Di Gunung Tua Minyak Tanah Sulit Didapat, Warga Pilih Kayu Bakar

Minyak tanah (Mitan) dalam beberapa minggu terakhir ini mulai langka di Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) khususnya di Gunung Tua, Kecamatan Padang Bolak. Sejumlah ibu rumah tangga (IRT) pun terpaksa kembali menggunakan kayu bakar untuk memasak di dapur.

“Karena sulitnya mendapatkan minyak tanah dan harganya tidak terjangkau di pasaran, kami terpaksa menggunakan kayu bakar. Apalagi kayu bakar di sini masih mudah didapat dari ranting-ranting pohon,” kata Nurwani (34) saat ditemui METRO, Jumat (3/8).

Dijelaskannya, untuk satu liter mitan, harganya mencapai Rp7 ribu hingga Rp8 ribu. “Makanya lebih baik kami mencari kayu sebagai bahan bakar untuk memasak,” sebutnya.

Senada juga diungkapkan Nina Siregar, salah seorang IRT lainnya. Dia mengaku terpaksa menggunakan kayu bakar sebagai bahan bakar pengganti minyak tanah, untuk memasak nasi, air, dan kebutuhan lainnya, akibat mahalnya harga mitan di pasar.

“Terpaksa lah dek, karena susahnya mencari minyak tanah di pasar. Belum lagi harganya yang tidak bisa dijangkau. Jadi saya harus menggunakan kayu bakar sebagai bahan bakar pengganti minyak tanah,” tukasnya.

Untuk itu keduanya berharap pihak terkait di Pemerintah Kabupaten Paluta agar mengatasi kelangkaan minyak tanah di Paluta serta mengawasi jalannya pendistribusian minyak tanah tersebut.

Sumber: http://metrosiantar.com/MENUJU_PALAS-PALUTA/Mitan_Sulit_Didapat_Warga_Pilih_Kayu_Bakar

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  11 Bupati dan Walikota Pemenang Pilkada di Sumut Serentak Dilantik Agustus

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*