Di Gunung Tua Minyak Tanah Langka, Harga Melambung

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan besar sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Sejumlah ibu rumah tangga (IRT) di Gunung Tua, Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Padanglawas Utara (Paluta) dan sekitarnya, mengeluhkan langkanya minyak tanah (mitan) yang merupakan bahan bakar untuk memasak. Selain langka, mitan tersebut harganya melambung yakni berkisar Rp6.000 sampai Rp8.000 per liternya.

Salah seorang IRT, Indah Siregar (34) kepada METRO, Rabu (25/8) menuturkan, sejak sepekan terakhir dirinya  bersama ibu rumah tangga lainnya kesulitan mendapatkan minyak tanah. Sehingga dia terpaksa membeli mitan tersebut di Kecamatan Portibi yang jaraknya sekitar tiga kilometer dari tempat tinggalnya di Kecamatan Padang Bolak.

“Kami terpaksa harus mutar ke sana sini untuk mendapatkan minyak tanah itu. Bahkan jarak sejauh lima kilometer pun kita akan menjemputnya (membelinya, red). Soalnya minyak tanah itu sangat dibutuhkan untuk keperluan rumah tangga kita, apalagi di bulan puasa ini,” ungkapnya.

Diutarakan Indah lagi, biasanya mereka membeli minyak tanah setiap hari. Namun saat ini, hanya bisa seminggu sekali. “Itu pun dijatah tidak boleh lebih dari 5 liter,” keluhnya.

Hal senada juga diungkapkan Marni (34), warga Lingkungan III, Kelurahan Pasar Gunung Tua mengungkapkan, dirinya terpaksa menggunakan kayu bakar sebagai bahan bakar pengganti minyak tanah, baik untuk memasak nasi, air, dan kebutuhan lainnya,

Baca Juga :  Aspan Ganti 16 Camat

“Terpaksa lah dek (memakai kayu bakar, red), karena susahnya mencari minyak tanah di pasar. Saya menggunakan kayu bakar sebagai bahan bakar pengganti minyak tanah,” tukasnya.

Sementara di tempat terpisah, salah seorang pengecer minyak tanah di Desa Lima Manis, Kecamatan Padang Bolak, Ansor Siregar (45), mengatakan kelangkaan minyak tanah di Gunung Tua dan sekitarnya diakibatkan pasokan atau jatah minyak tanah di Paluta masih kurang dari pengusaha pangkalan minyak tanah.

“Dulunya kita menerima 120 liter per minggunya. Tapi sekarang hanya 40 liter per minggunya untuk diecerkan,” sebutnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*