Di Sipirok Karung Raskin Ditukar, Dan Beras-nya Dijual ke Pedagang

%name Di Sipirok Karung Raskin Ditukar, Dan Beras nya Dijual ke Pedagang Proses penyaluran beras miskin (raskin) perlu diawasi, agar program pemerintah tidak melenceng. Pasalnya, ditemukan raskin tidak disalurkan kepada warga. Tetapi dijual kepada pedagang, dengan cara mengganti karung raskin.

Salah seorang warga H Painan Sirergar (48) mengaku, menemukan penyaluran raskin tidak tepat sasaran. Bahkan, ada indikasi beras yang disalurkan tidak dikonsumsi warga penerima, tetapi malah dijual kembali kepada pengumpul beras atau pedagang.

“Memang bukan rahasia umum lagi, raskin yang disalurkan ke warga sebagian besar malah dijual kembali. Hanya ganti goni saja,” katanya.

Ditambahkan Painan, saat ini ada indikasi orang yang mengambil raskin dari gudang kecamatan tidak menyalurkan ke warga, malah menjual dan tinggal memberikan uang kepada warga.

“Itu harus diperiksa, kalau memang orangnya betul-betul layak mendapatkan beras, saya rasa tak akan mungkin menjual, dan jelas orang yang menjual berarti sebenarnya tidak butuh dan tidak layak mendapatkan raskin,” sebutnya.

Sementara Pelaksana Tugas (Plt) Camat Sipirok Drs Anwar Efendi melalui Kepala Seksi (Kasi) Kemasyarakatan, Masdewani Siregar pada METRO mengatakan, di Kecamatan Sipirok setiap bulan menerima 51.630 kilogram raskin yang datang sekali 2 bulan, sedangkan jumlah Rumah Tangga Miskin (RTM) di Kecamatan Sipirok berjumlah 3442 KK, sedangkan harga eceran Rp1.600 per kilogram dan masing masing RTM mendapatkan jatah 15 kilogram raskin tiap bulan.

“Penyaluran raskin dari kecamatan melalui Kepala desa dan kepala lingkungan berjalan lancar, karena datang sekali dua bulan setiap RTM menerima 30 kilogram raskin per dua bulan,” sebutnya.

Baca Juga :  Berkas kasus TPAPD Tapsel dikembali ke Poldasu

Sumber: http://metrosiantar.com/Metro_Tabagsel/Karung_Ditukar_Raskin_Dijual_ke_Pedagang

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

2 Komentar

  1. Sangat menyedihkan, walaupun masyarakat Sipirok dianggap sudah memiliki banyak beras, tapi janganlah pejabatnya menyelewengkan beras untuk orang miskin (raskin) tersebut untuk kepentingan pribadi. Perlu ditindak orang-orang yang begitu.

  2. MANYIAK ATE-ATE MAMBEGE ISTILAH RASKIN UNTUK WARGA SIPIROK. SALOLOT NAON ANGGO NA BINOTO INDA UNGADA BE HALEON DI SIPIROK, HARANA LUAT SIPIROK IMA LUAT PARSABAAN DO, HAPE AKKON NA DAPOT SUBSIDI RASKIN DOPE NA. MA SONGON MOTCI NA MATE DI GINJANG DAHANON HITA ON. ISE DE NA SALA PARSABA DO SANGA PAMARENTA NA MANGURUSI SABA. PANTAS DO MOMO BUTCUT PARSIPIROK BELAKANGAN ON.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*