Di Tapanuli Selatan, 100 Siswa DO Tanpa UN

6 Siswa Absen Karena Sakit
pilihanganda Di Tapanuli Selatan, 100 Siswa DO Tanpa UN TAPSEL-METRO; Sebanyak 106 siswa sekolah menengah pertama (SMP) dan madrasah tsanawiyah (MTS) di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), tidak mengikuti Ujian Nasional (UN) alias absen, Senin (29/3).

“Jumlah total siswa yang tidak hadir pada pelaksanaan UN hari pertama ini, terhitung sebanyak 106. Rinciannya, 6 siswa dengan keterangan sakit yang dibuktikan surat keterangan dari petugas kesehatan, 100 siswa tanpa keterangan apapun atau sudah dinyatakan drop out (DO),” ujar Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Tapsel, Drs Marasaud, melalui Kabid TK, Pendidikan Dasar dan SMP Hj Masni Harahap SPd, kepada METRO, Senin (29/3), saat meninjau pelaksanaan UN di SMPN 1 Angkola Timur.

Hj Masni menambahkan, untuk 100 siswa yang tanpa keterangan atau sudah dinyatakan DO, sebenarnya sudah pernah memberitahukan prihal akan pelaksanaan UN melalui kepala sekolah masing-masing terhadap keluarga siswa tersebut.

“Sebenarnya jauh hari kita sudah memberitahukan kepada keluarga siswa masing-masing akan halnya pelaksanaan UN tersebut, tetapi pada umumnya sesuai keterangan keluarga siswa sudah menyatakan keluar dan pindah. Jadi apa boleh buat terserah orang itu, padahal sangat disayangkan kerena nama mereka sudah tercantum dalam daftar peserta ujian akhir,” ucapnya.

Sedangkan untuk pelaksanaan UN hari ini secara umum berlangsung lancar dan tidak terdapat masalah. “Kita memang tekankan kepada seluruh tenaga pengawas untuk lebih memperketat terhadap pengawasan kepada siswa karena kita tidak mau pelaksanaan UN di Tapsel disusupi kecurangan dan tidak jujur,” pungkasnya.

Di Psp, 56 Siswa Absen

Sementara itu di Kota Padangsidimpuan (Psp), sebanyak 56 siswa absen dalam pelaksanaan ujian nasional (UN) hari pertama, Senin (29/3). Keseluruhan yang absen tidak disertai dengan alasan yang jelas.

“Untuk pelaksanaan UN hari pertama siswa yang tidak mengikuti ujian tercatat sebanyak 56 siswa. Laporan yang masuk dari sekolah penyelenggara UN tidak ada menyebutkan keterangan dari yang absen tersebut akan tetapi untuk pelaksanaan keseluruhan berlangsung lancar,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Psp, Drs Panongonan Muda Hasibuan, melalui Kasi Kurikulum, Drs Mahlil, kepada METRO, Senin (29/3).

Sementara itu pada pelaksanaan UN di SMPN 5 kota Psp yang juga menjadi subrayon 05 untuk SMP Nurul Ilmi, SMP 8 Pijor Koling, SMP Swasta Labuan Rasoki, dari 336 siswa peserta UN sebanyak 3 siswa tidak hadir dengan alasan sakit sedangkan untuk naskah soal tidak terdapat kekurangan ataupun permasalahan lainnya.

Baca Juga :  Besar kemungkinan tahapan pilkada Tapsel dihentikan

“UN hari ini berlangsung lancar dan tidak ada masalah baik dalam LJK dan soal-soal ujian,” Ucap Kepala Sekolah SMPN 5 M Idris Nasution kepada METRO, di ruang kerjanya, usai pelaksanaan UN.

Diimbau Jaga Suasana Kondusif

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Drs H Musaddad Daulay, mengimbau semua pihak untuk menjaga suasana kondusif selama pelaksanaan Ujian Nasional (UN) berlangsung.

Selain imbauan tersebut, Kadisdik juga berharap pelaksanaan UN bisa berjalan dengan baik tanpa ada indikasi pelanggaran. Sebab, kadisdik beserta PGRI sudah banyak menciptakan program untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Madina, baik dari segi persiapan-persiapan UN, les sore, dan try out.

“Disdik telah berupaya semaksimal mungkin dengan menerapkan program-program yang mendukung peningkatan kualitas anak didik, baik di tingkat SMP atau SMA demi terwujudnya siswa yang berkompeten, sehingga dapat melanjutkan pendidikan ke sekolah atau perguruan tinggi bergengsi baik didalam daerah atau diluar daerah,” tambahnya.

Dikawal Ketat

Di Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), pelaksanaan UN dikawal ketat oleh para guru-guru dan pengawas independent dari sejumlah Perguruan Tinggi, serta mendapat penjagaan keamanan dari petugas Polisi Sektor Padang Bolak. Pengawalan yang dilakukan dengan memberlakukan penguncian gerbang sekolah, sehingga orang-orang tidak dapat dengan bebas memasuki lokasi sekolah.

“Sebanyak 3785 peserta ujian Nasional (UN) SMP/ MTS, Senin (29/3), mengikuti UN. Pelaksanaan hari pertama berjalan baik,”, kata Plt Kepala Dinas Pendidikan Paluta, Drs Hazairin Hasibuan, kepada METRO, Senin (29/3) saat monitoring pelaksanaan UN, di beberapa sekolah.

Hazairin optimis peserta UN SMP/MTS akan dapat mengikutinya dengan baik. Sebab, sebelumnya para peserta telah dibekali beberapa pelajaran tambahan serta try out.

Sementara secara terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Padang Lawas Utara (Paluta), Drs Panusunan Siregar, mengharapkan  hasil kelulusan peserta UN minimalnya mencapai 90 persen, karena pembekalan peserta telah dilakukan. Ia meminta kepada seluruh peserta agar dapat menghadirinya supaya tidak terjadi UN susulan. “Para peserta diharpkan mengerjakan soal dengan hati-hati, agar tidak salah pungkasnya.

Soal Bahasa Indonesia Mudah

Sementara itu salah seorang peserta UN, Lola Septiyani, dari SMPN 1 Sipirok, ketika ditemui METRO mengatakan, materi soal dari Bahasa Indonesia yang sudah selesai dikerjakan tidak terlalu sulit. “Soal bahasa Indonesia tadi boleh dikatakan mudah,” ujarnya.

Baca Juga :  Bangunan Penangkar Burung Walet Di Padangsidimpuan Menyalahi Perda

Pelaksanaan UN hari pertama di Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapsel, juga berjalan lancar seperti di daerah lainnya di Tabagsel.

Misalnya, di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Sipirok, MTs Swasta Pondok Pesantren Kiyai Haji Ahmad Dahlan (KHAD) Sipirok, MTs Swata Pondok Pesantren Abu Bakar Siddik (ABS) Sipirok, SMPN 1 Sipirok, SMPN 4 Sipirok.

Kepala Sekolah SMPN 1 Sipirok, Drs Bakir Harahap, dan Kepala SMPN 4 Sipirok, Mustopa Harahap SPd, dan Kepala MTsN Sipirok, Oloan Harahap, kepada METRO, Senin (29/3) mengatakan, pelaksanaan UN di sekolah yang dipimpin masing-masing berjalan dengan aman dan lancar tanpa hambatan.

“Pelaksanaan UN berjalan lancar, tidak ada masalah, mudah-mudahan tetap berjalan lancar sampai selesai,” ucap ketiganya.

Dikatakan Bakir, dari 259 orang yang terdaftar sebagai peserta UN dari SMPN 1 Sipirok, 1 orang peserta tidak hadir sebab sudah dikeluarkan. “Peserta yang terdaftar berjumlah 259 orang, dari jumlah tersebut satu orang tidak hadir karena memang sudah keluar (DO),” ujar Bakir.

Sedangkan Mustopa menyebutkan, dari 54 orang peserta dari sekolah yang dipimpinnya, secara keseluruhan bisa hadir mengikuti pelaksanaan hari pertama UN. “Seratus persen peserta dari sekolah ini hadir,” kata Mustopa.

Oloan Harahap menyebutkan dari 62 orang peserta Un dari MTsN 1 siswa di antaranya absen. “Dari 62 peserta 1 orang di antaranya absen,” katanya.

Sedangkan pelaksanaan UN di MTsS Ponpes ABS dengan jumlah peserta 24 orang dan MTs Ponpes KHAD dengan jumlah peserta 20 orang, dengan kehadiran seratus persen. (mag-01/02/thg/ran)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*