Di Sumut, 40 Ibu Hamil Dan Hendak Melahirkan, Meninggal Setiap Hari

Sebanyak 40 ibu hamil dan hendak melahirkan di Sumatera Utara (Sumut) meninggal setiap hari, 1.300 setiap bulan dan 252 setiap minggu.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pelayanan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumut, dr Kustinah MKes ketika menjadi narasumber pada seminar sehari penurunan angka Kematian Ibu dan Bayi Baru Lahir, Bayi dan Balita (KIBBLA) di aula MAN 2 Padangsidempuan (Psp), Kamis (3/6).

Diterangkan dr Kustinah, kematian ibu tersebut sebagian besar terjadi 48 jam pertama atau di masa nifas sekitar 60 persen disusul di masa kehamilam sebesar 24 persen dan di masa persalinan sekitar 16 persen.

“Untuk itu, perlu kerjasama semua komponen dan stake holder terkait. Kita perlu ingat, bahwa kesehatan bukan segalanya, tapi tanpa kesehatan segalanya tak ada artinya,” pesan Kustinah.

Nara sumber lain yakni dr Masroel Siregar SKM dalam paparannya mengharapkan, pemerintah daerah membuat sebuah peraturan daerah (Perda) yang mengikat tentang kesehatan. Dan tentunya, juga mengalokasikan anggaran sehingga persoalan kesehatan bisa diselesaikan.

Dikatakannya, dalam pemecahan masalah angka kematian ibu dan anak diperlukan perencanaan penyelesaian melalui pendekatan tim, integrative, kordinatif dan komprehensif yang dilakukan dengan identifikasi akar masalah, prioritas masalah, pemecahan masalah atau solusi dan kondisi sumber daya yang tersedia.

“Sangat mutlak, jangan sampai generasi penerus hilang, seperti apa yang di ucapkan oleh M Yunus peraih Nobel perdamaian “perang melawan kemiskinan” dalam sebuah kata-katanya, jika ingin menghapus kemiskinan jadikan generasi yang akan datang menjadi fokus program pembangunan. Setiap program untuk ibu dan anak, merupakan prioritas pembangunan dibanding membangun bandara, pabrik ataupun jalan tol, ini membuktikan bahwa sangat penting arti dari bagaimana cara kita untuk menurunkan tingkat angka kematian ibu, bayi baru lahir, anak, balita. Makanya, bukan hanya Dinkes saja yang bekerja, tapi semua stake holder yang ada,” ujarnya.

Baca Juga :  Dok, Kapan Anak Saya Dioperasi?

Sebelumnya, Kadis Kesehatan Psp, drg Doria Hafni Lubis MKes dalam sambutannya mengharapkan, seluruh peserta seminar dapat mengambil hikmah dan ilmu khususnya tentang penanganan mengenai ibu dan anak serta bayi yang baru lahir dengan tujuan, memperbaki taraf kesehatan dan percepatan penurunan angka kematian ibu dan anak serta bayi yang baru lahir, khususnya pembangunan dunia kesehatan secara keseluruhan.

Hal itu untuk mendukung 8 poin kebijakan Millenium Deevelopment Goals (MDGs) di mana bunyi pada point 4 dan 5 yakni, menurunkan kematian bayi dan anak serta meningkatkan kesehatan ibu.

Hadir dalam seminar sebagai peserta, perwakilan dari Kabupaten Madina, Tapsel dan Psp mula dari unsur DPRD membidangi masalah kesehatan, Bappeda, Dinkes, Direktur RSUD, UPF kebidanan atau kandungan, badan pengelola KB, PMI, organisasi profesi seperti IDI, IBI, PPNI, PKK, dan perwakilan Puskesmas 3 daerah.

Sumber: http://metrosiantar.com/sidimpuan_raya_/40_Ibu_Meninggal_Setiap_Hari

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. Jumlah yang ditampilkan hanya dalam ketegori bersar, saya ada saran ni bagaimana datanya dapat di spesifikn lagi dari berbagai daerah. Misalnya, Angka Kematian Ibu / Anak pertahunnya dan penyebab dari kota “x” di wilayah sumatra utara. Thanks

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*