukur untuk tahun berikutnya,” pungkas Husni. (amr) – (metrosiantar.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. kurangnya perhatian anggota DPRD Dapil Barteng tentang membangun ekonomi rakyat (SDA) yg sangat dibthkan masyarakat termasuk sarana transoportasi padahal luat/wilayah gading dibandingkan dgn luat / wilayah lain sangat jauh tertinngal, jd gairah petani unt mengolah SDA otomatis kurang.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*