Di Simangambat, Wartawan TV Dianiaya Pakai Senpi

GUNUNGTUA – Sejumlah orang bersenjata api (senpi) laras panjang di Desa Ujung Gading, Kecamatan Simangambat, Kabupaten Padanglawas Utara, memukul seorang wartawan yang tengah meliput penggusuran kebun warga di kawasan itu.

“Kepala saya masih terasa pusing, badan saya sakit, dan sekarang sedang membuat visum dokter,” kata Hendri Syahputra Hasibuan, kameramen SCTV,  tadi malam.

Kejadian ini telah dilaporkannya ke media tempat dia bekerja. Sedangkan pengaduan berupa pesan singkat (SMS) telah dikirimkan ke Kapoldasu. Usai visum dokter, dia akan melapor ke Polsek Padang Bolak.

Hendri menceritakan, kasus pemukulan itu berawal saat dia bersama seorang wartawan televisi swasta lainnya, Dedy, meliput aksi penggusuran kebun warga yang dilakukan PT Wonorejo Perdana.

Setibanya di lokasi, Hendri melihat warga mengusir operator escavator yang akan menggusur kebun mereka. Dia lalu mengabadikan momen itu guna dijadikan pemberitaan. Namun, tiba-tiba sekitar 10 pria menenteng senjata laras panjang, datang ke lokasi penggusuran itu dan berusaha menghajar warga. Akibatnya warga lari tunggang langgang.

Namun naas bagi Hendri. Dia menjadi pelampiasan amarah para pria bersenjata api laras panjang itu. Tanpa perlawanan, Hendri dihajar beramai-ramai. Akibatnya, Hendri mengalami sakit di sekujur tubuh akibat pukulan di badan dan kepalanya. Bukan itu saja, kaset handy camnya diambil paksa oknum bersenjata api itu.

Sekitar beberapa jam kemudian, korban keluar dari lokasi dan mendatangi dokter untuk mengobati lukanya. Setelah itu dia akan membuat laporan ke Polsek Padang Bolak, Resort Tapanuli Selatan.

Baca Juga :  Mahasiswa Dukung AMBB, Ungkap Dugaan Pelanggaran Penerimaan CPNS

Pihak PT Wonorejo Perdana yang henda dikonfirmasi soal kasus pemukulan itu tidak berhasil ditemui. Kapolres Tapsel AKBP Subandriya dikonfirmasi melalui Kasubbag Humas AKP Rahman A Siregar mengaku belum mengetahui kejadian pemukulan tersebut.

“Kita belum tahu kejadian itu, belum ada laporan dari Polsek Padang Bolak,” katanya sembari mengaku Polres Tapsel tidak ada menempatkan personelnya untuk pengamanan aksi penggusuran di PT Wonorejo Perdana. (waspada.co.id)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*