Di Pijor Koling P.sidimpuan Tenggara – Tak Dikasih Uang Rokok Anak Gorok Ibu Kandung

Selasa, 29 Desember 2009 – www. metrosiantar.com

GOROK- Tersangka (tengah) yang menggorok ibunya diamankan dan dimintai keterangan oleh Kasat Reskrim AKP Iskandar HR dan Katim Luar Sat Reskrim Aipda Tamali, Senin (28/12) malam. Inzet:Korban Aslamiah Harahap, tewas beberapa saat setelah mendapat perawatan di RSUD Psp. Korban tewas digorok anaknya yang memiliki kelainan jiwa, Senin (28/12) sore.

SIDIMPUAN-METRO; Embang Abdi Harahap (EAH) (28), pria yang diduga memiliki kelainan jiwa, warga Pijorkoling, Kecamatan Padangsidimpuan (Psp) Tenggara, Kota Psp, tega menggorok leher ibunya sendiri, Aslamiah Harahap (57), hingga sekarat dan akhirnya tewas di rumah sakit, Senin (28/12) sekitar pukul 17.00 Wib.

Informasi dihimpun METRO di sekitar rumah duka yang berada di depan SD Negeri Pijorkoling dan dari Polresta Psp, kejadian berawal dari tersangka meminta uang untuk membeli rokok pada ibunya yang sedang berada di halaman rumah.

Kemudian ibunya menanyakan apakah tugas mengukur kelapa untuk memasak lontong sudah selesai, dan tersangka mengatakan belum. Diduga karena pekerjaannya belum selsai, korban tidak memberikan uang tersebut.

Tersangka seperti emosi dan berlari ke dapur untuk mengambil pisau dan begitu tiba di halaman langsung menggorok leher ibunya. Akibatnya korban mengalami luka sayatan sepanjang 15 centimeter di leher kanan dan mengakibatkan urat nadi putus serta mengeluarkan banyak darah dan mendapatkan jahitan sekitar 15 jahitan.

Melihat kondisi ibunya yang bersimbah darah dan di halaman, tersangka melarikan diri ke arah kebun karet di dekat SMP Negeri 8 Pijorkoling. Kejadian itu disaksikan seorang warga perempuan dan menjerit sambil minta tolong kepada abang tersangka.

Korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Psp dalam kondisi kritis. Beberapa saat setelah mendapat pertolongan medis, korban tidak bisa diselamatkan dan menghembuskan nafas terakhir.

Baca Juga :  Dua Gereja Dibakar Massa di Sibuhuan Kabupaten Padang Lawas

Kejadian itu juga langsung dilaporkan ke polisi sesaat setelah kejadian. Menerima laporan dari warga atas kejadian pembunuhan tersebut, Kapolresta Psp, AKBP Roni Bachtiar Arief memerintahkan Kasat Reskrim AKP Iskandar HR untuk mengejar tersangka yang melarikan diri.

Tersangka akhirnya ditemukan sekitar dua jam setelah kejadian. Kepala Tim Luar Satuan Reskrim, Aipda Tamali, bersama anggota berhasil menemukan tersangka bersembunyi di kebun karet dekat SMP Negeri 8 atau sekitar 2 kilometer dari tempat kejadian.

Tersangka berhasil diamankan dan langsung dibawa ke Mapolresta Psp dan bukan ke rumah duka guna menghindari amukan massa yang begitu emosi melihat kelakuan tersangka.

“Tim memergokinya bersembuyi di semak-semak. Tersangka lari dan dilakukan pengejaran hingga menyeberangi anak sungai Salambue. Tersangka ditangkap saat bersembunyi di kebun karet,” kata Perwira Humas/Kabag Bina Mitra Polresta Psp, Kompol Darwin Efendi Daulay didampingi Kasat Reskrim AKP Iskandar HR dan Katim Luar Sat Reskrim, Aipda Tamali kepada wartawan, Senin (28/120 di Mapolresta Psp.

Korban sudah disemayamkan di rumah duka. Sedangkan tersangka saat ini berada di Mapolresta Psp seperti berusaha mengelak kalau dia pelaku penggorokan tersebut saat di tanyai oleh wartawan maupun polisi.

Jika petugas menanyakan hal lain yang berhubungan dengan dirinya, tersangka bisa menjawab dengan benar dan sadar. Tapi begitu pertanyaan dialihkan kepada kronologis kejadian, penyakit jiwanya kumat dan berusaha mengelakkan kalau dia pelakunya.

Baca Juga :  Hari Ini Ismail Beber Penyiksaan

“Pencarian pisau yang digunakan tersangka sebagai barang bukti untuk sementara dihentikan karena sudah larut malam. Kemudian dilanjutkan besok pagi, karena diduga pisau tersebut dibuang tersangka saat dilakukan pengejaran. Saat ini motif sementara diduga korban marah karena tidak diberi uang oleh ibunya,” sebut Kompol Darwin. (phn)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*